1001 Cerita Horor

1001 Cerita Horor
Arak-Arakan Mayat


__ADS_3

Aku Joni, seorang karyawan BUMN di Karawang, umurku 30 tahun. suatu pagi aku bangun dan sarapan bersama keluarga, kami memang sudah membudayakan untuk makan bersama, setelah sarapan maka aku langsung bersiap-siap berangkat kerja dan mengantar seorang anakku yang masih duduk di bangku SMP yang sekolah itu milik perusahaan aku bekerja. aku kecup kening istriku, anakku mencium tangan ibunya dan kami berpamit untuk berangkat. sama seperti pagi-pagi biasanya kami berangkat dengan penuh semangat.

__ADS_1


Sesampainya di sekolah anakku, dia langsung pamit kepadaku dan masuk ke dalam sekolahnya sedangkan aku kembali melanjutkan perjalanan menuju perusahaan. saat sesampainya di perusahaan, aku langsung melakukan absen dan menuju tempat kerja. saat di tempat kerja aku langsung menyalakan komputer dan menyalakan laptop pribadiku, ya saat itu pekerjaan sedang sangat amat banyak. tak terasa sudah saatnya jam istirahat. aku turun ke kantin dan berkumpul dengan teman-teman, saat mengobrol kata salah seorang temanku yang memang 1 perumahan denganku kalau seorang orang tua yang sangat tua di lingkungan kita itu meninggal semalam. menurut keterangan tetangga, beliau meninggal karena serangan jantung. "ah sudahlah, wajar seperti itu" ucapku dalam hati, namun temanku itu bilang "padahal dia enggak punya riwayat jantung!". namun aku tidak terlalu memikirkannya karena mungkin bisa saja karena faktor usia. saat waktu istirahat sudah habis maka kami kembali ke tempat masing-masing untuk kembali melanjutkan pekerjaan.

__ADS_1


Ketika bel tanda waktu pulang sudah tiba alias sudah pukul 16:30 maka aku langsung menuju sekolah anakku yang hari itu ada ekskul sehingga pulang sore. "pas!" ucapku dalam hati karena aku sampai di sekolah tepat saat anakku sudah waktunya pulang, dia langsung naik mobil dan salim kepadaku kemudian kita langsung menuju rumah. saat sampai di lingkungan perumahan aku melihat rombongan mengarak mayat, "siapa yang meninggal?" namun anakku bilang "emang ada?" lalu aku jawab "ada, itu liat di depan". namun aku terkejut, dia mengatakan "gak ada apa-apa pah". aku langsung gugup, saat aku masuk ke gang untuk ke rumah aku lagi-lagi melihat arakan mayat tapi saat aku tanya ke anakku dia tetap mengatakan "gak ada apa-apa pah" bahkan kali ini dia bilang "papah gak usah bikin aku takut, aku bukan anak kecil pah!". lalu aku berusaha tenang sebisa mungkin. aku belok ke kiri dan ada lagi! "kalau aku bilang, anak juga gak akan percaya mungkin halusinasi, lanjutkan saja lah!" pikirku dalam hati, aku tetap ngegas walau jalan itu hanya 1 arah sehingga aku dan arakan mayat itu saling berpaprasan. "PAH!!!!" anakku teriak, "Itu ada arakan mayat kok malah ngegas sih!". aku langsung ngerem mendadak dan terkejut anakku mengatakan itu ada arakan mayat. aku hanya menjawab "iya de, papah minggir disini aja biar rada luwas" bela ku.

__ADS_1


aku menceritakan hal tersebut ke istriku, dan kata istriku seorang kakek-kakek yang sudah sangat tua di perumahan ini meninggal malam tadi di rumah sakit karena serangan jantung padahal keluarga menuturkan bahwa beliau tidak memiliki riwayat jantung sama sekali sejak muda. entahlah arak-arakan mayat yang berkali-kali aku lihat itu siapa, namun kejadian ini mengingatkan dan memberi pelajaran kepadaku bahwa kematian akan datang menjemput siapapun, dimanapun, kapanpun dengan cara apapun.

__ADS_1


***SELESAI***

__ADS_1


__ADS_2