99 Days Looking For True Love

99 Days Looking For True Love
chapter 26


__ADS_3

" Walaupun jarak memisahkan kita. Namun jika kita telah di takdirkan untuk bersama walaupun selalu ada penghalang diantara kita. Kita akan menemukan jalan untuk tetap bersama."


// 99 days looking for true love //


Setelah selesai makan yoongi mengantar Hyun ji pulang sampai rumahnya.


" Besok aku jemput yaa?" Ujar yoongi yang membukakan pintu mobil untuk Hyun Ji.


" nee " Senyuman yang membuat yoongi ingin memilikinya.


" Jangan Tersenyum ?" Sahut yoongi membuat Hyun ji terheran-heran.


" Kenapa?" Tanya Hyun ji.


" Karena kau itu terlalu manis?" Ujar yoongi yang mukanya sudah memerah karena malu.


" Yasudah aku pulang dulu nee?" Sahut yoongi.


" Apa kau tidak mau mampir dulu?" Tawar Hyun ji.


" Tidak! Lain kali saja ya ?" Ujar yoongi lalu masuk ke dalam mobilnya.


" Yasudah hati-hati di jalan Oppa?" Lagi-lagi Hyun Ji menampilkan personanya.


" Uh " yoongi memegang dada kirinya. Lalu melakukan mobilnya.


" Hyun ji "


Kini yoongi telah sampai di depan rumahnya. Namun tiba-tiba seseorang menelpon yoongi.


" Iyh " jawab yoongi.


" Tentu ?"


" Baiklah "


Tut


Kini yoongi kembali melajukan mobilnya ke arah kantor suga karena tadi asisten Suga mengatakan jika yoongi di panggil untuk mengikuti rapat.


Skip


Yoongi sangat bingung mengapa dia di panggil ke kantor.

__ADS_1


" Annyeong haseyo " ujar yoongi membungka. Badannya agar terlihat lebih sopan.


" Marilah ?" Sahut Suga.


" Perkenalkan ini adalah Tuan Oh kang woo yang akan menjadi fatner bisnis kita." Ujar Suga . " Dan Tuan Oh ini adalah putraku Namanya Min yoongi." Yoongi yang di perkenalkan oleh Ayahnya akhirnya benjabat tangang Tuan Oh.


" Senang berkenalan dengan anda?" Sahut yoongi kepada tuan Oh kang woo.


" Hemm tentu " sahut Tuan Oh.


" Mari?"


Akhirnya Meating pun di mulai. Kini mereka sedang membahas tentang rencana untuk memproduksi foundation cair yang dapat menutup sempurna di wajah tanpa ada celah.


Yoongi walaupun ia belum belajar apapun namun karena kecerdasannya ia kini sedang memperesetasikan pendapatnya di Depan Tuan Oh. Tuan Oh sangat terkejut bukan main dengan yoongi dia berandai jika yang di depannya itu adalah putranya. Namun apalah daya putranya hanya fokus pada karirnya sebagai Atlet.


Prok prok prok


" Selamat kita telah resmi bekerja sama " ujar Tuan Oh yang puas dengan presentasi yoongi.


Di sisi lain di tempat Sehun.


Clek


" Selamat datang Tuan ?" Ujar pelayan.


" Di mana Sehun " sahutanya mencari sekeliling.


" Dia belum pulang tuan?" Jawab pelayanan.


" CK anak itu ?" Ujar Tuan Oh yang merasa kesal.


1 jam kemudian.


" Akhirnya kau pulang juga " suara berat yang Sehun dengar di belakangnya.


" Oh Daddy! Apa kau menungguku?" Tanya Sehun.


" Jika bukan kau lalu siapa?" Sahut Tuan Oh.


" Ada apa kau sampai menunggu ku?" Sahut Sehun dengan lantang.


Plak

__ADS_1


Tamparan mendarat lurus di pipi Sehun.


" Apa seperti itu kau bicara kepada ayahmu?" Sahut Tuan Oh.


" Maaf " tangan Sehun sudah mengepal kuat.


" CK dasar tidak berguna!! Seharusnya kau berteman dengan Min yoongi. Bukankah dia itu Kaka kelasmu?" Sahut Tuan Oh.


" Untuk apa aku berteman dengannya?" Sahut Sehun.


" Tentu saja untuk belajar agar kau bisa seperti dia yang bisa menjadi penerus ku?" Sahut Tuan Oh.


" Cukup Daddy. Sebegitu pentingnya kan perusahaan di banding anakmu sendiri." Ujar Sehun yang sudah meluap.


" Daddy selalu membanding-bandingkan ku denga orang lain. Kami berbeda? Kenapa kau selalu seperti ini. Jika kau ingin putra yang akan menjadi penerusmu kenapa kau tidak menikah dan memiliki anak bersama pria lain saja agar kau mempunyai penerus baru?" Bentar Sehun lalu bergegas pergi ke kamarnya.


" Yaa! Dasar berandal ?"


Sehun memasuki kamarnya dengan keadaan kesal. " Mom miane ?" Sehun menagis sambil memeluk erat pota ibunya.


Sebenarnya Sehun sangat menyayangi orangtuanya namun sejak kematian ibunya ayah Sehun terpukul hingga melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Tuan Oh sendiri kenapa sampai sekarang ia masih menjadi duda karena cintanya kepada mendiang istrinya terlalu kuat hingga ia tidak berniat untuk menikah lagi.


" Andai kau masih di sini? Mungkin Daddy tidak akan berubah. " Sehun menangis sejadinya tanpa ia sadari seseorang melihatnya di balik pintu.


" Miane Sehun - si "


.....


Kini Hyun ji sedang makan malam dengan keluarganya.


" Hyun ji-si kau ada apa Eomma lihat sejak pulang sekolah kau ini seperti bahagia?" Tanya Tzuyu .


" Biasa Nunna orang yang sedang katun cinta?" Celoteh Soobin.


Uhuk uhuk


Jungkook tersedak mendengar perkataan Soobin.


" Yaa paman ?"


" Tunggu kau pacaran ?" Tanya Jungkook kepada Hyun Ji.


" Eh itu? Emmmm." Hyun ji tidak dapat berka apa-apa.

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2