ZAHRA BIDADARIKU

ZAHRA BIDADARIKU
Tamu tak di undang.


__ADS_3

Bab .44.


Satu Bulan sudah Umur Baby Reza, karena kesehatan Zahra pun sudah mulai pulih, Bibi Pun rencananya akan Balik kekampung.


Remcananya Bibi akan pulang Besok pagi, dan Malam ini ,Bibi memanggil Kami Berdua,


" Ren ,Zahra ,Ada yang ingin Bibi Bicarakan Sebelum keberangkatan Bibik "! Ucap Bibi ketika kami sudah duduk di ruang makan.


" Ada apa ,ya Bik , kok kayanya penting Banget dan itu Apa Bik "? Seru Zahra ,sambil menunjuk Kotak yang di bawa Bibik.


" Ini Adalah peninggalan Orang tua mu, Waktu Ayah mu Masih ada beliau menitipkan ini pada Almarhum Paman mu. Karena Paman mu sudah Tak ada ,kewajiban Bibik lagi ,untuk menyerah kan semua ini"! ucap Bibi sambil menyerah kan kotak yang ada di tangan Bibik.


" Ayah mu pernah berpesan ,jika kelak kamu mempunyai seorang Putra ,Kami di suruh menyerahkan ini pada mu."


" Kira kira apa ya bik "? ujar Zahra sambil membuka Kotak itu.


Zahra pun membuka kotak itu, dengan hatinya yang penasaran.


Ketika kotak Itu terbuka ,Zahra terkejut karena yang di lihat Hanya sepucuk Surat dan sebuah kunci .di buka dan di baca surat itu.


*Putriku Zahra,


Ketika kamu membaca surat ini ,Ayah dan Ibu Mungkin sudah tidak ada di samping mu.


Tetapi Ayah dan Ibu sangat menyayangi Mu.


Zahra ,sayang .... Maafkan Ayah mu ,karena Ayah sengaja meminta pada paman mu menyerahkan ini semua ketika kamu sudah memiliki putra ,semua itu karena ada alasannya. lambat lain kamu akan tau alasannya.


Zahra sayang ,tolong baca surat ini bersama suami mu.


Ini kunci brankas yang ter simpan loker Bank XXXXX , yang terletak di Kota XXXsemua itu ayah wariskan Pada Putra mu , Namun sebelum ia berumur 17 tahun ayah ingin kamu dan suami mu yang mengelolanya. Suami mu Pasti Tau di mana Kota itu berada.


untuk menantu Ayah , Ayah percaya kan semuanya sama kamu tolong jaga baik baik Anak dan Cucu Ayah.


Ayah sayang kalian semua


" Maa.....s, Zahra pun menangis dalam pelukan Reno". begitu pun Reno ia tak menyangka Ayah mertua mempercayakan semuanya padaha l mereka belum pernah bertemu.


" Sudah sayang jangan menangis kita Do'akan, Ayah dan Ibu "! ucap Reno Lirih.


" Ra , Nak Reno Bibik mohon jaga amanah ini ya "? ucap Bibi sebelum pergi meninggalkan meja makan.


" Insya Alloh kami akan menjaganya Bik , terima kasih untuk semuanya ", ucap Zahra dan berdiri memeluk Bibik ".


Pagi mejelang, Semua sudah duduk di meja makan untuk sarapan.


Pagi ini Bibi akan pulang kerumah yang akan di antar Mang Diman .


Begitupun Reno,setelah keberangkatan Bibi ,Reno pun Berangkat kerja .


" Ra , Mas Berangkat ,Mengenai surat Ayah semalam Nanti Mas Akan bicara Sama Ayah,dan kita Bicarakan bersama.


" iya ,mas Hati hati di jalan ".

__ADS_1


Rumah kembali sunyi , karena penghuninya ,sudah pada berangkat kerja.


Zahra pun kembali kekamar Baby, untuk beristirahat.


" Assalamualaikum," tiba tiba terdengar suara salam dari luar.


" Wa alaikum sallam ", Mbok Yem, Menjawab salam dari dalam.


" Cari siapa ya "! tanya Mbok Yem.


" Siapa Mbok "? tiba tiba Zahra ,keluar dari kamar,


" Ini non ada tamu "! seru Mbok Yem ,


" Hay ....Ra "! ternyata Dokter Ranti yang Datang


" Dokter Ranti , Ada angin apa ini , tiba tiba main kesini "! seru Zahra.yang merasa terkejut dengan kedatangan Dokter Ranti.


" Dokter Tau dari siapa Rumah Kami "?


" Aku hanya lewat Dan ingin Mampir, karena ku dengar kamu sudah lahiran"! ucap Dokter Ranti.


" Mari Masuk Dok , Baby nya masih tidur "!


ucap Zahra ,


" Kok sepi Ra , kemana Reno "? tanya Dokter Zahra.


" Mas Reno sedang kerja "!


" Terima kasih "! Mbok....


Aku merasa ada yang aneh demgan kedatangan Dokter Ranti. karen sepertinya ia menghindari pertanyaan ku ,mengenai dari mana ia tau Rumah kami.


Bahkan dari pertama melanhkah kan kaki kedalam rumah ,matanya tak henti menelusuri tiap sudut Rumah.


" Oek...Oek...! terdengar suara Baby Reza menangis.


" Maaf Dok ,aku lihat Baby nya dulu "! Pamit Zahra , sambil berlalu kekamar.


" Aku ikut ya mau lihat Babynya"! seru Dokter Ranti sambil beejalan mengikuti Zahra dari belakang.


Aku hanya diam ,tapi juga heran, padahal Aku


tak begitu kenal dengan nya tapi dia tak sungkan sungkan mengikuti ku kekamar ,untung Bukan kamar Utama yang biasa Aku dan Mas Reno pakai.


" ini ,kamar mu Ra "? ujar Dokter Ranti seperti orang menyelidiki.


" Bukan , ini hanya kamar yang di tempati Baby siang hari ,kalaw malam kami pindah kamar utama "! jawab ku atas pertanyaanya.


Memang kalaw siang hari , Aku dan Baby akan memakai kamar yang ada di Bawah , Yapi Kalaw sudah menjelang malam kami akan pindah kamar utama.


" ooo,ku kira kamar kalian , karena kecil

__ADS_1


Sekali "! ucap Dokter Ranti seperti sedang mengejek.


Aku mulai gerah dan tak suka dengan sikapnya seperti sedang menyelidiki sesuatu.


" Oya Dok ,maaf aku menidurkan Baby ,dulu "! Aku bermaksud mengusirnya secara halus,


" ya silahkan ,aku keluar aja "! suara angkuh Dokter Ranti. sambil keluar .


Kalau memang niat nya ingin melihat putra kami ,Pasti dia ingin menggendong Baby Reza,


tapi seperti tidak, melihat saja tidak, ia hanya melihat memandangi seluruh ruangan.


Aku jadi, dan ada maksud apa dia kesini,setelah tak Mas Reno di Rumah.


Setelah Baby Reza kembali tidur, Aku kembali keruang tamu , kulihat ia sedang memandangi, foto pernikahan kami, dan wajahnya kulihat seperti ada kemarahan di sana.


" Dok ,Masih di sini, ku kira sudah pulang "!


Aku berseru sambil mendekat ke arahnya.


" Reno jam berapa pulang "? Bukan nya menjawab ,ia malah menanyakan Mas Reno.


" Gak mesti kadang sore ,kadang malam, tergantung pekerjaan "! ucap ku masih bersabar.


" memang nya ada perlu apa ,Dok nanti biar aku sampaikan "!


" Aku hanya ingin ngobrol aja ,sudah lama tidak bertemu, tidak apa apa kan aku menunggu "! ujarnya semakin.berani dan membuat kesabaran ku habis.


" Maaf Dok ,memangnya Dokter tidak bekerja, lagi pula aku mau istirahat ,mumpung Babynya tidur", Mulai jengkel.


" Kamu ,kalaw mau tidur, tidur aja ,aku biar nunggu Reno di sini"! jawanya tanpa ada rasa malu.


" Apa tidak lebih baik ,Dokter kesini lain Waktu aja ketika Mas Reno di rumah.


Ia melihat ku seperti tak suka dengan kata kata ku.


" Kamu seperti nya gak suka sama Aku, Zahra s3belum Reno kenal sama kamu akulah Orang yang dekat dengan nya. jadi kamu gak usah melarang aku bertemu ya .... aku ini dulu pacarnya Reno "! tiba tiba Dokter Ranti berkata seperti ,orang marah .membuat aku heran ada apa ini ?


" Maaf Dok, Bukannya aku tak suka Tapi Dokter kan Tau kalau aku hbs lahiran dan butuh banyak istirahat "! aku menjelas kan padanya.


" Alah... Bilang aja kalaw kamu tidak suka aku dekat dekat dengan Reno "! Ucap Dokter Ranti ,yang tiba tiba membuat emosi ku naik,


" Dokter Ranti datang kesini ada maksud apa ,kenapa kata kata Dokter seperti orang tak berpendidikan "! ucap ku dengan suara yang sudah mulai meninggi ,kenapa ini Rumah ku, tiba tiba datang tanpa di undang ,lalu marah marah.


" Sudah Non, Lebih baik Non Duduk dulu "! ucap Bibi sambil membimbingku kekamar.


Sedangkan Siti yang menjadi baby sister nya ReZa ,ia mendekati Dokter Ranti.


" Maaf Ya mbak, maksud mbak datang kesini ada tujuan apa "? lebih baik mbak keluar dari rumah ini ,atau saya panggil kan satpam karena sudah mengganggu ketenangan di rumah


ini "! seru Siti dengan berani nya mengusir Ranti.


" kamu siapa ,berani nya kamu ngusir saya, hanya pembantu aja belagu"! ucap Dokter ranti tak kalah keras nya dengan Siti.

__ADS_1


" Bu ,saya memang hanya pembantu ,selain saya bekerja di rumah ini ,saya juga di tugaskan melindungi majikan saya, Jadi saya minta kamu K E L U A R "! seru Siti yang tidak lagi memanggil dengan kata mbak bahkan ia menekan kan kata keluar sambil telunjuknya mengarah kepintu.


__ADS_2