
" Siang dan malam, Langit dan bumi, hujan dan panas, cepat dan lambat, Hidup dan Mati. Itu semua bukan kita yang menentukan. Tidak tau sampai kapan kita Akan terus mengalami hal ini. Waktu yang selalu berputar seperti gangsing. Apakah besok kita masih bisa merasakannya Ataukah besok adalah hari terakhir kita. Kita tidak tau kapan Ajal menjemput kita. Karena bukan kita yang menentukan."
// 99 days looking for true love //
99 hari kemudian.
Sehun sadar dari tidur panjangnya. Tangis bahagia Ayahnya karena Putra semata wayangnya sudah sadar. Di situ pula ada rasa bersalah bagi Sehun karena sudah sadar.
" Sehun kau sudah bangun nak?" Tanya Ayahnya " Sehun Daddy Minta maaf ya karena selama ini Daddy tidak peduli dengan mu Daddy hanya mementingkan kerjaan Daddy." Ujar Ayah Sehun.
" Daddy kau tenang saja Sehun Sudah memaafkan Daddy ko? Yang harus minta maaf itu Sehun Dad karena tidak pernah mau mengerti Daddy." Ujar Sehun sambil menagis. " Dad aku ingin bertemu dengan Teman-temanku Dad?" Ujar Sehun.
" Baiklah Daddy akan memanggil teman-temanmu?" Ujar Tuan Oh lalu memanggil satu-persatu teman Sehun .
" Sehun " Hyun ji dan Yoongi yang pertama datang ke tempat Sehun.
" Hyun ji " lirih Sehun. Hyun ji memeluk Sehun dengan pelan.
" Sehounnie akhirnya kau bangun. Hiks " Hyun ji menagis di pelukan Sehun.
Sehun melirik sebuah cincin yang melingkar di jari Yoongi sama dengan Hyun ji pakai. " Kalian sudah bertunangan ?" Tanya Sehun.
" Iya kami sudah ?" Jawab Yoongi.
" Yoongi Hyoung Tolong jaga Hyun ji dengan baik, kau jangan pernah membuatnya menagis karena Hyun ji satu-satunya sahabat yang paling berharga dalam hidupku?" Sahut Sehun sambil meneteskan air matanya.
" Hem aku pasti akan menjaganya untukku dan untukmu dan untuk semuanya. " Ujar Yoongi membut Sehun tersenyum walaupun itu Sulit.
" Sehounnie Kenapa kau bicara seperti itu?" Tanya Hyun ji.
" Hyun kau tidak perlu khawatir aku baik-baik saja ko?" Ujar Sehun.
" Tapi?" Hyun ji bingung jelas jika Hyun ji tidak menanyakan keadaan Sehun. Tapi kenapa Sehun berbicara seperti ini. Hyun ji tau jika Sehun menyembunyikan sesuatu.
Brak
" Sehun Oppa ?" Lirih seorang Gadis cantik yang Tiba-tiba masuk ke ruangan Sehun.
" Apa dia cinta sejatinya "batin Hyun Ji.
" Ha-yeong " Sahut Sehun.
" Sehun Oppa hiks mengapa kau menghilang Tiba-tiba ?" Ujarnya memeluk Sehun.
" Ha-yeong Mianhe? Jika terjadi sesuatu kepadaku Tolong jagalah dirimu?" Ujar Sehun.
" Oppa? Mengapa kau berkata seperti itu?" Tanya Ha-yeong.
__ADS_1
" Karena Oppa menyayangimu?" Jawabannya getir. Tak lama kemudian Tuan Oh datang bersama Teman-temannya Sehun yang baru saja Ia bebaskan dari penjara.
" Broo " sahut salah satu temannya.
" Yoi " sahut yang lain.
Sehun senang karena di saat waktu terakhirnya Sehun bisa melihat orang-orang yang Sehun sayangi berada di dekatnya.
Sebenarnya Sehun kembali bukan untuk hidup melainkan untuk bertemu untuk terakhir kalinya.
Bukanya Sehun gagal dalam misi Namun memang takdir Sehun yang tidak bisa di selamatkan.
Flashback.
Saat ini Sehun Sedang berada di ruangan kosong yang berwarna putih. Sehun mencari sekeliling gelap tidak ada siapapun.
Clap
Putih yang Sehun lihat. Tak lama seseorang datang menghampiri. " Mommy " Sahutanya.
" Putraku?" Sahut wanita paruh baya tersebut. " Kenapa kau ada di sini?" Ujarnya.
" Mommy! Aku merindukanmu? Sahut Sehun yang hendak memeluk Ibunya.
Mundur. Itu yang ibunya lakukan. " Kenapa kau berada di sini? Ini bukan tempat mu?" Sahut Ibu Sehun.
" Sehun sampai waktunya nanti Sehun akan bertemu kembali dengan Mommy tapi tidak sekarang " Ujarnya yang Tiba-tiba menghilang.
" Mommy kau dimana " lagi-lagi tempatnya menjadi gelap.
" Sehun ?" Panggil seseorang.
Sehun berbalik menatap wajah Chanyeol yang berubah karena mengganti pakaiannya menjadi serba putih. " Waktunya untuk kembali. Ingat disana kau hanya sementara, tepat pukul jam 08:14 Nanti Aku akan menjemputmu?" Ujarnya lalu menuntun Sehun untuk kembali.
Sehun membuka matanya lalu cairan bening mengalir dari matanya.
Flashback END.
Tawa canda yang membuat Sehun menjadi bahagia. Namun kebahagiaan itu memudar ketika pening di kepalanya mulai terasa sakit.
Buram itu yang Sehun lihat.
" Daddy " Sehun memengang tangan Tuan Oh.
Tangannya gemetar.
Tubuhnya mulai Dingin.
__ADS_1
" Nak ada apa? Apa ada yang sakit ?" Tanya Tuan Oh.
" Daddy kepalaku sakit " Lirih Sehun.
" Dimana yang Sakit ?" Tanya Tuan Oh.
" Semuanya Dad?" Seketika seluruh yang ada di ruangan tersebut menagis terbawa suasana.
" Dokter " Ha-yeong memanggil Dokter dengan sekuat tenaga.
" Ha-yeong dengar tidak peduli Ada aku atau tidak, kau harus bahagia. Ingat Dimana pun kamu berada. Aku selalu ada di sampingmu ." Ujar Sehun yang menangis. Bukan karena Rasa sakit melainkan tidak rela kehilangan orang yang Sehun cintai.
" Tidak! Jangan bicara seperti itu? Sehun kau harus tetap disini? Aku mohon hiks?" Ha-yeong menagis di dekat Sehun.
" Tidak jangan menagis " Sehun mengelap air mata Hayeong dengan tangan yang gemetar.
Tak lama kemudian Dokter pun datang menyuruh semua yang ada di dalam keluar tak terkecuali Tuan Oh. Tangan Sehun mencekamnya dengan sekuat tenaga.
" Sehun kau harus kuat ingat di sini ada Daddy." Sahut Tuan Oh.
" Daddy Mianhe, Dad Aku menyayangimu Aku benar-benar menyayangimu Dad. Tolong carilah orang yang bisa menjaga mu Daddy, ingatlah tak perlu saling mencintai saling memeliki pun sudah cukup. Karena itulah kau harus bangkit. T- terimakasih atas s.... semuanya Dad hiks....?" Senyum dan Hembusan terakhir Sehun yang menggenggam kuat tangan Tuan Oh akhirnya jatuh. Tangisan Tuan Oh seketika menjadi pecah.
Tak lama dari itu dokter pun mengumumkan " Pukul' 08:14 ......"
Tangis pecah ketika semua tau jika Sehun sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Tak ada lagi penderitaan.
Tak ada lagi rasa sakit.
Tak ada lagi semua yang membuat mu menderita. Semoga kau tenang.
Hyun ji membawa sebuket bunga lalu membiarkan bunga tersebut berada di dekat bingkai foto Sehun yang terpajang.
Sehun aku baru memahami.
Tidak semua yang di beri kesempatan akan berakhir indah. Itu semua telah tertulis oleh takdir. Aku berjanji akan lembih menghargai orang-orang yang tulus terhadapku.
Perpisahan pastilah selalu menyakitkan, itu kewajaran pada manusia. Tetapi, yakinlah bahwa selalu ada rencana dibalik itu semua yang telah Tuhan rencanakan
END
tolong bantu saya subscribe to my channel link https://www.youtube.com/channel/UC21\_CrJHcAkYIQ1ECQzLo9w
__ADS_1