Ace Of Disaster

Ace Of Disaster
Episode 21


__ADS_3

”Kapten! Ada laporan! Seseorang misterius telah datang memasuki gereja dan membuat semua orang merasa curiga. Dan lagi, diantara semua pasukan mu, ada seorang penghianat yang merupakan salah satu spesies manusia.” jelas Hyacinth saat Aciel baru saja sampai ditempatnya, sedang memeriksa sekitar.


”Lalu? Bagaimana keadaan digereja? Apakah semuanya masih aman terkendali?” tanya Aciel.


”Sampai sekarang belum ada laporan terbaru. Dua orang dari anak buahmu telah pergi memeriksa gereja. Aku merasa, spesies manusia yang menyerang gereja bukankah spesies manusia yang kuat jadi, kapten tidak perlu pergi menyusulnya.” Hyacinth memberi jeda. ”... Tapi sebaliknya. Anda harus ada di sini untuk memutuskan siapa penyusup diantara kami. Spesies manusia seperti zombi mampu berbaur dengan manusia. Satu persatu bawahanmu ditemukan mati malam tadi.”


Aciel langsung terlihat serius begitu dia mendengar beberapa bawahannya ada yang mati karena spesies manusia. Dia merupakan orang yang akan menyesal jika dia kehilangan anggotanya apalagi keluarganya sendiri. Karena itu dia akan benar-benar marah jika seseorang berani membunuh orang-orangnya.


”Jadi, kekacauan ini masih belum berakhir. Aku sampai bingung apa yang sebenarnya diinginkan oleh para spesies manusia itu sampai-sampai mereka menyusup ke segala tempat.”


Aciel mulai melangkah melewati satu persatu bawahannya. Dia tampak menatap ke arah satu tujuan saja. Satu persatu orangnya memberikan jalan padanya hingga akhirnya dia berhenti di depan seorang laki-laki yang tampak kebingungan padahal dia sudah memberikan jalan untuknya.


Aciel tampak menatap orang itu dengan serius. Perlahan dia mengambil senjata api yang tergantung disabuk seragamnya kemudian meletakkan ujung larasnya tepat di dahi laki-laki itu.


”Kaulah, pelakunya.”


...~o0o~...


Zombi wanita itu terdorong ke sisi ruangan setelah mendapat pukulan dari Ayhner. Tentu dia masih memegang pisaunya untuk memenggal kepala zombi ini akan tetapi, zombi ini terus melindungi lehernya dan tidak membiarkan Ayhner membunuhnya dengan mudah.


”Menjengkelkan! Aku paling malas berhadapan dengan zombi sepertimu.” Ayhner menyeka darah yang ada di sudut bibirnya setelah dia bergulat cukup lama dengannya.


Zombi wanita itu mampu berdiri tegak kembali meski dia sudah terdorong dan terbanting berkali-kali. ”... Kau ingin membunuhku padahal kau sendiri adalah seorang spesies manusia. Apakah itu artinya kau akan membunuh rekan sejenismu sendiri.”


Ayhner menghunuskan pisaunya. ”... Ya! Aku akan membunuh semua spesies manusia seperti kalian sampai tidak bersisa! Aku pasti akan membunuhmu juga.”


”Lalu, bagaimana denganmu sendiri? Kau tidak ikut mati bersama dengan spesies manusia yang kau bunuh? Bukankah itu sangat curang?”


”Kenapa kau mengira aku tidak memikirkannya? Tentu setelah kalian semua mati, aku juga akan mati dengan caraku sendiri. Kau pikir sulit bagiku untuk melakukannya?”

__ADS_1


Zombi wanita terdiam selama beberapa saat. ”... Kau sudah berani melumuri tanganmu dengan darah padahal kau masih anak-anak. Pemikiran mu masih pendek sekali! Sebaiknya pulang saja dan berlindung di kamarmu.”


DORR!!


Peluru tajam itu melesat, nyaris menembus kepala Ayhner meski beruntungnya peluru itu hanya menggores pipi kanannya saja. Peluru yang dilayangkan bahkan tidak sampai mengenai zombi wanita yang ada di depannya. Di saat keadaan seperti itu, Ayhner mampu merasakan keberadaan dua orang di belakangnya yang tidak memiliki hawa manusia.


Eldric pun melihat hal yang sama meski dia masih merasakan sakit luar biasa pada bagian bahunya. Tepat di pintu masuk, dua orang pemuda berseragam pasukan anjing ratu tampak sedang memegang sebuah senjata yang diluruskan ke depan. Senjata itu, sepertinya tidak mengarah pada zombi wanita melainkan ke arah Ayhner.


”Kenapa orang-orang itu tidak langsung membantunya? Apa yang terjadi?” batin Eldric bingung melihat dua pasukan yang gerakannya seperti ingin membunuh Ayhner.


Ayhner menyeringai, sedikit memiringkan posisinya untuk melihat siapa yang sudah mencoba menyerangnya. ”... Menarik. Jadi di sini letak penghianatan itu terjadi.”


...~o0o~...


”H- hei! Apa-apaan ini? Kenapa kapten menunjukku sebagai penyusup?” orang itu mulai panik ketika Aciel berhenti di depannya.


Aciel mulai menunjukkan tanda dia akan menekan tuasnya dan membuat lubang dikepala penyusup ini. Namun, sesuatu membuatnya langsung terhenti saat melihat laki-laki ini tiba-tiba menertawakan sesuatu.


Laki-laki itu menatap Aciel dengan ekspresi merendahkan. ”... Kau pikir kau sempat membunuhku? Bagaimana dengan nasib putramu sendiri? Jumlah kami lebih dari satu dan kami semua memiliki dendam terdalam pada putramu yang sudah membunuh spesies manusia seperti kami!”


Dengan satu gerakan cepat, Aciel segera mematahkan tulang leher laki-laki itu dengan satu tangan. Darah laki-laki itu memuncrat keluar dari dalam mulutnya hingga tanpa sengaja menodai wajah Aciel. Dengan cepat dia pun sekarat dan perlahan akan mati.


Di sisi lain Aciel tampak serius. Perasaan takut dan kesal seolah telah tercampur rata. Dengan cepat dia segera berjalan pergi meninggalkan ruangan. Beberapa saat kemudian dia baru sadar. Dia tidak tahu kemana dua spesies manusia itu pergi. Mustahil bagi Ayhner untuk mengikuti kata-katanya sampai dia akhirnya pergi dari rumah karena suatu alasan. Dia hanya berharap semoga saja berita ini tidak sampai ke telinga Ayhner.


”Kapten! Berikan kami perintah!” Hyacinth menyusul bersama dengan beberapa pasukan yang lain.


Aciel menatap ke arah mereka dan memikirkan sesuatu. ”... Pergilah ke gereja dan selesaikan masalah yang ada di sana. Ada kemungkinan dua penyusup itu masih berkeliaran di sekitar kota dan membahayakan para penduduk.”


Setelah diberikan perintah, secara bersamaan para pasukan ini berkata, ”Baik, kapten.”

__ADS_1


...~o0o~...


”Akh!”


Ayhner meneteskan banyak darah saat dia berusaha melawan tiga zombi sekaligus. Mereka ini adalah tiga anak kembar. Rou, Roe dan satu-satunya wanita diantara mereka bernama Ren. Mereka bertiga memiliki kekuatan yang sebanding dan jauh lebih kuat dari perkiraannya. Dia tidak pernah tahu kalau mereka bertiga akan menyatukan kekuatan mereka hingga membuat bagian dalam gereja menjadi porak-poranda.


Eldric tak bisa berhenti membayangkan luka parah yang dialami oleh Ayhner karena berusaha melindunginya. Seandainya dia juga salah satu spesies manusia yang memiliki kekuatan, mungkin dia bisa melindunginya dengan sekuat tenaga. Yang menjadi pertanyaannya, mengapa Ayhner tidak menggunakan kekuatan aslinya sama seperti saat dia berhadapan dengan Lou di kediamannya?


Apakah dia baru bisa bertarung serius jika mendapatkan sinar bulan?


”Aku cukup terkejut karena kau melawan anak kecil sejak tadi. Kenapa kau tidak langsung menjatuhkan anak ini dan memilih untuk membuang-buang waktumu?” tanya Roe.


Ren langsung mengalihkan perhatiannya sembari melipat tangannya ”... Aku hanya tidak ingin menodai tanganku dengan darahnya!”


”Lawanmu hanyalah seorang anak kecil dan manusia. Seharusnya kau bisa membunuhnya tanpa menyakitinya kan?” ucap Rou sembari menyeka darah dibawah bibir Ayhner kemudian menjilatnya.


”Jangan dibunuh. Ayah dari anak ini adalah kapten dari pasukan Anjing Ratu. Mereka juga sudah banyak membunuh spesies manusia. Aku yakin, sebentar lagi mereka akan sadar dan akan segera kemari.”


Eldric yang tidak tahan melihatnya segera mengambil sebuah senjata yang tidak sengaja terlempar ke arahnya. Dengan cepat tanpa sepengetahuan mereka, Eldric segera menembak ketiganya dengan memusatkan pandangannya pada bagian jantung. Akan tetapi, dia merasa sangat terkejut setelah melihat mereka bertiga mampu menghindarinya dengan mudah. Dia hanya diberikan satu kesempatan sebelumnya akhirnya isi pelurunya habis.


”Kau mengganggu dasar manusia lemah. Sebaiknya kau tidur saja.” Rou tiba-tiba muncul di belakangnya dan langsung memukul tengkuk lehernya. Eldric tampak kesakitan namun perlahan kesadarannya pun menurun.


Diwaktu bersamaan, Ayhner muncul di depan Rou dengan gerakannya yang masih terbilang cepat. Dia hendak menyerangnya dengan menggunakan pisau. Namun, sebuah pisau sudah mendarat lebih dulu di punggungnya hingga dia langsung terjatuh ke lantai, sedikit berdekatan dengan Eldric.


”Dua masalah sudah dibereskan. Ayo kita kabur.” ucap Ren.


”Inginnya aku begitu tetapi, sepertinya mereka tidak akan membiarkan kita pergi dengan bebas.” ucap Rou sembari menunjuk ke arah pasukan yang sudah memblokir jalan keluar.


Dipimpin oleh Hyacinth, mereka bersiap untuk menembak spesies manusia yang sudah berani membuat kekacauan besar ditempat sunyi. ”... Persiapkan senjata kalian dan berhati-hatilah saat menyerangnya!”

__ADS_1


__ADS_2