
Bab. 2.
pov .Zahra.
Rasanya seperti mimpi , mendengar ucapan Reno ,yang katanya akan datang ngelamar,
ketika Reno pamitan pulang, aku langsung menemui Paman dan Bibi,
.
"Paman, ..!!! ucap ku lirih.
"ya Ra ! ada apa, ? seru Paman.
"Orang tua Reno minggu depan akan datang. berkunjung ,..!!! ucap ku lagi.
" kan memang sudah sering main kesini !memang ada yang penting.? seru paman,
sambil tersenyum,
"kok , Paman senyum senyum ,sih apa paman sudah tau ? .
" tau apa Ra ! kamu aja belum bilang ada apa ?
" itu lo paman....! aku bingung mau menjelaskan ,
bukan apa apa aku malu ingin terus terang,
Paman juga sepertinya sudah tau, karena dari tadi senyam senyum aja ,melihatku.
"Ia nduk ! Orang tuanya Reno kemaren sudah bilang sama Paman ! akhirnya paman terus terang.
" kenapa paman gak bilang!, ucap ku.
" gak bilang juga ,kamu sekarang sudah tau sendiri !
" kan pinginnya Paman yang bilang duluan , biar Zahra gak kaget. ! ..ucapku manja.
karena walau statusku hanya keponakan tapi paman sangat menyayangi ku seperti putrinya sendiri.
" Nduk ! pesan Paman ,kalau kamu sudah menikah nanti jadilah istri yang soleha, jangan banyak nuntut, sukuri apa yang kamu miliki dan apa yang di berikan oleh suamimu kelak,
karena kebahagiaan itu datangnya dari hati bukan dari harta benda.
Kamu cinta dan sayang kan sama Reno ? ku Angguk kan kepala dan Kupeluk Paman ,
Aku merasa bahagia dan terharu karena Nasehat paman.
*****
Akhirnya hari yang di nanti nanti datang, Rombongan keluarga Reno datang.
Jantung ku rasanya mau copot saking bahagia nya.
Paman Bibi beserta keluarga dan tetangga menyambut tamu.
Aku hanya di kamar di temani Ratna dan tuti.
samar samar aku mendengar namaku di sebut sebut.
__ADS_1
Aku hanya mondar mandir gelisah,seperti anak ayam hilang induknya.
"Ra ! duduk sini lo , nanti bedaknya luntur ! karena keringetan ! seru Ratna. mengejek .
Aku duduk , tak lama berdiri lagi.
Akhirnya , Bibi datang memanggil ku untuk keluar.
Aku keluar di temanin Ratna dan tuti.
dan aku duduk di samping Paman Dan Bibi.
Setelah basa basi dalam berbicara, dan puas berbincang akhirnya acara yang di tunggu tunggu di mulai .
Aku dan Reno berdiri di tengah tengah para tamu, untuk saling menyelipkan cincin .Reno memakaikan cincin, yang sangat indah ke jari manis ku begitu pun
Aku memasangkan cincin ke jari manisnya Reno.
tepuk tangan bahagia para tamu yang datang , melihat kami berdua selesai bertukar cincin.
Acara makan makan pun di mulai ,Aku dan Reno duduk di pojokan di temani Ratna dan Ilham kami saling bercanda, tak luput pula dari godaan mereka berdua.
Setelah acara makan makan selesai,
Ayahnya Reno kembali membicarakan kapan hari pernikahannya di resmikan.
" Pak ,Buk ,,!!!
" Bagaimana kalau pernikahannya kita Resmikan bulan depan , karena tidak bagus juga nunggu lama lama.
niat baik itu kalau bisa di percepat.
"Kami manut ,gimana bagus nya aja ! dan
ucap paman.
"Kamu gimana nduk ! ucap paman pada ku.
"Aku ikut apa kata Reno aja paman !
"lo lo , kok masih panggil nama ! coba mulai sekarang di rubah panggilannya ! tegur paman .
"iya ! maksud ku , aku ikut apa kata Mas Reno....! Ucap ku malu malu.
"Aduh rasanya sejuk sekali mendengarnya! , tiba tiba Reno , eeh Mas Reno bergumam ,aku jadi malu .
" sudah sudah ! kalau mau merayu nanti aja kalau sudah Resmi. ...! ucap Ayahnya Mas Reno. sambil tertawa melihat kelakuan putranya.
Akhir nya , mufakat di jatuh kan bulan depan pada tanggal 15 bertepatan pada hari ulang tahunku.
semua itu permintaan Mas Reno.
******
Sejak kami bertunangan, kami jarang bertemu ,
semua itu kami lakukan untuk menjaga omongan orang, kami tak ingin Paman ,bibi dan orang tua mas Reno menjadi omongan orang dan mereka jadi kecewa sama kami.
Jadi lebih baik kalau kangen kami hanya ngobrol lewat Hp.
__ADS_1
Seperti malam ini ,Mas Reno mengajak VC an ,karena katanya mas reno mau pergi keluar kota .
karena ada tugas dari pabriknya untuk mengantar barang sekalian memeriksa barang yang ada di pabrik cabang.
" Mas kalau bawa mobil Hati hati ya ?
gak usah ngebut ngebut, inget di sini ada yang nungguin ! ucap ku ketika vidio colan,
"iya sayang ! mas selalu ingat ,kalau ada Bidadari yang selalu menunggu Mas ! ucap mas Reno yang membuat wajah ku jadi panas ,mungkin sudah seperti tomat mateng ,karena mendengar kata kata sayang yang di ucapkan Mas Reno.
" kok wajah mu merah ,kamu sakit Ra ,,?
" ih ...mas ini ! senangnya kalau ngledek aku.
" hehe, maaf ......, jangan ngambek dong ! nanti tambah cantik lo......!! ledek Mas Reno,
"kalau tambah cantik kan ! Mas Reno yang seneng ! ucap ku.
" iya ! Mas seneng tapi jangan sekarang...! seru mas Reno.
" loo, memang nya kenapa kalau cantiknya sekarang ? ucap ku.
"Mas kan mau pergi ! Mas takut , kalau mas pergi dan kamu tambah cantik ! nnt ada Rebut kamu dari Mas ! ucap mas Reno.
" idih mas ini ngomong apa !!! memangnya aku cewek yang gampang tergoda rayuan ! ucap ku agak jengkel karena kata katanya.
" Jangan marah ! Mas cuma Becanda, itu Bibir nya Jangan di manyunin nanti mas gak bisa tidur lo ....! ucap mas Reno ,membuat aku langsung tertawa karena mendengar godaan nya.
"Sudah dulu ya ! Sudah malam ,mimpi in Mas ! angan tidur malam malam.
"Assalamualaikum !",ucapku meng akhiri bincangan kami.
*****
Selama Reno pergi, aku hanya diam di Rumah.
Tapi bukan pengaguran lo !
Aku memang sehari hari hanya di rumah ,tapi aku punya kegiatan membuat novel onlain.yang sudah lama aku geluti.
Karena aku punya cita cita ingin mempunyai TOSERBA( toko serba ada).
Makanya , setiap waktu senggang aku membuat Novel, dan penghasilannya aku tabung ,sebagian untuk membantu Paman ,
Karena Paman bekerja hanya sebagai Buruh pabrik di tempat , Mas Reno bekerja.
Mas Reno ,adalah Menejer nya Paman,
makanya Paman tau seharian. Mas Reno seperti apa.
Paman sering menceritakan seharian Mas Reno yg getol dalam bekerja, Orangnya juga jujur Ramah sama semua orang.
Paman juga bercerita bahwa, Mas Reno itu banyak yang suka ,bahkan anak pemilik pabrik . juga pernah menaruh hati pada mas Reno.namun mas Reno tidak pernah menanggapinya.
Kalau Ada yang tanya sejak kapan aku menyukai mas Reno ?
Aku menyukai mas Reno, sejak aku sekolah Menengah pertama .
Aku sering melihat Mas Reno ketika aku berangkat sekolah,waktu itu mas Reno masih sekolah Menegah Atas.
__ADS_1
Setiap berangkat dan pulang sekolah kami selalu bertemu karena Rumah kami memang searah.
Bahkan Mas Reno sering memberi tompangan. karena ia membawa motor.