A Cup Of Coffee

A Cup Of Coffee
BAB 8 : PRIA GILA


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA GUYS 💗


Devi memasuki kelas dengan santai lalu duduk dibangkunya,"hmm" terdengar suara berdehem yang berasal dari belakang Devi,Devi pun menoleh gadis itu terkejut bukan main karena pak Zidan lah yang barusan berdehem itu," pa pa zidan,hehe pa pagi pa" ucap Devi berusaha ramah," jam berapa sekarang"tanya pa zidan sambil melipat kedua tangannya,"hmm jam 7 : 20 pa" jawab Devi menundukkan kepalanya," sudah saya bilang saya tidak suka murid tidak disiplin,lagi pula siapa yang minta kamu untuk masuk ke kelas" omel pa zidan,Devi mengepalkan tangannya rasanya ia sangat ingin menonjok wajah pria yang ada didepannya itu," keluar dari kelas ini,dan bersihkan WC sebagai hukuman mu" ujar pa zidan lagi lalu kembali duduk di kursi gurunya itu,Devi mengambil tasnya kasar lalu keluar kelas sambil menatap tajam guru menyebalkan itu, dan menuju WC .


Sesampainya di dalam WC Devi melempar tasnya kasar ke atas wastafel,gadis itu mengusap wajahnya kasar, " pagi ini benar benar menjengkelkan" gumam Devi dalam hatinya,Devi bergegas mengambil beberapa peralatan bersih bersih setelah ia merasa sudah sedikit tenang,Devi pun merbersihkan area WC tak lupa dengan di iringi sebuah music ,Devi tidak menyadari bahwa sedari tadi ada pa zidan yang memperhatikannya entah apa yang ada dipikiran pa zidan namun dia ingin membuat Devi mengomel karena baginya justru saat mengomel Devi sama sekali tak menakutkan melainkan sangat lucu bagi pa zidan Devi terlihat menakutkan kalo dia sedang diam.


Masih dengan Devi yang membersihkan WC ,"hufttt akhirnya selesai udah bersih semua" ucap Devi sambil menyeka keringatnya,"guru itu sangat tidak tahu terimakasih, padahal aku juga telat karena dia coba saja dia tidak meminta ku untuk mengoreksi lembaran ujian itu mungkin aku tidak akan telat hari ini, bukannya berterima kasih pada ku dia malah membuat ku naik darah" ucap Devi mengomel sendiri sambil memperbaiki rambutnya dan seragam nya //tadi emang di lepas karena takut kotor tapi Devi pake baju kaos lagi didalam nya, setelah beres Devi pun ingin pergi namun dia merasa perutnya bunyi Devi pun menyadari bahwa dia belum makan sejak pagi,"oh yaampun gue baru sadar gue belum ada makan sama sekali" ucap Devi " yaudah deh gue ke kantin aja" ucap Devi lagi dan melangkah pergi keluar wc,dimana pak Zidan ya dia sudah pergi sejak 15 menit yang lalu.


Devi memesan mie ayam dan es teh juga membeli telor gulung 5 ribu makanan Devi pun sudah ada didepannya langsung saja Devi memakannya dengan lahap,"ahh akhirnya kenyang banget gue"ucap Devi sambil mengelus perutnya yang kenyang itu," disini kau rupanya" ucap pa zidan tiba tiba mendatangi Devi " iya saya disini tapi saya sekarang ingin pergi" Devi ingin berdiri


"duduk" perintah pa zidan


"saya bilang duduk temani saya makan disini"perintah pa zidan lagi

__ADS_1


"maaf tapi saya tidak mau"tolak Devi berusaha tersenyum ramah


"baiklah kalo gitu hukuman mu saya tambahkan,kamu juga tau kan saya tidak suka dengan penolakan" ujar pa zidan dan ucapan itu mampu membuat langkah Devi terhenti


Devi menarik nafas dalam dalam Lalu membuang nya kasar,Devi pun membalikkan badannya dan berjalan kembali ke meja tempat pa zidan duduk


"baiklah oke saya akan TEMANI BAPAK UNTUK MAKAN" tekan Devi sambil sedikit melotot


"good" ujar pa zidan,Devi hanya memutar bola matanya malas.


"ARGHHhHHHHHH" Devi berteriak karena disebabkan pa zidan yang membuka kemejanya,pa zidan memang hendak mengganti kemejanya dia juga tidak sadar bahwa Devi sudah bangun rupanya


"hai, kenapa berteriak ,suara mu cempreng sekali Untungnya ruangan ini kedap suara" ucap pa zidan sambil memakai kemejanya

__ADS_1


" apa yang bapak lakukan pada saya kenapa anda membuka pakaian anda apa sekarang saya sudah tidak perawan" ucap Devi


pa zidan hanya tertawa namun Devi masih saja mengomel entah apa yang ia omeli, melihat itu tiba tiba pa zidan menggendong Devi dan mendudukkannya di atas meja kerjanya


" bapak mau apa"tanya Devi agak gugup,bukan nya menjawab pa zidan malah *chup* pa zidan mencium bibir Devi sekilas


"apa yang bapak lakukan" ucap Devi kaget


"menciummu agar kau berhenti mengoceh" jawab pa zidan santai, seketika keluar lah air mata Devi gadis itu menangis


"Loh loh kok malah nangis" tanya pa zidan bingung


"dasar pria gila bagaimana bisa kau menciumku seenak mu lagi pula kita ini murid dan guru,awas aku ingin keluar" omel Devi yang masih menangis dan meninggalkan ruang kantor pa zidan

__ADS_1


"arghhhh Zidan apa yang Lo lakuin sih tadi" ujar pa zidan yang sepertinya merasa bersalah


__ADS_2