A Cup Of Coffee

A Cup Of Coffee
BAB 6 : GUGUP


__ADS_3

*SELAMAT MEMBACA GUYS 💗


Saat dikantin Devi masih diam saja padahal makanannya sudah di depan mata ,*Dev Devi" panggil Ica,"eh iya iya kenapa" tanya Devi,"Lo yang kenapa,tuh makanan Lo udah datang Lo nya malah bengong" jawab Rina,"oh sorry sorry" ujar Devi lalu memakan makanannya, setelah selesai makan Devi pun membayar apa yang dia makan,dia juga membayar punya Ica dan Rina,"oke udah gue bayarin" ucap Devi pada kedua sahabat nya,"makasih Devi" Ica Rina memeluk Devi,Devi membalas pelukan sahabat nya itu."yuk pergi" ajak Devi, mereka pun pergi. mwmiggakan kantin,"eh iya guys kemarin gue di chat sama pa zidan" ucap Rina,"hah kok bisa" sahut Devi kaget, begitupun Ica


"iya jadi gini,kan kalian tau gue ini pelukis,terus kalo ada yang mau lukisan gue pasti gue jual jadi kemarin pa zidan chat untuk beli salah satu lukisan gue, katanya sih buat adek perempuannya" jelas Rina pada Devi dan Ica,"Oalah gitu" ucap Devi dan Ica, mereka pun melanjutkan obrolan mereka, mereka mengobrol sambil duduk di taman sekolah .


Saat sedang asik ngobrol,"guys gue pengen ke perpustakaan deh,lagi pengen baca novel" ucap Devi pada Ica dan Rina,"oh yaudah" ujar Rina,"kalian ga ikut" tanya Devi,"enggak deh Dev skip hehe" ucap ica,"oke deh" Devi pun meninggalkan Ica dan Rina lalu pergi ke perpustakaan,waktu dalam perjalanan menuju perpustakaan seketika devi kepikiran soal Rina yang chattan dengan pa zidan,"apa iya pa zidan cuman chat mau beli lukisan" ucap Devi dalam hatinya,"kenapa coba harus chattan sama Rina" Devi dalam hatinya yang kesal sendiri," eh Dev Dev sadar Dev,Lo kenapa sih wajarlah pa zidan chat Rina buat beli lukisan kan Rina jualan itu" ucap Devi berusaha menyadarkan dirinya,"kenapa sih sama gue,masa sih gue suka sama pa zidan,gak gak mungkin" ucap Devi dalam hatinya, Devi sudah sampai depan perpustakaan,"lebih baik gue baca buku" ucap Devi lalu bergegas masuk perpustakaan.


Devi menandatangani buku absen perpustakaan terlebih dahulu,"ingat ya jangan bawa makanan kedalam perpustakaan" ujar ibu perpustakaan,"siap Bu,saya. tidak bawa cemilan apapun kok" jawab Devi sambil tersenyum,ibu perpustakaan pun juga tersenyum"baiklah selamat membaca" ucap ibu perpus,Devi hanya mengganguk lalu tersenyum dan kemudian berjalan ke arah rak buku bagian novel,Devi melihat lihat semuanya


" yaampu bagus bagus banget,gue harus baca yang mana nih,OMG keren keren semua novelnya"ucap Devi yang berbicara sendiri,"oh iya gue tau gue mau baca yang mana" Devi mengingat novel yang memang sangat ingin dia baca,"eh tapi mana ya" melihat lihat lalu melirik ke atas


" nah itu itu dia novelnya,yaampun tapi gimana caranya gue ambil" ucap Devi bingung karena buku yang dia cari ada di rak paling atas,"ibu ibu" teriak Devi,"iya ada apa" tanya ibu perpustakaan,"begini Bu saya mau ambil novel yang ada di rak paling atas,tapi saya tidak sampai gimana Bu" tanya Devi,"yaampu kirain kenapa,kamu pake bangku aja buat naiknya"jawab ibu perpustakaan,"bangku" melihat sekeliling,"iya ada kok disitu"ujar ibu perpustakaan lagi,"iya Bu ada makasih Bu"ucap Devi berterimakasih,"sama sama" jawab ibu perpustakaan tersebut .


Devi pun mengambil bangku tersebut,dan menaruhnya tepat dibawah rak buku novel yang ingin dia ambil,Devi pun menaiki bangku itu, berusaha mengambil novel tersebut,"ish ternyata masih belum bisa,oke oke gue jinjit aja deh" Devi menjinjitkan kakinya diatas bangku tersebut,"oke dikit lagi dikit lagi" hampir bisa Devi mengambil novel itu,namun tiba tiba

__ADS_1


"eh eh kok goyang,kok bangku nya goyang"ucap Devi merasa bangku nya goyang


"eh kenapa nih eh eh" panik Devi,tiba tiba bangku nya miring alhasil Devi pun jatuh


"aaaaaaa" ucap devi,memejamkan matanya


"udah buka matanya" ucap seseorang


"eh tunggu kok suaranya kaya gue kenal" Devi membuka matanya perlahan


" pa zidan" ucap Devi agak kaget, Karena ternyata dia jatuh di gendongan pa zidan bukan ke lantai,Devi terdiam


"eh iya iya maaf pa" Devi pun turun dari gendongan pa zidan,"makasih pa sudah nolongin saya" ucap Devi berterimakasih


"ya sama sama " ucap pa zidan,

__ADS_1


"oh iya kamu mau ambil novel yang mana memangnya" tanya pa zidan


" yang itu"


"eh bukan bukan yang itu"


"maaf salah yang itu ternyata, iya yang itu"ucap Devi agak gugup saat ini


"kamu ini gimana sih yang betul yang mana" tanya pa zidan keheranan


"duh kok gue jadi gugup gini" batin Devi dalam hati


"yang itu Iya itu yang itu" menunjuk novel yang tepat


"serius yang ini" tanya pa zidan yang sudah mengambilkan novel tersebut

__ADS_1


"iya pa benar yang ini" jawab Devi.


pa zidan pun memberikan novel itu pada Devi lalu Devi mengambilnya,"makasih pak" ucap Devi berterima kasih lagi," ya sama sama,kalo gitu saya permisi" ujar pa zidan ingin pergi,tiba tiba " bapak tunggu" ucap Devi membuat langkah pa zidan tehenti dan membalikkan badan " ada ap" omongan pa zidan terhenti karena tiba tiba Devi memeluknya,pa zidan terkejut sama yang Devi lakukan,"Devi Devi kamu ngapain peluk saya" tanya pa zidan yang masih kaget,"maaf pa,tapi tolong biarin saya meluk bapak kaya gini" Devi semakin mengeratkan pelukannya,"kenapa saya jadi gugup gini ya"ujar pa zidan dalam hatinya,"tapi Devi ini di perpustakaan" ujar pa zidan lagi langsung membuat Devi melepaskan pelukannya ,"eh yaampun apa yang gue lakuin" ucap Devi dalam hatinya,"kamu gapapa" tanya pa zidan," eh iya pa gapapa kok,maaf soal barusan saya cu cuman" ucap Devi gugup," cuman apa" tanya pa zidan semakin heran,"cuman ingin berterimakasih,iya terimakasih itu itu doang"ucap Devi makin gugup,"yaudah pak kalo gitu saya ke kelas dulu,lupain aja soal barusan" ucap Devi kemudian berlari,"ibu saya pinjam novel ini ya" izin Devi ke ibu perpustakaan,"oh iya asal nanti dibalikin" teriak ibu perpustakaan Karena Devi udah keluar," aman Bu" teriak Devi juga,pa zidan hanya tersenyum melihat tingkah laku Devi.


__ADS_2