
Setelah mereka sampai dipegunungan Manas dan Lucifer mulai menggila, semua Grifon yang menyerang mereka dibunuh tanpa ampun dan Zhuo Fan hanya menunggu mereka sampai selesai.
Sejujurnya Zhuo Fan merasa sedikit kaku karena tidak turun tangan langsung, namun Manas tidak mengijinkannya jika tidak mereka akan menganggap diri mereka sebagai Pelayan yang kompeten.
Setelah mendapatkan Skill yang dia inginkan semuanya bergabung kedalam Skill Ultimate Cahaya, Zhuo Fan berjalan diatas udara dan memungkinkannya untuk terbang tanpa adanya sayap atau alat bantu lainya.
Manas mengirimkan pesan melalui Telepati, "Master... kami menemukan banyak bahan tambang yang cukup bagus di Gunung ini !"
"Tetap disana dan aku akan datang." Zhuo Fan meminta Yu Wen dan Livia tetap di Kapal.
Segera dia pergi untuk melihatnya dan disana Zhuo Fan melihat banyak Metal Adamatium yang tertanam didalam tanah. Menurut penilaian Gods Metal ini adalah salah satu yang terkuat dan merupakan bahan bagus untuk membangun Benteng Besi ataupun robot petarung.
"Kerja bagus... aku yakin seluruh Gunung ini pasti terdapat banyak Metal Adamatium, jika aku menjualnya di Kota Besi maka pendapatan akan terus bertambah dan meningkatkan keamanan Kota juga penting. Untuk sekarang kita akan menetap beberapa hari disini, kalian bisa istirahat di Kapal dan aku akan kembali terlebih dahulu." Kata Zhuo Fan dengan santai.
Mereka berdua memberi hormat dan Zhuo Fan menghilang dari tempatnya dan digantikan oleh Iblis lain. Zhuo Fan melakukan pertukaran tempat dan muncul di Gedung Utama Asosiasi Hunter, dia bergegas ke ruangan Qing Lin dan mulai bernegosiasi.
__ADS_1
Qing Lin melihat kedatangan Zhuo Fan dan tersenyum, "Kau kembali... apakah sudah selesai ?"
Zhuo Fan duduk dan berkata, "Bagaimana mungkin bisa secepat itu, aku kembali karena ingin mendengar situasi Kota darimu dan ada hal lain yang ingin aku bahas."
Qing Lin membuatkan Zhuo Fan teh dan duduk disampingnya, "Hal apa ?"
"Aku ingin meminta kau mengurus Warp Portal karena aku menemukan Metal Adamatium dan kemungkinan hampir diseluruh Gunung. Ini adalah bisnis yang bagus dan Kota Besi pasti akan tertarik, dengan semua uang itu kita bisa meningkatkan Kota Perlindungan dalam hal pertahanan." Kata Zhuo Fan dengan jujur.
"Itu sangat bagus... kita juga tidak kekurangan alat ataupun tenaga kerja, tapi ini akan membutuhkan modal yang besar dan aku merasa tidak enak karena kau adalah orang yang menemukan tempat itu." Kata Qing Lin dengan jujur.
"Terimakasih... kau sudah memberikan banyak pengorbanan dan kontribusi tanpa meminta imbalan. Namamu mungkin akan tercantum disejarah dan apakah sudah waktunya untuk membuat patung Pahlawan kedua ?" Qing Lin menunjukan rasa terimakasihnya dengan tulus.
Zhuo Fan memang tidak ingin campur tangan dalam masalah pengaturan, tetapi dia selalu peduli dan memberikan saran yang tepat ketika semua orang sedang kesulitan. Pada saat krisis terjadi dia selalu selangkah lebih maju untuk menanganinya, tanpanya Kota Perlindungan akan hancur sejak lama dan Qing Lin berterimakasih untuk segalanya.
"Jangan melakukan hal mengerikan itu atau aku akan benar-benar marah kepadamu. Spirit Star Sword Min Jae adalah Pahlawan yang aku kagumi tapi aku tidak meneruskan jejaknya." Kata Zhuo Fan dengan tegas.
__ADS_1
Gelar dari seorang Pahlawan tidaklah cocok untuk Zhuo Fan. Baginya seorang Pahlawan harus siap mati demi menyelamatkan semua orang, dalam khasusnya Zhuo Fan adalah orang egois yang hanya peduli dengan Keluarga dan rekannya.
Jika Zhuo Fan diposisi Min Jae waktu itu maka dari pada dia harus mengusir tiga Monstet Malapetaka sekaligus dan masuk kedalam jebakan musuh yang dirinya sendiri sudah tahu kalau dia tidak akan selamat, Zhuo Fan akan memilih untuk lari dengan menyelamatkan Keluarganya.
Tindakannya mungkin akan dianggap sebagai pengecut namun Zhuo Fan tidak akan menyesali keputusannya. Dirinya yang sekarang bukan serigala penyendiri seperti dulu, sekarang dia memiliki bawahan, pasangan dan teman-teman yang harus dia lindungi.
Sekalipun Zhuo Fan harus dianggap sebagai orang jahat dan seluruh dunia mengutuknya maka dia sangat siap menerimanya. Dirinya sendiri memiliki sisi egoisnya, namun jika dirinya berdiri dipuncak hingga tidak ada satupun orang ataupun Monster yang dapat menandinginnya maka Zhuo Fan bersedia mengemban tanggung jawab sebagai Pahlawan.
"Aku mengerti dan hanya bercanda... aku akan meminta orang untuk mengurusnya." Kata Qing Lin sambil menghubungi bawahannya.
Zhuo Fan mengangguk dan tersenyum, tangannya menyentuh paha Qing Lin dan mendekatkan wajahnya. Qing Lin mendorong Zhuo Fan dan dia sedang sibuk berbicara dengan bawahannya melalui alat komunikasi.
Zhuo Fan tidak berniat untuk melepaskannya begitu saja, bibirnya mencium leher Qing Lin dan menekannya. Qing Lin menggigit bibirnya dan menahan sensasi aneh yang Zhuo Fan berikan, segera dia mematikannya dan memasang ekspresi yang tidak senang.
"Kau itu kenapa... bagaimana jika bawahanku mendengarnya ?" Teriak Qing Lin dengan kesal.
__ADS_1
"Biarkan saja... sudah waktunya kau membayar semua hutangmu kepadaku." Zhuo Fan sedikit bersemangat dan segera bercinta dengan Qing Lin dengan penuh nafsu.