A Cup Of Coffee

A Cup Of Coffee
BAB 11 : SAHABAT SEKALIGUS KAKAK


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA GUYS 💗


Devi sangat menikmati pemandangan pantai yang ada disana,desiran suara ombak angin yang sejuk juga pemandangan yang indah sungguh mampu menenangkan pikiran,"kau terlihat menikmatinya,kau suka tempat ini"tanya pa zidan sambil melirik ke arah Devi,"hmm ya aku menyukai nya,dari kecil aku memang suka pantai ini indah sangat bagus" jawab Devi sambil tersenyum memandangi air pantai,tiba tiba perut Devi mengeluarkan bunyi "apa kau lapar"tanya pa zidan menaiki alisnya,"enggak,siapa bilang"jawab Devi berusaha biasa aja,"sudahlah jangan bohong pagi tadi kamu hanya makan sedikit,ayok ikut saya"ucap pa zidan lalu berdiri dari duduknya,"mau kemana,udah gausah saya tidak lapar bapak ga. ehh" ucapan Devi terpotong karena pa zidan langsung menggandeng tangannya dan menariknya,mereka masuk ke dalam mobil untuk mencari makanan di dekat pantai itu.

__ADS_1


Terlihat sebuah toko dessert dari kejauhan Devi pun meminta pa zidan untuk mampir ke tempat itu saja,"kau ingin makan dessert" tanya pa zidan,"apa tidak makan nasi saja"sambung pa zidan lagi,"makan ini saja dulu pa,saya sudah sangat lapar"jujur Devi,pa zidan terkekeh "oke baiklah,ayo turun"ujar pa zidan,mereka pun turun lalu memasuki toko dessert bersama,saat masuk semua mata wanita menuju pada pa zidan, bagaimana tidak style pa zidan sangat rapi ia memakai kemeja dengan lengan yang tergulung,jam tangan mahal terlilit di tangan kirinya,juga tak lupa kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancungnya,"wahh lihat pria itu tampan sekali","apa dia seorang pangeran, sangat tampan","coba saja dia kekasihku" ya begitulah ucapan para gadis saat melihat pa zidan,Devi dan pa zidan pun memesan dessert mereka membeli dua, setelah selesai pa zidan pun mengantar Devi pulang.


Mobil pa zidan telah sampai tepat didepan rumah Devi,Devi pun segera turun diikuti pa zidan yang ingin berpamitan pada ibu Devi,"Tante,saya permisi pulang dulu"ucap pa zidan saat ibu Devi keluar rumah,"oh iya nak Zidan, terimakasih ya sudah mampir kapan kapan main kesini lagi ya kamu kan belum ketemu ayahnya Devi"ujar ibu Devi pada pa zidan,"haha baik Tante,saya permisi Dev tan"pa zidan pun memasuki mobilnya,mobil pa zidan telah hilang dari pandangan kedua ibu dan gadis itu,"Devi ibu pergi dulu ya,hari ini kan tanggalnya arisan"ujar ibu devi,"hmm pantas pakaian ibu rapi apa,apa perlu Devi antar Bu"tawar Devi,"tidak perlu ibu sudah pesan taxi online,nah itu dia"ucap ibu melihat taxi pesanannya datang ,"ibu pergi sayang"mencium kedua pipi anak gadisnya itu,"hati hati Bu,semoga kali ini kau beruntung hehe"ujar Devi sambil tertawa kecil,ibunya pun hanya terkekeh lalu memasukkan taxi, setelah ibu pergi Devi pun masuk ke kamarnya.

__ADS_1


,Devi sangat menyukai pemain wanitanya yaitu park bo young ia sudah menjadi fans park bo young sejak 5 tahun lalu bahkan Devi memiliki 3 baju juga 1 sepatu yang sama seperti park bo young bahkan Devi punya 1 poster besar foto park bo young yang ia tempel di kamarnya,bagi Devi park bo young adalah artis yang luar biasa ia memiliki kepribadian yang sangat baik anak nya ramah,sopan,lucu, berprestasi,Devi berharap suatu hari nanti bisa bertemu dengan park bo young misal pada acara fanmeet semoga saja."kak devi,ada kak fahmi tuh dibawa katanya mau ngomong sesuatu sama kakak"teriak Jeno dari depan pintu kamar Devi,"oh iya bentar Kaka turun"ucap Devi,Jeno pun langsung pergi,"mau ngomongin apa ya"ucap Devi penasarannya sepertinya ada hal yang Devi lupakan,Devi pun keluar mendatangi Fahmi.


Fahmi mengajak Devi pergi ke taman yang tidak jauh dari rumah Devi, setelah sampai mereka pun duduk di kursi yang tersedia disana Fahmi juga membeli es krim,"Dev Lo ingat gak sama yang gue bilang waktu itu,gue bilang gue bakal kasih Lo waktu 3 hari buat jawab perasaan gue tapi ternyata ini udah hampir seminggu"ujar Fahmi, mendengar itu Devi baru ingat kalo dia belum menjawab perasaan fahmi waktu itu,"jadi gimana Dev,Lo mau gak jadi pacar gue gue sayang banget sama Lo Dev gue cinta sama Lo"ujar fahmi sambil memegang kedua tangan Devi,Devi terdiam sebentar hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk menjawab"mi gue sangat menghargai perasaan Lo,makasih banget Lo udah sayang dan cinta sama Lo makasih,tapi maaf"ucap Devi lalu terdiam lagi sebentar,"maaf?? untuk apa" tanya Fahmi,"aku juga sayang mi sama Lo,tapi maaf sayang gue ke Lo itu sayang sebagai sahabat,Lo sahabat gue dari kecil mi dari dulu gue anggap Lo sebagai sahabat juga seperti kakak karena Lo 3 bulan lebih tua dari gue Lo juga punya pikiran yang dewasa,maaf pin gue mi"jawab Devi sambil menundukkan kepalanya ia takut Fahmi akan kecewa setelah mendengar jawabannya,"iya Dev aku paham kok,gak masalah lagi pula yang namanya cinta gak mungkin kita paksa, makasih udah mau jujur"ujar Fahmi sambil mengelus kepala Devi,Devi tersenyum ternyata Fahmi sama sekali tidak marah,setelah beberapa waktu mereka ditaman Devi pun akhirnya kembali rumah diantar oleh fahmi

__ADS_1


__ADS_2