Ace Of Disaster

Ace Of Disaster
Episode 27


__ADS_3

Beberapa hari kemudian keadaan Ayhner semakin membaik. Ia tampaknya sudah ingat beberapa hal yang biasa dilakukannya. Hanya saja saat sedang menemani Ayhner ditaman, tiba-tiba Aciel didatangi oleh semua pasukan Anjing Ratu yang bertamu ke rumahnya. Ia tahu apa yang ingin mereka bicarakan karena itu ia memilih tempat yang sepi dan jauh dari Ayhner untuk membicarakannya.


”Kalian ingin bertanya apakah aku akan kembali menjadi kapten pasukan kalian atau tidak?” tanya Aciel sembari duduk di sebuah kursi besi yang berada di taman.


Hyacinth mewakili semua pasukan di sini berkata, ”Ya. Keadaan dimarkas tidak bisa terkendali. Kami semua menunggu kapten untuk kembali memimpin kami semua.”


Aciel terdiam sejenak sembari memalingkan pandangannya. ”Memimpin sebuah pasukan, ya?” ia bergumam sebentar. Tampaknya ia sangat memikirkan posisinya saat ini. Ia tidak lagi memakai seragamnya dan beralih pada pakaian biasa. Tentu pemandangan ini bukanlah pemandangan biasa. Aciel selalu memakai seragamnya saat bertemu para pasukannya. Dari ekspresinya, ia juga tampaknya ragu untuk kembali.


”Aku akan berhenti. Mulai sekarang, aku akan fokus mengurus anak di sini.” jawabnya yang membuat semua pasukannya merasa sangat terkejut.


”Tapi, kapten!”


”Hyacinth! Mulai sekarang kaulah yang memimpin mereka.” Aciel memotong ucapan Hyacinth yang tampaknya ingin menolak keputusannya.


”Kapten tidak bisa memutus hubungan begitu saja! Kau harus menjadi kapten bagi kami! Tanpa kapten, kami semua tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini!” ucap Hyacinth sedikit membentak.


”Aku sudah memutuskan! Tidak ada yang boleh menolak. Ini adalah perintah terakhirku.” bentak Aciel. Sesaat kemudian ekspresinya mengendur, menatap ke arah Ayhner yang sedang memecahkan satu persatu pot bunga yang ada di sana meski ada beberapa pelayan yang menghalanginya untuk melakukannya.


Dia melanjutkan, ”Kejadian kemarin, membuatku berpikir bahwa aku memiliki satu-satunya harta yang selama ini aku tinggalkan. Ada satu orang yang harus lindungi. Begitu juga dengan kalian. Luka yang kalian alami pasti baru saja sembuh. Aku menyaksikan semuanya. Dan itu adalah salahku. Aku tidak bisa memaafkan diriku yang egois ini.”


”Meski begitu, kapten tidak harus meninggalkan pasukan ini dan beralih menjadi bangsawan biasa. Kapten tetap bisa mengunjungi Putra anda di sini sementara kami hanya perlu menunggu perintah untuk melakukan sesuatu.” ucap Hyacinth bersikeras.


”Tidak. Kumohon, biarkan aku beristirahat sejenak. Biarkan aku tinggal bersama satu-satunya putraku, kapten Hyacinth.” ucap Aciel dengan nada pasrah sembari menatap Hyacinth.


...~o0o~...


”Aima, bagaimana keadaanmu selama beberapa hari ini?” tanya Gill, duduk berhadapan dengan Aima, gadis berambut merah di depan meja makan.

__ADS_1


Aima terdiam sejenak. Menatap daging yang ada di atas piringnya. ”Hanya ada kesepian.”


”Nama aslinya tentu bukan Aima. Dia sebenarnya wanita berusia 40 tahun. Tetapi, karena ia sudah berubah menjadi monster, aku terpaksa menggunakan kunci waktu untuk memundurkan usianya menjadi 14 tahun. Dia pasti tidak akan ingat kejadian yang pernah menimpanya saat usianya di atas 20 tahun ketika semua manusia mulai memburunya.” batin Gill memperhatikan.


”Aku seperti baru saja tertidur selama bertahun-tahun. Aku belum pernah melihat orang-orang yang ada di sini bahkan bangunan ini seharusnya adalah Padang rumput yang luas kan?” ucap Aima sembari menatap sekitar.


”Lalu, apa yang kau ingat lagi selain tentang bangunan ini?” Gill mulai serius menuju ke intinya.


”Yang aku tahu ada banyak pedagang bahkan yang berasal dari Korea juga ada. Lingkungannya masih luas. Berbeda dengan sekarang yang penuh dengan bangunan besar. Menghalangi cahaya matahari saja.”


”Lalu, apa yang terjadi saat itu? Aku dengar sesuatu yang besar tengah terjadi hingga melibatkan banyak orang.”


”Aku tidak ingin mengatakannya. Tetapi, tampaknya orang-orang yang dulu aku lihat di sini sepertinya semuanya sudah mati.” Aima memberi jeda. ”... Ada dua orang ilmuwan yang saling beradu. Semua orang adalah objeknya termasuk aku.”


”Apa yang mereka lakukan?”


”Monster. Pasti itu adalah fosil monster yang pernah ada ratusan tahun lalu.” batin Gill kemudian bertanya, ”... Kau tahu siapa dia orang ilmuwan yang saling beradu itu?”


Aima terdiam sejenak. Wajahnya cemberut dengan tatapan yang terus menatap ke bawah. Tampaknya ia juga sangat membenci kedua orang yang telah melibatkan dirinya dalam percobaan manusia yang tentu hanya menguntungkan mereka berdua.


”Aku membencinya tetapi, aku akan mengatakannya sekali saja. Mereka adalah bangsawan Leory dan Murphy.”


...~o0o~...


”Tuan muda, tolong berhenti memecahkan potnya. Bunganya bisa mati kalau dibiarkan begitu saja.” ucap seorang pelayan wanita yang berusaha menghentikan aksi Ayhner yang terus saja memecahkan pot bunga sebagai kebiasannya sehari-hari.


”Aku sendiri tidak tahu mengapa aku suka melakukan hal ini. Apakah dulu aku memang seperti ini orangnya?” tanya Ayhner menatap ke salah satu dari tiga pelayan wanita dan laki-laki yang menemaninya.

__ADS_1


Satu-satunya pelayan laki-laki di sana membisikkan sesuatu pada kedua pelayan wanita. ”... Ya, sejak dulu Tuan muda memang begini orangnya. Saat kesal pada Tuan Leory yang jarang pulang, ia selalu memecahkan pot di taman sebagai pelampiasan.”


”Jadi, saat ini dia sedang marah? Tapi karena apa?”


”Aku juga tidak tahu. Apakah karena kita terlalu memperhatikannya? Dulu dia juga selalu marah kalau kita terlalu memperhatikannya.”


”Iya, mungkin itu penyebabnya.”


”Apa yang kalian bicarakan disana?” Ayhner tiba-tiba menyela pembicaraan dan membuat ketiganya terkejut.


Ketiga pelayan itu langsung tertawa paksa dan seorang pelayan laki-laki di sana berkata, ”Tidak apa-apa Tuan muda. Anda bisa memecahkan semua pot yang ada di sini. Kami tidak akan protes atau terlalu memperhatikan Tuan muda.”


Ayhner terdiam sejenak. ”... Oh, begitu.” jawabnya sembari menatap sekitar dan melihat ke arah Aciel yang masih berbicara pada beberapa pasukannya. ”... Tiba-tiba saja aku tidak ingin memecahkan pot ini. Aku ingin bertemu dengan laki-laki berambut pirang kemarin. Sudah berhari-hari dia tidak datang kemari lagi kan?” ia menoleh ke arah pelayan.


”Tentu.” jawab pelayan pria. ”... Apakah Anda ingin kami memanggilnya untuk Anda?”


Ayhner menoleh ke arah lain dan memikirkannya. ”... Tidak. Aku ingin menghampirinya sendiri.”


SYOK!


”T- tapi, Tuan muda! Anda tidak diizinkan pergi sendiri. Tuan Leory sendiri yang mengatakannya!” ucap pelayan pria yang masih terkejut mendengar ucapannya bahkan jantungnya nyaris copot saat mendengarnya. Jika ia melihat Ayhner benar-benar pergi dari rumah ini, mungkin bukan hanya jantungnya yang akan copot melainkan kepalanya juga.


”Tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku bisa pergi sendiri.” ucapnya sembari berlari keluar pagar.


”TIDAK! TIDAK BOLEH!” teriak ketiga pelayan ini secara bersamaan sembari menahan Ayhner agar tidak keluar.


Namun, guncangan dari ketiganya malah membuat pot besar yang berada di atas tiang tinggi berguncang hingga akhirnya terjatuh, tepat diatas kepala Ayhner. Jika salah satunya tidak menyadari bahwa ada sebuah pot besar yang jatuh dan akan menimpa kepala Ayhner, mungkin cerita ini akan berakhir tragis.

__ADS_1


__ADS_2