
Meng Die tidak mengharapkan apapun dan semua kebaikan yang dia terima dari semua orang sudah cukup untuknya. Dipulau ini tidak hanya Armando seorang yang berkuasa, masih ada Harimau Putih dan Burung Valhala yang kekuatannya dapat disetarakan dengan Armando.
Zhuo Fan tidak tahu pasti namum wajar saja bagi orang-orang desa seperti mereka tidak berani melawan. Banyaknya Gadis dan sedikitnya Pria pasti memang sudah direncanakan sejak awal agar tidak terjadinya kerusuhan, namun setelah dia tahu masalah ini maka Zhuo Fan tidak akan membiarkannya begitu saja.
Setelah dua hari perayaan kedatangan sang Penguasa Armando dimulai, Meng Die dan temannya duduk diatas sebuah Batu dan setelah malam harinya Zhuo Fan merasakan kehadiran monster kuat yang datang.
Zhuo Fan menyembunyikan hawa keberadaan dirinya dengan Skill Stealth dan untuk sementara waktu mengamati situasi. Ular Berkepala Tiga Armando menunjukan sosoknya dan raungannya menggema hingga memaksa semua orang untuk berlutut.
(Master dapat menyerang kapanpun... levelnya hanya 300 dan sama sekali bukan tandingan Master. Tapi jangan remehkan pertumbuhan Monster Divine, mereka adalah Monster yang terbentuk dari berkah para Dewa.)
Dari penilaian Gods yang tepat Zhuo Fan dapat mengambil satu kesimpulan, pertumbuhan kekuatan Monster yang menyandang gelar Divine bukan sesuatu yang dapat dianggap remeh.
Mungkin jika Zhuo Fan menjinakkannya itu akan bagus, namun sebaliknya untuk kali ini Zhuo Fan tidak mau melakukannya. Armando terlalu kejam dan licik, akan menjadi masalah jika suatu hari dia lepas dari pengawasannya dan Zhuo Fan sudah bertekad untuk membunuhnya.
"Kalian para Ternak sangat berbakti... dengan dua persembahan ini sudah membuatku sangat puas, suruh mereka masuk kedalam Gua milikku sekarang !" Kata Armando dengan suara yang keras.
__ADS_1
Meng Die dan temannya masuk kedalam hutan dan Zhuo Fan diam-diam mengikutinya, setelah mengikutinya beberapa waktu Zhuo Fan akhirnya menemukan mulut gua bawah tanah yang cukup besar dan banyak mayat tengkorak yang semuanya gadis berserakan diluar Gua.
Mereka berdua masuk kedalam sedangkan Zhuo Fan menunggunya didepan Gua. Armando sangat terkejut melihat keberadaan Zhuo Fan yang berdiri didepan Gua.
"Siapa kau ?" Teriak Armando dengan penuh kemarahan.
"Siapa aku itu tidak penting... bisa dikatakan aku adalah malaikat maut yang menginginkan hidupmu ?" Zhuo Fan menatap dengan dingin.
Armando dapat merasakan kalau Zhuo Fan ini sangat kuat, dia tiba-tiba menyemburkan asap beracun dan gelombang cahaya mendorongnya kembali tanpa adanya perlawanan.
Area yang terkena racun dari Armando semuanya layu dan kering. Dalam sekejap semuanya berubah menjadi tanah tandus dan Zhuo Fan sama sekali tidak khawatir.
Tentakel kegelapan keluar dari dalam tanah dan menjerat tubuh Armando, Petir hitam yang ganas menyambar dan meledakan salah satu kepalanya.
"Ingin kabur... bukankah kau sangat suka memakan manusia dan menganggapnya sebagai hewan ternak. Sekarang aku disini dan aku akan memotongmu kecil-kecil dan membagikan dagingmu untuk dimakan oleh mereka !" Kata Zhui Fan dengan dingin.
__ADS_1
"Aku tidak pernah mengganggumu." Teriak Armando dengan panik.
"Ya... tapi kau mengganggu kaumku, jika kau berpikir yang kuat bisa memangsa yang lemah maka kau akan mati hari ini dengan cara pikirmu itu. Karena aku lebih kuat darimu maka sudah sewajarnya aku memangsamu !" Zhuo Fan menurunkan tangannya dan tujuh Pedang cahaya terbentuk diatas langit.
Tujuh Pedang itu menusuk tubuh Armando dan menembus setiap bagian vitalnya. Zhuo Fan mengambil Inti Armando dan menghancurkannya dengan cepat seperti pecahan kaca.
"Satu sudah mati dan ini akan menarik perhatian yang lainya, tapi jika mereka datang aku akan membunuh semuanya atau menjinakkannya." Kata Zhuo Fan sambil mengepalkan tangannya.
(Selamat level kekuatan Master Naik menjadi 410, Skill sudah disalin dan bergabung dengan Absolut Counter. Tubuh Master sekarang kebal dengan racun apapun, serangan Petir Hitam memiliki atribut racun didalamnya.)
"Setidaknya aku mendapatkan Skill yang berguna dan level kekuatanku mulai mendekati mereka, aku penasaran berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuatku bisa melawan para Dewa." Zhuo Fan berbalik dan masuk kedalam Gua.
Disana Meng Die dan temannya terlihat gelisah dan duduk dibatu yang panjang, Zhuo Fan menyentuh pundak mereka dan membuatnya sangat terkejut.
"Hahaha... kalian berdua tidak perlu khawatir, ini adalah aku !" Kata Zhuo Fan sambil duduk di kursi tulang milik Armando.
__ADS_1
"Kenapa Tuan Zhuo ada disini ?" Tanya Meng Die dengan panik.
"Sekarang pergi keluar dan katakan kepada Penduduk Desa, Armando sudah mati ditanganku dan Desa kalian berada dibawah perlindunganku." Kata Zhuo Fan dengan jujur.