
Setelah kepulangan semua keluarga jauh, Aku dan Mas Reno pun menginap Di Rumah Ayah dan Ibu.
Rumah Mas Reno, sangat besar tiga kali Rumah Paman.
Kamar mas Reno yang kami tempati
sekarang luasnya sama dengan Ruang tamu di rumah Bibi, ternyata Keluarga Mas Reno sangat
kaya.
" mas " ,mas kok gak pernah bilang sih, kalau mas orang kaya ! ucap ku ketika sampai di kamar.
" kaya apa lo Ra..? yang kaya kan Ayah dan ibu ,bukan Mas ! jawab Mas Reno. merendah.
"Sama aja mas, Aku jadi malu , !
"kenapa harus malu, sekarang kan ini Rumah mu juga.!!!.
"Ren , Zahra...!!! ayo makan siang , Seru ibu dari luar.
" Sebentar Bu, nnt kami nyusul !
sesampai nya kami di meja makan ,banyak sekali hidangannya , aku merasa sangat bahagia mendapat kan keluarga baru yang seperti Keluarga Mas Reno,
walau mereka orang kaya tapi tidak sombong dan tidak pernah memandang rendah pada orang.
seperti Pada Paman dan Bibi, padahal kami sangat jauh di bawah mereka.
"Ra makan yang banyak ! gak usah malu malu.
karena sekarang ini rumah mu juga ! ucap ibu pada ku.
Aku hanya tersenyum, karena terus terang aku merasa rendah di rumah yang besar ini.
walau pemilik Rumahnya sangat baik,dan sayang pada ku.
selesai makan ,aku hendak membawa piring kotor kebelakang di larang oleh ibu,
pengantin baru belum boleh kerja kalau belum Bulan madu, ...!!! seru ibu sambil mengambil alih piring kotor di tangan ku.
****/
malam harinya ,kami sekeluarga duduk lesehan di depan Tv.
karena ada yang ingin di katakan oleh Ayah,
Tiba tiba Ayah memberikan 2lembar tiket pada mas Reno.
" Apa ini yah. ?
Tiket ..! .seru mas Reno sembari menatap ku.
" Sayang ," Ayah membelikan kita tiket Bulan madu, Kita akan hapy hapy hanya berdua .
Kamu suka kan ? seru Mas Reno ,sambil mencium tangan ku.
"Mas ,malu ada ayah.....! ucapku lirih .
Ayah hanya tersenyum,melihat kelakuan putranya.
Hari semakin larut , Ayah dan ibu sudah tidur duluan, akhirnya kami pun ikutan masuk kamar untuk pergi istirahat .
__ADS_1
Setelah kami ganti baju dengan baju tidur,
Mas Reno menuju kamar mandi untuk membersih badan dan mengambil Air whudu,
karena mas Reno mamang belum sholat Isa, sedang kan Aku Sambil menunggu mas Reno ,aku duduk di sofa yang ada di kamar.
sambil kembali meneruskan ceritaku yang tertunda ,karena sudah beberapa hari semenjak pernikahan ku, kegiatan ku hentikan.
Saking asiknya mengetik, tak kusadari tangan kekar sudah melingkar di bahu ku ,
Sudah selesai sholat ,Mas ....?
Sudah sayang , kamu dari tadi asik ,sama HP.
Sekarang sedang buat cerita apa,? ucap mas Reno ,sambil meraih tangan ku ,
" Sekarang kita tidur ya, sudah malam ! ngetiknya besok lagi .....!!!.bisik Mas Reno. di telinga ku ,yang membuat aku meremang karena hembusan napas yang terasa hangat .
Tiba tiba , Mas Reno mengangkat tubuh ku ,seperti menggendong anak kecil .
" Mas turun, tubuh ku berat lo mas ?.
sesampainya di ranjang aku di turunkan dengan perlahan.
tatapan mas Reno, membuat ku merasa malu .
Karena aku sedang kedatangan tamu bulanan ,malam itu kami tidur hanya dengan saling memeluk .
Aku sangat senang Mas Reno ,Suami yang sangat pengertian .
Pagi hari nya seperti biasa ,kami mengerjakan tugas kami masing masing.
ya ,aku mendapatkan cuti selama 1 minggu ,jadi aku memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin besama Zahra.
Kami hanya belanja yang kami perlukan saja, karena Setiap aku mengambil barang yang aku ambil Zahra selalu bilang Mas Belanja yang Di perlukan saja gak usah banyak banyak, mubajir mas kalau gak di pake.
Akhirnya Aku ikuti aja kemana dan apa yang di Ambil.
"Ra ...mas mau ke toilet dulu ,ya ...?
"iya Mas " Jangan lama lama....!
Aku menjauh dari Zahra, tapi Aku bukannya ke toilet, melainkan pergi ketempat yang jualan pakain ,Mbak tolong ,ambil kan lingeria 5 buah warna nya cari yang cerah untuk istri ku, ...seru ku pada mbak mbak yang menunggu di stand baju tidur.
"Baik , Pak Di tunggu ya ...!
Setelah aku bayar, yang aku minta ,aku kembali ketempat di mana Zahra tadi ku tinggal kan.
"Maaf, Ra Tadi antri...! ..bisikku ketika sudah sampai.
"gak apa apa mas, yang penting sudah kembali.....!ucap Zahra sambil tersenyum manis.
"lo itu apa yang mas bawa..? seru Zahra , sambil mengarah kan telunjuknya ,ke paperbag yang aku bawa.
"ooo ini pesanan ibu tadi, aku hampir lupa ..!
jawab ku sambil garuk garuk kepala yang tidak terasa gatal.
Aku bukan bohong loo, tapi memang tadi ,ibu pesan untuk membelikan Zahra lingeria.
sengaja aku tidak bilang pada Zahra, karena dia pasti nolak, karena memang dia gak pernah memakai pakaian terbuka.
__ADS_1
selesai belanja .
"Ra...... lapar gak ? ucap ku .
Zahra hanya mengangguk kepalanya, sambil tersenyum.
Akhirnya kami sampai di Restoran padang, kesukaan ku.
Ketika kami ,sedang menunggu pesanan ,tiba tiba ada yang memanggil ku dari belakang.
"Hay....Ren ! ... Rupanya lira, teman kuliah ku.
"Hay ...lir.....sedang apa kamu disini, dan sama siapa...?
"Satu satu dong, kalau bertanya ! Aku sedang cari makan siang, dan sendirian aja ....!
"Oh , lir kenal kan ...ini Istri ku Zahra.
" Wow...! . ternyata kamu sudah menikah , kok gak undang undang !!! seru lira,
Akhirnya sajian pun datang,
" Kami duluan, Sudah lapar ni ...! ucap ku.
" Aku gak di ajak gabung, nih ...!!! ucap lira .
"sory...! kalau mau gabung ...silahkan.
Akhirnya ,kami selesai makan ,dan meninggalkan lestoran.
"Lir, kami duluan ya,...! .Maaf kami tinggal.
*****
Keesokan harinya .
Jam setengah 5 ,Azan subuh berkumandang,
"Mas ,bangun sholat subuh dulu .....! Zahra membangunkan ku,
Aku langsung terbangun.dan kulihat Zahra sudah mengenakan perlengkapan sholatnya.
"Ra...Kamu sudah bersih. ...!.ucap ku.
"Sudah mas ! ...Ya ,sudah cepetan nanti waktunya habis, kita sholat jemaah.
Aku pun Buru buru Mandi .dan kami sholat shubuh Bersama.
tepat pukul ,7 pagi selesai sarapan kami siap siap ke bandara , Ayah ,Ibu,Paman dan Bibi
pun ikut mengantar kami KeBandara.
" Kalian berdua jangan lupa , pulang nanti kasih kabar yang bagus untuk kami ya...? dan hati hati, dan kamu Reno ,jaga menantu ibu ....!!!
ucap ibu pada kami.
Pesawat yang kami tumpangi dan akan membawa kami Berbulan Madu ke Negara
"S " Akan lepas landas ,Akhirnya kami ,langsung menuju pesawat yang akan membawa kami.
Setelah kami sampai di dalam pesawat, rombongan yang mengatar Kan kami sudah tak terlihat lagi.
__ADS_1