
Zhuo Fan terus membunuh Monster dalam jumlah yang besar, setiap harinya kekuatannya meningkat dengan drastis dan saat ini dia mencapai level 500 dengan kemampuan yang lebih gila.
Dari kejauhan Zhuo Fan dapat merasakan kekuatan sihir yang sangat dahsyat, seekor Burung Petir keluar dari atas langit hitam dan perlahan berubah menjadi bentuk setengah Manusia Burung.
(Sang Raja Langit Thunder Phoenix Ling Wu... Monster yang tingkatannya dapat disamakan dengan Raja Naga Air dan Raja Naga Api dengan level kekuatan 600. Penguasaan Angin dan Petir berada ditingkat yang mengerikan, saat ini perhatiannya tertuju kepada Master dan pertarungan tidak mungkin dihindari.)
Kedua Sayapnya terbuka dan sambaran Petir yang kuat melesat lurus kearah Zhuo Fan, pusaran hitam melahapnya dan meniadakan serangan Phoenix dengan mudah. Petir Hitam Zhuo Fan menjadi lebih kuat dan walaupun terdapat perbedaan level 100 namun kesempatan menang masih ada.
"Jadi begitu... Dewa Elemen... utusan atau Dewa itu sendiri yang datang ?" Tanya Ling Wu dengan dengan dingin.
Zhuo Fan terbang dan mereka saling berhadapan, "Manusia yang merangkak seperti Dewa."
"Aku merasakan bau yang menjijikan darimu seperti mereka. Terlebih kenapa bisa ada kekuatan Leviathan didalam dirimu, bisakah kau mengatakannya dengan jelas ?" Tanya Ling Wu dengan penuh niat membunuh.
"Tubuh Leviathan dihancurkan oleh keberadaan Fragmen Gods, aku sudah berjanji kepadanya untuk membantunya pulih. Kelihatannya situasimu juga sama seperti Leviathan dan Feil, bagaimana jika kau membantuku melawan Dewa itu ?" Zhuo Fan mengajukan penawaran.
"Hahaha... melawan dengan kekuatan lemahmu itu, bahkan dengan utusan mereka saja kau tidak akan sebanding. Dewa Elemen tetaplah Dewa Elemen... sekalipun kau memiliki cahaya dan kegelapan itu tidak akan melampaui mereka. Tidak... bahkan jika kau melawanku sekarang kau tidak akan mampu !" Kata Ling Wu dengan bangga.
"Yah... bagaimana jika kau mencobanya sekarang !" Zhuo Fan mengaktifkan Skill Transformasi Gods dan melesat kearah Ling Wu.
__ADS_1
Zhuo Fan berputar-putar dan Petir hitam yang mengerikan membuat Ling Wu sangat terkejut dibuatnya. Ling Wu menahan Zhuo Fan dengan sayap petir yang kuat, namun energi kematian mengikis tubuhnya dan kegelapan yang pekat menguras energinya.
"Cukup." Ling Wu meminta Zhuo Fan berhenti, "Kenapa kau bisa menggunakan kemampuan Dewa Penguasa Kematian ?"
"Kenapa juga aku harus mengatakannya kepadamu, jadi bagaimana... apakah kita akan lanjut ?" Zhuo Fan tidak takut dan masih ingin bertarung.
"Mari hentikan dan mulai berbicara... Ikuti aku !" Ling Wu terbang lebih tinggi dan Zhuo Fan mengikutinya.
Dibalik awan hitam yang menutupi daratan terdapat pulau melayang yang menjadi tempat tinggal Ling Wu, disana terdapat sebuah penghalang energi yang sangat kuat dan pantas saja Zhuo Fan tidak dapat merasakan keberadaan Pulau ini.
Mereka masuk kedalam dan pergi sebuah pohon besar, disana Zhuo Fan merasakan energi sihir yang sangat luar biasa kuat dan tidak sedikit kristal sihir yang terbentuk secara alami dengan karakteristik Thunder Phoenix.
"Aku hanya menginginkan kehidupan yang damai dan itu saja tujuanku, namun Raja Naga Api tiba-tiba datang dan memberikan kebenaran ini. Lawan ini bukan sesuatu yang sederhana, aku butuh informasi yang jelas tentangnya dan pengetahuanku tentang Dewa sama sekali tidak berguna." Jawab Zhuo Fan dengan jujur.
"Raja Naga Api Feil... dia memiliki kemampuan dimana Apinya dapat membakar apapun. Tapi sifatnya tidak terlalu bagus dan aku harap dimasa depan kau berhati-hati dengannya, untuk sekarang aku akan memberikanmu pengetahuan asal dari para Dewa sekaligus tingkatan mereka." Ling Wu menjelaskan semua yang dia pahami kepada Zhuo Fan.
Sosok Dewa dibagi menjadi dua yaitu Dewa Elemen dan Dewa Takdir, cahaya dan kegelapan Zhuo Fan berasal dari Dewa Elemen. Sedangkan Penguasa Kematian berasal dari Dewa Takdir yang memiliki hak atas energi kematian.
Perang para Dewa waktu itu melibatkan semuanya dan membuat semua Dewa Elemen mati, beberapa Dewa Takdir mungkin masih bisa melarikan diri dan bersembunyi. Namun sayangnya sang Dewa Takdir Primordial Chaos memiliki kekuatan atas kekacauan terlalu kuat.
__ADS_1
Zhuo Fan mulai memahami siapa musuhnya sekarang, Dewa Primordial Chaos memiliki level kekuatan tertinggi yaitu level 999 dan tujuannya adalah melampaui batasannya. Ada tiga utusan Dewa yang berada di pihaknya dan semuanya sangat kuat.
"Sekarang kau sudah tahu seberapa kuat musuhmu yang sebenarnya. Sekalipun kita bekerjasama itu akan sulit mengalahkannya, masih memiliki minat untuk bertarung ?" Ling Wu berniat memastikan keteguhan hati Zhuo Fan.
"Tidak ada pilihan untuk menyerah... bertarung itu lebih baik dari pada mati. Bahkan sekalipun aku harus mati maka aku akan membawanya bersama denganku ke Neraka." Jawab Zhuo Fan dengan tegas.
Ling Wu harus mengakui bahwa Zhuo Fan memiliki keberanian yang layak mendapatkan pujian. Lagi pula dia juga berada diposisi yang buruk sekarang, kesempatan ini tidak datang dua kali dan bekerjasama dengan Zhuo Fan mungkin juga bukan hal yang buruk.
"Kalau begitu aku setuju bekerjasama denganmu tapi aku tidak berniat menjadi Pelayan ataupun Budak. Jika kita benar-benar bisa menang aku hanya meminta satu hal kepadamu, dimasa depan tidak boleh ada gesekan diantara kita. Bagaimana menurutmu ?" Tanya Ling Wu yang mengajukan persyaratannya.
"Selama kau bisa berjanji tidak mengamuk atau membunuh manusia secara membabi-buta maka aku pasti tidak akan bergerak." Jawab Zhuo Fan degan tegas.
"Kalau begitu kita sepakat... lakukan apapun yang kau mau disini." Ling Wu percaya dengan Zhuo Fan dan memutuskan untuk mendukungnya.
Zhuo Fan menyerahkan perawatan Leviathan kepadanya, seharusnya Ling Wu lebih paham akan masalah ini dan menciptakan kekuatan tempur yang besar juga bukanlah hal yang buruk.
Zhuo Fan turun kebawah dan melanjutkan perburuannya, sesekali dia mengumpulkan Kunci Gate dan masuk kedalamnya tanpa pikir panjang. Bahkan Ling Wu juga memiliki banyak Kunci Gate Rank Malapetaka dan ini memudahkan Zhuo Fan untuk meningkatkan levelnya.
Sekarang dia hanya perlu berburu dan terus berburu untuk mempersiapkan perang yang akan datang. Tidak peduli berapa lama waktu yang dia butuhkan dalam prosesnya, Zhuo Fan tidak akan membiarkan Dewa itu membuat kehancuran besar.
__ADS_1