99 Days Looking For True Love

99 Days Looking For True Love
chapter 27


__ADS_3

" Cinta akan indah jika mereka saling percaya."


// 99 days looking for true love //


" Biar aku saja yang menjawab sebenarnya hyoung Hyun dan yoongi itu akhhhh " Hyun ji mencubit pinggang Soobin karena Soobin ember.


" Apa jadi si anak es batu itu?" Sahut Jungkook yang tau jika itu adalah yoongi.


Berbeda dengan Tzuyu yang matanya sudah berbinar. " Hoah benarkah jadi Hyun kecil sudah dewasa." Ujar Tzuyu dengan tingkahnya.


" Apa jadi? Kau berpacaran dengan anaknya si pucet ?" Sahut Seok jin yang dimaksud adalah Suga.


" Yaa! Kalian ini kenapa si, sudah jangan mengguda putriku?" Sahut Tzuyu.


" Good job putriku?" Sahut Jisso yang tiba-tiba.


" Apaansih kalian ini GX nyambung " sahut Hyun Ji.


" Benar! Hyun bagaimana jika kita pergi dari sini?" Ajak Soobin agar terhindar dari ocehan tidak jelas mereka.


Bla bla bla


" Oke deh " sahut Hyun Ji.


Akhirnya Soobin dan Hyun ji malah pergi ke kamar Soobin untuk main PS guna menghindari ocehan orangtuanya.


" Ini semua salah mu? " Ujar Soobin.


" Lho kenapa?"


" Karena kau itu ember?" Sahut Hyun Ji.


" Itu kan refleks " sahut Soobin.


" Lihat saja kau akan membocorkan aibmu Kepada mereka?" Sahut Hyun Ji.


" Emangnya kau tau apa aib terbesarku?" Tanya Soobin.


" Apa kau pikir aku tidak tau kau itu selau menonton video adegan dewasa saat bersama dengan teman-teman mu itu ?" Sahut Hyun Ji yang membuat Soobin menganga.


" Yaa! Hyun miane. Gini aja gimana kalo paman mengabulkan apa yang kau inginkan." Sahut Soobin.

__ADS_1


" Kau menyuapku?" Tanya Hyun ji.


" Bukan itu hanya imbalan " elak Soobin.


" Sama saja?" Sahut Hyun Ji.


" Yaa! Kau baru saja mengelabuiku kan?" Sahut Soobin.


" Apaan "


" Yeyy aku menang " teriak girang Hyun ji saat berhasil mengalahkan Soobin.


Skip


Akhirnya setelah sekian jam menunggu pagi Soobin dan Hyun ji terbangun karena semalaman merek bermai PS.


" Hoammm " Soobin menguap di hadapan Hyun Ji.


" Idih bau ?" Hyun ji menutup hidungnya karena bau yang dihasilkan uapan Soobin.


" Gawat " serempak mereka.


" ahhhhhh Eomma bantu Hyun ji " teriak Hyun Ji karena merasa ribet harus menyiapkan buku pelajaran dan dan lainnya.


Sedangkan di meja makan dua pasangan sejoli hanya tertawa mendengar suara Hyun ji.


" Prtttttt mereka bodoh sampai lupa kalo hari ini coret merah?" Ujar Seok jin mengundang tawa mereka ber empat.


" Yaa! Eomma kenapa kau tak membangunkan ku? " Tanya Soobin kepada Jisso.


" Itu salah sendiri kanapa kau tidur kelamaan " jawab santai Jissso.


" Awas "


Bruk


Soobin dan Hyun ji terjatuh karena kecerobohan Hyun ji.


Seperti inilah jika seorang Hyun ji dan Soobin di persatukan walaupun mereka paman dan keponakan merek bersikap layaknya kucing dan anjing.


" Kalian ini kenapa?" Tanya bibi Han yang sudah bertahun-tahun bekerja di rumah Seok jin. " Lho kenapa Nona Hyun kecil memakai seragam. Bukankah hari ini hari libur?" Sahut bibi Han.

__ADS_1


Seketika Soobin dan Hyun ji saling menatap.


" KYAAAA EOMMAAAA " serepak mereka.


Di kediaman Sehun.


" Hyun ji apa kau bahagia dengannya .?" Lirik Sehun seraya menatap sedu kaling pemberian Hyun ji.


" Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri. Hyun ji aku akan membuat apapun yang bisa membuat mu bahagia. Dalam kehidupan ini misiku hanya untuk membuat mu bahagia. Hyun tak peduli kau bersama siapapun jika Hyun kecil bahagia aku juga bahagia. " Bagi Sehun Hyun ji adalah satu-satunya tujuan hidupnya, satu-satunya orang yang Sehun sayangi yaitu ibunya kini sudah tiada. Sedangkan ayahnya yang selalu mementingkan kerjaannya dan bahkan tidak sedikit pun perhatian kepadanya membuat Sehun berontak. Dan satu-satunya orang yang Sehun sayangi kini sudah memiliki orang lain. " Apa aku tidak pantas untuk bahagia. Walaupun aku memili segalanya aku tidak pernah merasa bahagia. Hah " satu tetes air mata Sehun terjatuh.


" Min yoongi jika kau membuat Hyun ji sakit hati kau tau apa akibatnya." Ujarnya membuat kepalan di tangannya.


Sehun beranjak dari tempat lalu pergi ke suatu tempat yang biasa ia kunjungi yaitu tempat balapan liar.


Sehun sampai di tempat tujuan dan bertemu dengan teman-temannya lalu TOS ria setelah itu. Sebuah gank motor lain yang mengajaknya untuk bertaruh.


" Yaa! Sehun bagaimana jika kita bertaruh jika kau memenangkan balapan ini. Gadi ini milik mu?" Sehun menatap gadis yang berada di sampingnya.


" Baiklah " Sehun menerima karena kasihan dengan gadis yang musuhnya Sandra karena gadis itu terlihat polos dan lugu.


" Tapi jika aku menang kau harus memberikan motormu kepada ku?" Ujarnya.


" Hanya motor kah. Baik setuju." Bagi Sehun motor bukan apa-apa di bandingkan keselamatan gadis kecil tersebut.


Di garis START bendera mulai di kibarkan.


1


2


3


Bendera pun di jatuhkan.


Mulai


Sehun dan musuhnya mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan dari 30 km/ jam. Hingga 80 KM/ jam sampai melebihi batas.


Brak


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2