
*Dengan langkah kaki yang tertata, Kim Ae Ra segera duduk di salah satu sudut kedai. Seorang pelayan memberikan buku menu dan menunggu untuk catat pesanan.
" Americano " ujar kim ae ra.
" vanilla latte " sambung choi han.
pelayan tersebut segera bergegas pergi dari hadapan kim ae ra dan asistennya. Tak lama, ia pun kembali dan memberikan secarik kertas.
" kau tunggu disini " ujar kim ae ra bergegas jalan mengikuti pelayan tersebut.
Kim Ae Ra pun memasuki sebuah ruangan.
" anyyeong haseyo "
" kenapa memanggilku " ujar Kim Ae ra.
" sudah lama tak bertemu... ae ra*... "
***
" haaah... Yeon... apa kita anak kecil? harus memanggilku dengan secarik kertas? " ujar Kim Ae Ra mendengus kesal.
" hehehe, tapi kamu masih menyukainya kan? kapan lagi lelaki tampan seperti diriku ini bersikap manis? " ujar Yeon memainkan kedipan matanya.
" kau tau... aku sangat merindukan mu... bahkan aku kemari hampir seminggu sekali " ujar kim ae ra memeluk sahabatnya.
" aihhh anak cengeng ini.. mulai lagi... " ujar Yeon seraya membalas pelukan Kim Ae Ra.
" maafkan aku yang baru kemari setelah setahun belakangan ini... Setidaknya kepergianku membawa hasil yang baik bukan? aku berhasil meraih saham terbesar di keluargaku dan bisa menetap dimanapun " ujar Yeon seraya mengajak Kim Ae Ra duduk di sofa.
" ooh! tapi apa kamu tau? tepat kamu meninggalkan ku, seseorang yang sangat penting ikut meninggalkan ku... rasanya aku sangat kesepian hehe " ujar Kim Ae Ra.
" nee... arasso... aku baru tau kejadian itu setelah 3 minggu aku mendarat di hong kong. Rasanya aku ingin mencabik perut Park -"
" Jangan sebut namanya!! " potong kim ae ra.
__ADS_1
" wee? kau sekarang alergi dengan namanya? " tanya Yeon.
" aniieyoo... aku cuma lelah mendengar namanya, karena masih lemah... aku masih merindukan dia.. " ujar kim ae ra menunduk.
" yha !! kamu gila? orang yang meninggalkan mu begitu saja tanpa kabar apapun? bahkan tanpa ucapan perpisahan masih kau rindukan? " ujar Yeon menatap tajam kim ae ra.
" yeon... aku akan datang kembali, coffe hari ini aku ingin gratiss, karena kita baru saja bertemu kembali " ujar kim ae ra dengan cepat keluar ruangan.
" haiiissshh... masih sempat dia minta coffe gratis? benar-benar.... " ujar Yeon seraya tersenyum kecil.
***
Dengan langkah cepat, kim ae ra mengambil coffe nya dan bergegas keluar kedai. Choi han pun segera menyusul bos besarnya.
" ada apa nona? apa ada masalah " ujar choi han khawatir.
" bagaimana rasa coffenya? " tanya kim ae ra.
" sa- sangat enak nona " sahut choi han cepat.
" pesankan coffe dari kedai ini untuk semua pegawai kita, mereka telah bekerja keras " ujar kim ae ra seraya masuk ke dalam mobilnya.
****
DI KANTOR
5 mobil dengan rapih berjalan beriringan memasuki kawasan perusahaan media sekaligus agensi ternama. Banyak staff dan wartawan sudah menanti dengan rapih. Pagar bodyguard pun sudah terpasang untuk antisipasi dari keramaian.
" whoaaaa, aku tidak menyangka mereka bertahan seperti ini " ujar kim ae ra.
" kali ini anda menjadi sorotan utama nona. apa anda akan memberikan suara? " tanya choi han.
" tentu, siapkan sebuah ruangan.. berikan tempat terbaik untuk para wartawan.. jangan lupa berikan mereka kudapan lezat " ujar Kim Ae Ra.
" tentu nona, sudah ku perintahkan para staff untuk bergegas " ujar choi han.
__ADS_1
" baiklah... kita turun sekarang... " ujar kim ae ra seraya memakai mantel nya kembali dan bergegas turun dari mobil.
" Wah Nona kim!! itu diaaa!! " ujar seorang wartawan.
pernyataan tersebut membuat para wartawan berebutan untuk mendapatkan berita eklusif.
" halo semua, hari ini matahari tampak terik, bagaimana kalau kita berbincang didalam sambil menyantap sedikit kudapan? " ujar Kim Ae Ra sambil tersenyum.
perkataannya tersebut sontak membuat para wartawan terdiam seketika.
" WAH TERIMA KASIH NONA BESAR KIM!! ANDA TERBAIK " ujar salah satu wartawan dengan sigap. Disambung dengan para wartawan lainnya yang terpana dengan kemurahan hati kim ae ra.
" mari nona " ajak choi han segera mengawal kim ae ra untuk masuk gedung terlebih dahulu.
Kim ae ra pun bergegas masuk ke dalam gedung ditemani asisten dan beberapa pengawal serta staff petinggi perusahaan.
" wah! daebak!! " ujar salah satu staff.
" wee? ada sesuatu yang terjadi? " tanya choi han.
" belum wawancara pun berita tentang nona kim sudah tersebar hebat.Bahkan masuk dalam 10 top pencarian " ujar Staff tersebut.
Choi han pun segera membuka tabletnya dan menggali informasi terbaru.
" hanya dengan kudapan, publik patuh dengan anda nona " ujar Choi han tersenyum.
" hei.. aku tulus memberikan mereka itu.. mari segera selesaikan hari ini, aku ingin kita besok pergi dengan nyaman " ujar kim ae ra seraya memasuki ruangan penghubung menuju wartawan berada.
***
Sepasang mata menatap ke arah televisi yang sedang menyala. Ia tersenyum melihat seorang gadis yang sedang di wawancarai.
" ia semakin pandai berbicara... " ujarnya tersenyum.
matanya terus mengamati televisi yang menebarkan berita Tentang CEO KIM AE RA yang tengah sukses besar.
__ADS_1
" haaaah... mulai lagi... hati ku setiap melihatnya akan terasa sakit... sudah setahun, kenapa masih merindukannya " ujarnya seraya mematikan televisi dan beranjak masuk ke dalam kamarnya.
Bersambung...