
SELAMAT MEMBACA GUYS 💗
__ADS_1
Devi berlari tergesa gesa keluar dari ruangan pa zidan sambil menyeka air matanya yang terus menerus menyentuh pipinya,"hiks hiks kurang ajar sekali dia" tangis Devi,di ruangan pa zidan ia tampak frustasi "arghhh apa yang Lo lakukan sih Zidan Lo ngapain kaya gitu tadi, sekarang Lo buat Devi makin sedih atau mungkin dia bakal benci sama Lo arghh bodoh Lo Zidan" ucap pa zidan sambil mengacak acak rambutnya juga mengusap wajahnya kasar,suara bel tanda ujian ke dua akan dimulai telah berbunyi Devi yang sedang di mencuci mukanya pun bergegas untuk pergi ke kelas, sesampainya depan pintu kelas Devi berpapasan dengan pak Zidan "Dev"ucapan pa zidan terhenti karena Devi langsung membuang muka dan masuk kedalam kelas bahkan ia melirik pa zidan dengan tatapan sinis,"huftt sepertinya dia sungguh marah"keluh pa zidan dan langsung memasuki kelas.
__ADS_1
Selama ujian berlangsung pa zidan selalu memperhatikan Devi namun Devi sama sekali tidak menghiraukan kan itu bahkan ketika Devi sekali melihat ke arah pa zidan yang muncul justru tatapan tajam dan sinis seperti monster yang ingin melahap hidup hidup mangsanya,"Devi kalo marah seram juga ya" batin pa zidan,"ingin sekali rasanya aku membunuhnya" batin Devi sambil melirik sinis ke arah pa zidan, beberapa waktu kemudian jam ujian telah selesai ini juga merupakan ujian hari terakhir semua murid tampak bahagia dan lega karena akhirnya mereka tidak lagi begadang untuk belajar,"guys berhubung ini hari terakhir ujian gimana kalo nanti malam kita ngumpul ya yang mau aja sih kita makan di cafe tenang gue traktir" ujar si ketua kelas ,"Lo serius" tanya salah satu teman,"ya serius dong,oh ya kalian juga boleh ajak teman kalian yang dari kelas lain kalo mereka mau" ujar si ketua kelas lagi dan semua murid pun meninggalkan kelas.
__ADS_1
Saat melewati parkiran Devi melihat pemandangan yang entah mengapa membuat hatinya panas dimana ia melihat pa zidan yang tengah asik bercanda dengan Rina bahkan senyum pa zidan tampak sangat lebar sepertinya pa zidan sangat bahagia,Devi juga melihat pa zidan yang mengelus kepala Rina,"cihh apa apaan itu kenapa senyum pa zidan sangat lebar seperti itu ,dia tampak bahagia tapi kenapa saat denganku dia sangat menyebalkan huftt kenapa rasanya panas sekali"omel Devi berbicara sendiri,pa zidan membukakan pintu mobil untuk Rina lalu Rina pun masuk kedalam mobil pa zidan kini mobil tersebut sudah berjalan keluar melewati gerbang sekolah,"oh apa aku tidak salah lihat, mereka pulang bersama lalu tadi pa zidan bahkan membuka pintu mobil untuk Rina cihhh waktu aku ikut di mobilnya dia bahkan tidak membuka pintu untukku,apa dia mencintai Rina arghhh sudahlah tidak usah ku pikirkan lagi pula apa urusanku"lagi lagi Devi mengomel sendiri,mobil ayah telah sampai pas didepan gerbang melihat itu Devi langsung berlari dan bergegas masuk ke mobil lalu ayah pun menancapkan gasnya.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam Devi pun bersiap untuk jalan,"ma.. pa.. Devi jalan ya"ujar Devi izin pada orangtuanya,"perlu ayah antar Dev" tanya ayah,"tidak perlu yah aku bareng Fahmi"jawab devi,lalu terdengar suara klakson motor dari luar,"nah itu Fahmi,oke Devi berangkat"ucap Devi sembari berlari kecil ke arah pintu keluar,"hati hati sayang, selamat bersenang-senang" ujar ayah dan ibu Devi,Devi hanya mengacungkan jempol, setelah naik di motor fahmi pun langsung menancapkan gas nya sesampainya disana sudah banyak teman teman yang datang termasuk Ica namun Devi tidak melihat Rina,"eh ca Rina mana dia ga ikut" tanya Devi,"ikut kok,cuman katanya dia ada urusan bentar nanti dia baka kesini kok" jelas Ica pada Devi, langsung saja pesta makan makan pun dimulai sekitar 1 jam kemudian Rina pun akhirnya datang namun semua mata dibuat terkejut karena Rina tidak datang sendiri melainkan bersama guru muda yaitu pa zidan,"Rina pa zidan,apa pa zidan menjemput Rina Untuk kesini" gumam Devi dalam hati,"hii guys" sapa Rina,"hii Rin" all,"boleh saya gabung dengan kalian" tanya pa zidan,"boleh pa, silahkan saja"Jawab semua murid yang ada disana, beberapa menit kemudian makanan untuk Rina dan pa zidan datang,"ihh kok susah sih" ucap Rina yang tampak kesusahan memotong daging,"ya ampun kamu ini sini sini biar saya potongkan untukmu"ujar pa zidan mengambil piring Rina dan membantu memotongkan daging tersebut,"cihh sok romantis"gumam Devi yang sepertinya merasa panas dengan pemandangan itu,pa zidan sebenarnya melirik Devi sesekali namun Devi tak menghiraukan mereka pun melanjutkan makan mereka dengan baik.
__ADS_1