1001 Cerita Horor

1001 Cerita Horor
Dicekik oleh Gendruwo


__ADS_3

 Kantor tempat Pak Ashury ada di sekitar Stadion Sepak Bola Mandala Krida Yogyakarta, dulunya adalah bekas kebun yang luas dan kalau mendengar penuturan Pak Ashury, dulu karena kebun kosong dan luas, pernah menjadi tempat membuang korban-korban pembunuhan, karena sepi, rimbun dan areanya cukup luas. Jadi adalah hal-hal yang wajar kalau ada penampakan atau kejadian-kejadian aneh yang terjadi di kantor Pak Ashury bekerja.


Pak Ashury juga sering mendapat giliran piket jaga kantor, kata beliau sudah biasa kalau ada suara orang seperti mengetik dari kamar kerja karyawan, walaupun tidak ada orang yang lembur. Juga pernah beliau tidur-tiduran di halaman depan kantor yang biasanya digunakan untuk Upacara. Pak Ashury iseng-iseng saja tidur-tiduran di sana, katanya sih enak karena lantainya hangat (mungkin karena langsung kena sinar matahari sebelumnya). Saat tidur-tiduran itu, beliau merasa ada yang ikut menemani dia tidur di halaman itu. Tapi beliau tidak merasa terganggu, karena memang menyadari kalau di halaman itu memang tempat kumpulnya MG di kantor beliau. Prinsipnya beliau, kalau tidak mengganggu, tidak masalah. (mungkin malah Pak Ashury yang mengganggu kali ya..ha..ha…)


Selain digunakan untuk aktivitas bekerja kantoran, kantor itu juga digunakan untuk tempat pelatihan (kalau nggak salah berkaitan dengan pertanian). Ada salah satu peserta pelatihan yang memiliki kemampuan melihat MG, mengatakan kepada Pak Ashury, kalau selain tempatnya adem, juga ternyata banyak “yang tinggal” di daerah kantor itu (maksudnya yang kasat mata). Lalu Pak Ashury pura-pura bertanya, dimana saja yang paling banyak dilihat oleh peserta itu. Ternyata peserta itu menunjukkan di halaman yang biasa digunakan untuk upacara, dan satu tempat di kebun samping (lupa pohonnya apa), yang melihat seperti banyak arwah-arwah yang belum sempurna yang minta didoakan (mungkin bekas korban-korban pembunuhan zaman dulu sebelum digunakan sebagai tempat kantor). Pak Ashury percaya apa yang dikatakan peserta itu, karena banyak juga dari tamu lain yang memiliki kemampuan, yang pernah berkunjung ke kantor itu, mengatakan hal yang hampir sama. Juga selain dari piket yang jaga, juga dari masyarakat sekitar atau orang yang lewat, terkadang pernah melihat penampakan kereta yang ditarik dengan 2 kuda (kereta model kerajaan) yang sedang berjalan di halaman sekitar kantor di waktu tengah malam.

__ADS_1


Nah ini kejadian yang pernah terjadi dialami oleh keponakan dari teman Pak Ashury, katakanlah Pak Tanu (Samaran) . Pak Jirih bertugas dengan Pak Tanu malam itu. Tetapi karena Pak Jirih berhalangan, dan tidak ada yang bisa menggantikan, akhirnya Pak Tanu mengajak keponakannya untuk menemaninya, bukan karena takut, tapi kalau ada temannya kan bisa diajak ngobrol, dari pada ngomong sama tembok. Dan kebetulan keponakannya juga tidak ada acara untuk besok paginya.


Setelah memeriksa keadaan sekitar kantor dan memastikan semua pintu terkuci dan lampu-lampu dalam ruang kerja di matikan. Berdua lalu kembali ke Pos Jaga. Kira-kira pukul 00.30 WIB, karena dianggap sudah cukup untuk berjaga, maka diputuskanlah untuk beristirahat.


Karena di Pos Jaga hanya ada 1 tempat tidur, maka keponakannya memilih untuk tidur di ruang tamu di dalam kantor, yang ada tempat duduk panjang. Lampu-lampu di ruang tamu pun dinyalakan oleh keponakannya, kemudian karena belum mengantuk si keponakan menyalakan TV yang ada dan menyalakan rokoknya, sambil menunggu kantuk datang. Setelah kantuk datang dan rokok sudah habis, lalu TV dimatikan, dan merebahkan diri di kursi panjang.

__ADS_1


Pak Tanu kebetulan saat itu belum tidur, dan ada panggilan alam (pipis), lalu segera dia masuk ke ruang tamu, karena kamar mandi ada di dalam. Dan saat masuk ke ruang tamu, terkejutlah dia, karena melihat badan si keponakan bergerak-gerak dengan liar, mata terbuka, lidah keluar dari mulutnya, napas terengah-engah, dan kedua tangan seperti hendak melepas sesuatu dari lehernya.


Segera Pak Tanu mendekati dan menguncang tubuh dan menampar muka keponakannya. Alhamdulillah si keponakannya segera sadar dan bangun dengan tubuh yang berkeringat dan napas yang terengah-engah. Setelah diberi minum air putih oleh Pak Tanu dan agak tenang, baru si keponakan menceritakan apa yang terjadi dan dia alami. Pak Tanu yang mendengar itu pun, memaklumi, karena keponakannya baru sekali ke sini, dan sebenarnya ini hanya perkenalan dari MG di kantor. Tapi karena mungkin keponakannya tidak sopan karena menyetel TV dengan keras, mungkin ada yang terganggu dan tidak suka.


Akhirnya Pak Tanu dan keponakannya kembali ke Pos Jaga, sang keponakan lebih merasa aman kalau ada Pak Tanu. Ya pastilah dia trauma dengan kejadian yang baru saja dialami dan selanjutnya mereka beristirahat di pos jaga sampai pagi harinya. Dan sejak saat itu keponakan Pak Tanu tidak mau lagi ikut kalau disuruh nemanin beliau untuk piket jaga.

__ADS_1


**SELESAI**


__ADS_2