
Dengan langkah yang elegant, seorang wanita berjalan paling depan di buntuti oleh para asisten dan pengawalnya. Setelan formal nan mewah sangat cocok ketika melekat di tubuhnya. Dengan memegang satu cup coffe dan sebuah handphone, ia terus melangkah masuk ke area bandara international.
" masih ada waktu 2 jam sebelum boarding pass, apa anda ingin istirahat nona kim? " ujar choi han.
" ya.. berikan aku tempat.. aku belum tidur semalaman ini " ujarnya.
" Baik, VVIP sudah terbuka.. saya akan antar anda nona " ujar choi han dengan sigap.
" oh ya, apa soraa mengatakan sesuatu? " ujar Kim ae ra sambil berjalan menuju ruangan vvip.
" dia hanya mengatakan apa yang biasa ia katakan nona.. dan juga ia masih bersenang-senang dengan temannya " ujar choi han.
" baiklah... perhatikan fasilitasnya selalu, jangan sampai ia kekurangan apapun " ujar Kim ae ra seraya masuk kedalam ruangan meninggalkan para pengikutnya.
***
Di sisi lain.
" ae ra ke london? " tanya Yeon terheran.
" aku juga sempat terkejut, tapi dia kesana karena urusan pekerjaan " ujar Soraa seraya meneguk segelas green tea.
" apa dia akan baik-baik saja? " tanya yeon ragu.
" entah... tapi rasanya aku takut ia bertemu park jie.. " ujar Soraa.
" aku pun sama, kita yang paling tau apa yang terjadi saat itu... tapi ini belum saatnya kita memberi tau ae ra apa yang terjadi saat itu kan " ujar yeon seraya menghela nafasnya.
tak menunggu lama, Yeon pun mementikkan jarinya. Asistennya segera datang menghampiri.
" segera siapkan penerbangan ke london, aku akan menyusul ae ra. Buat kamarku di sebelah kamar hotelnya " ujar Yeon.
" Yha! kau gila? bukankah lebih baik membuatnya melihat segalanya sendiri? " ujar soraa.
" belum waktunya untuk dia tersakiti sekarang sora, ae ra belum siap untuk itu " ujar Yeon seraya bergegas pergi dari hadapan sora.
" aiggo... andai ia yang menjadi kakak iparku.. pasti ae ra tidak akan sengsara " gumam Soraa tersenyum kecil.
" yha!! jangan berfikir macam-macam , aku berangkat , see u " ujar Yeon dengan cepat bergegas keluar ruangan.
" hah?! dia bisa membaca pikiran? " sontak Sora terkejut dan terkekeh pelan.
***
__ADS_1
Kim ae ra membaringkan tubuhnya. Entah mengapa sepertinya kondisi tubuhnya kurang baik. Ia merasa sedikit nyeri di bagian tubuhnya.
" apa karena sulit tidur ya... " gumamnya berfikir.
ia pun membolak balikkan badannya mencari posisi nyaman. Tapi tidak juga ia dapati kenyamanan.
" hufftttt... menyebalkan sekali " ujar kim ae ra mendengus kesal.
ia pun mengambil handphone nya dan bergegas menghubungi asisten andalannya.
" halo nona kim? ada yang bisa saya bantu "
" masuk lah keruanganku, tolong bawakan aku pereda nyeri "
" segera nona "
Panggilan pun berakhir. Tanpa menunggu lama, choi han segera masuk dengan membawa sekantung obat dan minuman vitamin.
" pasti anda kelelahan nona " ujar choi han seraya membantu kim ae ra meminum obat dan vitaminnya.
" entahlah... berapa waktu yang tersisa? " ujar kim ae ra.
" tidak lama nona, jika nona mau kita bisa menaiki pesawat sekarang " ujar choi han.
" tentu nona " jawab choi han sambil membantu kim ae ra bergegas cepat.
Dengan jalur khusus, Kim Ae Ra berhasil menduduki pesawatnya dengan mudah dan cepat. Para staff pun sangat membantunya dalam segala hal penerbangan. Begitu pun dengan Yeon yang berhasil menyusulnya hanya dalam jangka waktu singkat.
" Selamat datang tuan Yeon, kami sangat ter hormat bisa membawa anda dalam penerbangan kali ini " ujar kapten senang.
" bawalah dengan hati-hati karena ada aku di dalamnya " ujar Yeon segera masuk kedalam kabin.
Yeon pun melirik orang sekitarnya. Tak banyak yang menggunakan first class dalam pesawat tersebut. Karena harganya yang begitu fantastis.
" ohh? tuan muda yeon? " sapa Choi han.
" oh? choi han, dimana ae ra? tanya yeon singkat.
" ada di no. 8 tuan, beliau sedang beristirahat. " ujar choi han dengan membungkuk hormat.
" oh? aku di nomor 7. ternyata sebelahan, baiklah " jawab Yeon santai.
Yeon pun melangkah dan membuka pintu penghubung no 7 dengan no 8.
__ADS_1
" kita saling mengenal, jadi tidak perlu pakai pembatas " ujar Yeon santai.
" mwo? yeeeon?!! kamu ngapain? " ujar kim ae ra terkejut.
" aku ada perjalanan bisnis, haaah sibuknya diriku " ujar Yeon santai.
" oh? wajahmu pucat ae ra " lanjut yeon sedikit terkejut.
" aku kurang tidur " jawab kim ae ra.
" baiklah, sekarang tidurlah... kita akan segera take off dalam waktu 20 menit... " ujar Yeon seraya membuka laptopnya dan mengerjakan sesuatu.
****
Penerbangan dengan cuaca cerah cukup membuat tenang para penumpang. Termasuk Yeon yang sedari tadi asik membaca novel kesayangannya.
Sesekali matanya melirik ke arah kim ae ra yang masih tertidur pulas. Matanya juga mengawasi orang sekeliling yang berlalu lalang. Matanya yang tajam tersebut, mampu membuat siapapun yang memandangnya tidak akan berani mengeluarkan satu kata pun.
" haiih kapan wanita ini akan bangun, aku mulai bosan " ujar Yeon sambil membalikkan lembaran novelnya.
" diamlah... suaramu... terdengarr... " ujar kim ae ra yang masih dalam posisi tidurnya.
" yha. kau seperti hantu jika begitu, " ujar Yeon kesal.
" aih aih... masih saja takut dengan hal seperti itu... " ujar kim ae ra membalikkan badannya.
" yha! mau tidur lagi? tidakkah ingin menemani ku minum coffe dengan berbincang-bincang? " ujar Yeon menatap tubuh ae ra yang sedang membelakanginya.
" diam bodoh, kepalaku masih sakit " ujar Kim ae ra yang membuat yeon menghela nafas beratnya.
" baiklah... tidur lah tidur sana... aku akan main game saja " ujarnya kesal.
****
satu jam kemudian.
kim ae ra dan Yeon sama-sama tertidur dengan lelapnya.
" hahhh... mengingatkanku dengan foto mereka ketika kecil. Mereka suka bergandengan tangan ketika tidur " ujar Choi han tersenyum seraya mematikan cahaya dan menutup privasi seat kim ae ra dan yeon. Agar tidak terganggu oleh pramugari yang akan menawarkan sesuatu.
ia pun segera bergegas menuju tempatnya kembali, dan bekerja untuk mempersiapkan segalanya ketika sampai di london nanti.
Bersambung....
__ADS_1