
Dua minggu berlalu dengan cepat dan Zhuo Fan sudah menyebrangi lautan, dia membunuh banyak Monster yang datang kepadanya dan tidak ada satupun yang dapat menandinginya.
Dari kejauhan Zhuo Fan dapat melihat Monster besar dan perahu kayu yang dinaiki manusia, setelah sekian lama Zhuo Fan akhirnya menemukan seseorang dan dia bergegas kesana.
"Gods bantu aku mencari kelemahannya !" Zhuo Fan meminta saran dari Gods.
(Monster Malapetaka Kraken... memiliki kemampuan regenerasi super cepat, kekuatannya berada di level 310 dan disarankan agar Master langsung menghancurkan kepalanya.)
"Bagus... setelah selesai gabungkan kekuatannya kedalam Skill Ultimate Cahaya." Zhuo Fan melesat seperti roket dan menuju kearah Kraken.
Zhuo Fan melemparkan bola hitam dan ukurannya tiba-tiba membesar, bola itu seperti pusaran ruang yang menembus kepala Kraken. Darah menyembur dan bercampur dengan air laut, Zhuo Fan berpijak diatas tubuh Kraken dan levelnya naik menjadi 380.
Zhuo Fan melompat keatas Kapal dan mereka semua terlihat ketakutan. Zhuo Fan memperhatikan pakaian mereka yang terlihat sangat primitif, tapi dia mencoba untuk berbicara baik-baik.
"Kalian tidak perlu khawatir... Monster itu sudah mati dan aku tidak memiliki niat buruk kepada kalian berdua." Kata Zhuo Fan sambil mengangkat tangannya.
"Terimakasih." Mereka berdua membungkuk dan berterimakasih.
__ADS_1
Mereka adalah sepasang suami istri yang bernama Meng Hu dan Wu Die, tentunya mereka saling memperkenalkan diri dan Zhuo Fan merasa bisa lebih akrab dengan mereka sekaligus menggali informasi tentang pulau baru ini.
Walaupun tempatnya banyak sekali orang kuat dan teknologi yang sangat canggih tapi tidak banyak yang berani berpergian seperti Zhuo Fan, alasannya sangat jelas karena banyak Monster yang dapat memukul mundur mereka.
Apalagi berbicara mengenai menyebrang lautan yang luas, Monster laut dalam jauh lebih sulit dilawan dan mendeteksi keberadaannya sangatlah sulit. Kemungkinan besar hanya Zhuo Fan seorang yang dapat mencapai tempat ini dengan kekuatannya sendiri.
"Apakah kalian penduduk Pulau itu ?" Zhuo Fan bertanya sambil menunjuk pulau yang tidak jauh dari tempatnya.
"Benar sekali... kami adalah Penduduk Desa biasa." Jawab mereka berdua dengan jujur.
"Kalau begitu bisakah aku singgah dan tinggal beberapa hari disana ?" Tanya Zhuo Fan dengan sopan.
"Aku tidak akan berbuat macam-macam." Zhuo Fan terlihat bingung dengan melihat ekspresi mereka berdua.
Akhirnya mereka memutuskan kembali ke desa dan sesuai dengan tebakan Zhuo Fan, tempat mereka tidak lebih dari sekedar rumah kayu dan ratusan penduduknya 90 persen terdiri dari wanita.
Pekerjaan masih dilakukan secara manual dan Zhuo Fan menjadi pusat perhatian. Zhuo Fan mulai banyak berinteraksi dengan mereka dan setelah dua hari dia mulai akrab.
__ADS_1
Zhuo Fan duduk santai berteduh dibawah pohon dan seorang Gadis cantik berlari kearahnya sambil membawa keranjang buah. Namanya adalah Meng Die dan Putri dari pasangan suami istri yang sebelumnya dia selamatkan.
"Tuan Zhuo... aku baru saja memetik buah segar ini, apakah Anda mau mencobanya ?" Tanya Meng Die dengan antusias.
"Boleh." Zhuo Fan mengambilnya dan menyuruh Meng Die untuk tinggal, "Ini sangat enak... tapi kenapa aku tidak pernah melihat Penguasa tempat ini ?"
"Penguasa hanya datang sesekali dan hanya mengambil tumbal untuk dia makan." Jawab Meng Die dengan gelisah.
Zhuo Fan tersedak dan sangat terkejut, "Makan... sebenarnya siapa Penguasa ini ?"
Meng Die melihat sekelilingnya dan berbisik, "Divine Monster Ular Berkepala tiga... Armando, dia adalah Penguasa wilayah selatan pulau ini. Jika kita ingin bertahan hidup maka setiap bulannya warga desa harus memberikan dua orang kurban, mungkin dua hari lagi adalah pertemuan terakhir kita."
"Kau salah satunya ?" Tanya Zhuo Fan dengan serius.
"Ya." Meng Die tersenyum namun Zhuo Fan tahu kalau dia sebenarnya ketakutan dengan tangan yang gemetar.
Zhuo Fan menghela nafas dan sekarang dia paham mengapa Ayah dan Ibu Meng Die sangat cemas waktu itu. Faktanya ada rahasia yang tidak menyenangkan di Desa ini, sepertinya dirinya sendiri harus ikut campur dan bertarung dengan Ular Berkepala tiga Armando.
__ADS_1
Perilakunya cukup buruk untuk seukuran Monster yang memiliki kesadaran. Terlebih Zhuo Fan tidak tega melihat Manusia menyerahkan dirinya sebagai makanan untuk Monster yang kejam.
"Kau adalah Gadis yang baik... aku yakin kau akan hidup lebih lama. Jangan khawatirkan hal apapun dan nikmati saja hidupmu, jika kau menginginkan sesuatu maka katakan saja... aku bisa mengabulkannya untukmu !" Kata Zhuo Fan yang bermaksud untuk menghibur Meng Die.