
SELAMAT MEMBACA GUYS 💗
Fahmi merebahkan tubuhnya disofa rumahnya,Fahmi tinggal sendiri,ibu Fahmi sudah tiada sejak Fahmi berumur 5 tahun sedangkan sang ayah telah menikah lagi saat Fahmi sudah menginjak usia 15 tahun,Fahmi sering sekali diajak ayahnya untuk ikut bersamanya namun Fahmi selalu menolak katanya dia nyaman tinggal sendiri,tapi ketika sang ayah mengirimkan makanan untuknya ia menerimanya dengan senang hati,di pernikahan kedua ayah Fahmi dan istrinya keduanya itu mereka di anugerahkan anak perempuan bernama Dania yang tidak lain adalah adik tiri Fahmi,Fahmi menyalakan tv menonton film kartun kesukaannya Spongebob "ah ternyata aku ditolak hahaha aku berekspektasi terlalu tinggi" ujar Fahmi menertawakan dirinya,"dia hanya menggangapku sahabat"
__ADS_1
ujar Fahmi lagi kali ini mengacak acak rambutnya,"tak apa tak masalah,dia bagus karena jujur padaku"ucap Fahmi dan langsung mematikan tv lalu pergi ke kamarnya.
Pagi pagi sekali Devi sudah bersiap untung olahraga pagi ya dia ingin berlari pagi saja mengelilingi daerah rumahnya,di tengah sedang berlari Devi tak sengaja bertemu Fahmi yang ternyata juga sedang lari pagi, kebetulan rumah Fahmi memang tidak jauh dari rumah Devi,rumah Fahmi berjarak 4 rumah setelah rumah Devi,"hai Dev"sapa Fahmi,"oh ya hai" sapa Devi jujur Devi Masih agak canggung ketemu Fahmi, apalagi kemarin dia habis menolak Fahmi saat Fahmi menyatakan perasaan nya ya memang sih Fahmi tidak masalah kan itu,tapi tetap saja Devi merasa tak enak pada Fahmi,"gimana kabar Lo" tanya Devi basa basi,"hmm gue baik" jawab fahmi,"duduk yok,gue beliin minum bentar ya"ujar Fahmi lalu beranjak pergi, selang beberapa menit Fahmi datang dengan membawa dua botol air mineral juga 2 bungkus roti rasa stroberi kesukaan Devi dan rasa srikaya kesukaan Fahmi
__ADS_1
Sesampainya Devi dirumah,Devi langsung masuk ke kamarnya untuk berbersih diri karena dia habis lari pagi tadi,"ah segar banget habis mandi" ujar Devi yang kini duduk di depan meja rias,"hmm sudah sama aku tidak mengcurly rambutku padahal dulu aku suka melakukan nya saat kecil"ujar Devi sembari mengambil catokan rambutnya,"baiklah akan ku Curly rambutku sekarang" ujar Devi lagi dan langsung fokus mengcurly rambutnya tak lupa sambil menonton drakor yang memang sedang ia tonton strong woman do bong soon,selang beberapa menit Devi pun sudah selesai,"hmm oke cantik" ujar Devi memuji dirinya didepan cermin,"Devi ayo makan" panggil ibu dari arah dapur ,"iya Bu" jawab Devi dan bergegas turun ke dapur ,"wahhh anak ayah cantik sekali" puji ayah pada anak gadisnya itu ,"ayah bisa aja,makasih yah" ujar Devi malu malu ,"jelas cantiklah liat aja ibunya juga cantik" Sahut ibu tak mau kalah ,"hahaha baiklah baiklah kalian semua cantik sangat cantik" jawab ayah devi, mereka pun memulai makan mereka.
Waktu sungguh tak terasa sekarang sudah sore,Devi Tengah berada di toko buku hari ini ia ingin membeli 2 novel lagi,ya Devi memang suka membaca novel,saat sedang asik berkeliling tak sengaja seorang remaja SMP menabrak Devi ,"oh maaf maaf aku sedang buru buru"ujar gadis itu meminta maaf pada Devi,"oh ya tidak apa"sahut Devi sambil tersenyum,gadis itu pun membalas senyum Devi,"sekali lagi maaf ya,saya permisi"ujar gadis itu lalu pergi meninggalkan devi,Devi terus memperhatikan Gadis itu sampai gadis itu menghilang dari pandangan Devi,Devi merasa tak asing pada gadis itu ia merasa seperti pernah melihatnya namun ia sama sekali tak Ingan kapan dan dimana,Devi melanjutkan mencari novel yang ingin ia baca beberapa menit akhirnya Devi menemukannya namun lagi lagi novel nya berada di rak atas "huftt lagi lagi novelnya diatas sana, bagaimana caranya aku ambil,disini sepertinya tak ada bangku untuk dinaiki"ujar Devi sambil jinjit berusaha mengambil novel tersebut,"arghhh susah. bgt sih,gini nih kalo punya bada pendek" ujar Devi kesel sendiri, ditengah Devi yang sedang melompat lompat berusaha mengambil novel tiba tiba sebuah tangan muncul dari belakang Devi "biar saya ambilkan" ujar seorang pria dari belakang devi,Devi mengenal baik suara itu Devi membalikkan badannya dan mendapatkan pa zidan Tengah berada di depanny,"pa zidan,ehhh" ucap Devi kemudian reflek menahan badan pa zidan karena seorang anak kecil tak sengaja menabrak pa zidan karena itu pa zidan kini semakin dekat dengan Devi jarak diantara kedua nya sangat lah dekat,jantung mereka saling berdegup kencang,"jantung saya jantung saya,Devi sangatlah cantik" ujar pa zidan dalam hatinya sambil menatap wajah Devi,"gila ganteng banget" ujar Devi juga dalam hatinya,namun tiba tiba Devi tersadar dan langsung mendorong tubuh pa zidan,"sini novelnya,makasih pa" ujar Devi mengambil novel dari tangan pa zidan dan. langsung pergi menuju meja kasir,pa zidan hanya memandangi Devi yang sudah pergi.
__ADS_1
Ica datang ke rumah Devi untuk sekedar jalan jalan saja namun saat disana mereka berdua mendapat kabar bahwa sekolah mereka akan mengadakan kemah, mendengar itu justru membuat Devi senang karena Devi sendiri juga suka dengan dunia perkemahan,"Dev Lo ikut kemah" tanya Ica ya padahal dia juga sudah tahu jawabannya hehe,"tentu saja aku ikut,aku bagiamana" jawab Devi penuh semangat dan bertanya balik ke Ica,"tentu aku juga ikut" jawab Ica sembari tersenyum,"semoga saja kemah kali ini sangat asik" ujar Devi dan dibalas anggukan Ica sambil tersenyum,"ini kue untuk kalian" ujar ibu Devi memberi kue pada dua gadis itu,"terimakasih Tante""terimakasih Bu"sahut keduanya,"Bu Devi akan ikut kemah,ini dari sekolah" ucap Devi pada ibunya " oh benarkah,wah pasti sangat seru baiklah kalian mengobrol saja oke"" ujar ibu Devi lalu beranjak meninggalkan Devi dan ica,mereka berdua pun saling mengobrol juga bercanda sambil menikmati kue brownis buatan ibu Devi tak lupa dengan minuman dia jus mangga yang sudah dibeli Ica, waktu tak terasa sudah menunjukkan pukul 10 malam,Ica pun langsung berpamitan pada Devi dan juga orangtua Devi,"Devi,om Tante Ica pamit ya, makasih untuk kuenya" ujar Ica sambil menyalami tangan ayah dan ibu Devi,kini Ica telah pulang dengan mengendarai motornya.