ZAHRA BIDADARIKU

ZAHRA BIDADARIKU
Kelahiran Baby Reza.


__ADS_3

Bab . 41 .


Semenjak Kejadian Salah Faham itu. Reno tak Pernah lagi, kelihatan dekat dengan wanita manapun , jika ngobrol pun sekedarnya.


Ia tak ingin membuat istrinya Kecewa dan sedih, karena itu pasti berimbas pada kandungannya, apalagi sekarang tinggal nungu harinya aja.


"Assalamualaikum ",


" Waalaikum sallam "! Bibi kok gak ngabarin kalau mau datang sekarang.....seru Zahra ketika melihat Bibi Di depan pintu.


" Zahra kangen Bik " ,memeluk Bibi , dengan sangat senang karena kedatangan Wanita Paruh baya ,yang sudah merawatnya dari kecil.


" Idih malu tu ...sama Suami mu "! seru Bibi sambil melepas pelukannya.


" Gimana kabarmu dan kandungan mu...!"


" Alhamdulillah Sehat ,berkat Do 'a Bibi ,"


" Non ,makan nya sudah siap !" seru Mbok Yem yang datang dari Arah belakang.


" Mbok gimana kabarnya !" seru Bibi pada Mbok Yem .


"Alhamdulillah ,sehat Buk...., Ibu gimana kabarnya ?


" Kabar baik mbok...! ooya mbok , ini Bawa kebelakang hasil Panen sendiri ...Mbok.!"


Kami pun menuju meja makan.


Ya , sekarang memang waktu nya jam makan siang.


" Masak apa Mbok "! kaya nya enak , nih...., Reno nya mana , gak di ajak mekan sekalian.....! seru Bibi yang sudah Duduk di meja makan.


" Ya ,Bik , ini Aku "! Seru Mas Reno yang tiba tiba sudah berada di hadapn kami.


" Dari mana Ren "? Bibi datang kok malah pergi....ucap Bibi.


" Ini tadi , Ada yang ngebel "! ucap mas Reno.


Kami pun Makan tanpa bersuara , hanya suara dentingan sendok.

__ADS_1


Selesai Makan siang , kami kembali Duduk di ruang tamu ,sambil menceritakan keadaan kami sehari hari.


" Bik ,keluarga di sana kabarnya gimana "!


" Alhamdulillah semuanya sehat "! Jawab Bibi.


" Syukurlah , Zahra senang mendengarnya ".


" Oya , Ren Dari tadi kok diam aja, " tanya Bibi pada mas Reno.


" Gak apa apa Bik " ! ucap Mas Reno.


" Sariawan kali Bik "! makanya dia aja ,ucap Zahra ,melirik pada Mas Reno.


Karena Asiknya berbincang bincang Tak terasa kalau hari sudah sore.


" Bibi kalaw mau istirahat , Bibi pasti capek dari tadi Zahra ajak ngobrol aja."


" Ya sudah Bibi kekamar dulu ", ucap Bibi sambil berlalu kekamar tamu yang sudah di siapkan oleh Mbok Yem.


" Mas , ikut Aku kekamar yok "! seru Zahra.


Sesampainya dikamar , Zahra lansung kekamar mandi.


" Mas "! kesini teriak Zahra.


" Ada apa sayang ," Reno mendengar Zahra teriak Langsung mendekat .


" Ini Mas celana ku kok ada darahnya, "!


" Ya sudah ,kamu duduk dulu aku panggil Bibi."


Ucap Reno sambil membimbing Zahra ,kemabali kekamar.


" Kamu Duduk di sini ,aku panggil Bibi "!


" Iya Mas cepetan Aku takut terjadi apa apa sama anak kita"!


Tak lama kemudian Reno kembali bersama Bibi.

__ADS_1


" Gak usah Panik ,mungkin Ini sudah Waktunya Lahiran "! ucap Bibi menenang kan kami.


" Apa perut mulai terasa sakit Ra...?


" Belum sih , Bik .... ! Cuma ****** ***** Zahra Ada bercak Darahnya Bik...!


" Ren ,kamu siap kan Mobil kita berangkat sekarang, begitu juga keperluan yang harus di bawa." seru Bibi


***


Kami pun berangkat kerumah sakit Dan Tak lupa memberi kabar Ayah dan Ibu.


Sesampainya di Rumah.Sakit Zahra langsung di bawa keruangan bersalin.


" Baru Bukaan 3 Sabar ya Bu, Di bawa nyantai aja , Di bawa jalan aja dulu bu ,biar lahirnya lancar " Ucap Dokter yang akan menangani kelahiran Zahra.


" Gimana Sayang ,jalannya.jangan jauh jauh dan pelan pelan aja, Mas mau cari minuman kamu sama Bibi dulu.


Ketika Ayah dan Ibu sampai ,kontraksi yang di rasakan Zahra tambah kuat.


" Mas ,Aku sudah gak kuat jalan ,capek maas"!


lagian aki seperti mau BaB Mas ,!ucap Zahra.


Zahra kembali berbaring dan Dokter memeriksa kembali.


" Bukaan nya sudah cukup ,bapaknya tolong berdiri di samping ibu dan beri semangat ya Pak "! seru Dokter kepada Mas Reno.


Keringat Zahra keluar seperti biji jagung,


Aku merasaka sakit yang dirasakan Zahra, rasanya tak tega melihatnya, ku tiup ubun ubun kepala Zahra sambil kubacakan Do'a , Agar istriku di beri kekuatan dan di permudahkan dalam melahirkan Buah cinta kami.


Selang Beberapa menit ,Akhirnya Bayi kami lahir, Ku cium kening Zahra lama sekali tak terasa Air mataku menetes, " Ya Air Mata Bahagia ",


" Terima kasih ,Sayang.....Sudah membuatku menjadi lelaki sempurna karena sekarang aku menjadi seorang Aby " ucap Reno yang tak henti hentinya mencium Zahra.


" Sudah Mas Malu di lihat Dokter ". mendingan kamu Azanin dulu Anak kita ", Bisik Zahra .


Setelah Zahra dan Babynya di bersihkan ,

__ADS_1


Ayah ,Ibu dan Bibi masuk kedalam.


__ADS_2