
'Gua akan menaklukkan kalian semua. Wahai calon anak buah. '
Brak!
Pintu terbuka.
Jreennggg!
Semua mata menyoroti kedatangan Reza kali ini.
"Apaaa??? "
Reza Kaget Dan Langsung Menjatuhkan Rahangnya Setelah Melihat Semua Penghuni Kelasnya keseluruhan Adalah Wanita.
Bagi Reza wanita adalah makhluk Lemah yang Tidak Berguna Untuk Mendompleng Kekuasaannya. Meskipun Mereka terdiri dari ratusan Orang sekalipun.
'kenapa Semuanya Wanita. Mana Prianya? Mana Calon Anak Buah Gua? Arrrrrggggh! "
Pupus Sudah Harapan Reza Kali Ini. Impiannya Untuk Membangun Geng Badboys yang sempat runtuh Tidak Mungkin Terlaksana Lagi.
Dia Tidak Berharap Hanya Akan Ada Wanita Di Kelasnya. Reza Bukannya Pria Yang Anti Wanita. Dia Adalah Pria Gentle Yang Terkadang Juga Memiliki Shahwat.
Namun Pikiran Nakalnya Lebih condong Kepada Tawuran Dari Pada Mengurusi Percintaan Yang Menurutnya Sangat Ribet.
Dia Tahu Syifa yang di bilangnya nenek lampir Adalah Gadis Yang Cantik Dan Ideal Meski Sudah Tertutup Aurat, aura kecantikan wanita itu masih terpancar meski sudah mengenakan jilbab.
Mereka Juga Tinggal Dalam Satu Rumah. Itu Tidak Melepas Ketertarikan Reza Pada Seorang Makhluk Yang Bernama Syifa. Namun Dari Pada Memikirkan Hal Itu, Reza Masih Menyukai Hal Hal Yang Berbau Kekerasaan, Uang Dan Juga Kekuasaan.
Reza Masuk Dengan Canggung Di Kelas Itu. Kepercayaan Diri Miliknya Yang Sebelumnya Mengebu Sekarang Telah runtuh seketika Saat Melihat Keadaan Kelas Yang Terkesan Damai Dan Tenang.
Dia Terlihat Cengar Cengir Menyapa Teman-teman Barunya Dan Segera Mencari Sebuah Bangku Kosong.
__ADS_1
'Apa Maksud Kelas Ini. Kenapa Semuanya Wanita? Apa Gua baiknya Kabur Aja? Gua Salah Masuk Jurusan. Ah Tidak, Tidak. Kelas Ini Gua Peroleh Dengan Mengorbankan Sisa Uang Dan Air Mata Gua, plus mata gua yang kecolok. Gua Harus Berfikiran Positif. Cuma Empat Tahun. Itu Sebentar Za.. Kamu Bisa, Kamu Kuat. '
Setelah Terbengong Sesaat, Reza Mulai Di Kagetkan Oleh Seorang Wanita Yang Menyapanya Dengan Lemah Lembut.
"Permisi, Apa Kamu Juga Ambil Jurusan Pg-PAUD? " Ucap Gadis Cantik Di Depannya Dengan Sebuah Senyum Tulus. Reza Mengangguk Dengan Canggung.
Ini Akan Menjadi Skenario Terburuknya Untuk Empat Tahun Ke Depan. Dia Sudah Menyamar Menjadi Pria Terjelek Dengan Gigi Kelinci Yang Besar. Kaos Terbalik Yang Di Kenakannya Juga Aneh Dengan Kopyah Putih Yang Terlihat Konyol.
Entah Kesan Pertama Apa Yang Teman-teman Nya Patri Kan Pada penampilannya, Yang Pasti Itu Bukanlah Suatu Hal Baik.
"Eh, I-iya. Nama Aku Eza. Aku Juga Di Kelas Ini. " Ucap Reza Santun. Hatinya Mengutuk Semua Keadaannya Yang Terasa sangat Menyedihkan.
Setelahnya Gadis Cantik Itu Memperkenalkan Dirinya Sebagai Eva, Itu Di Ikuti Teman-teman Nya Yang Lain yang Ternyata Menyambutnya Dengan Hangat.
"Aku Diah, Salam Kenal Eza. "
"Saya Rini. Salam Kenal. "
Setelah Selusin Nama Di Sebutkan, Reza Mulai Bercengkrama Dengan Mereka Dengan Santai, Sementara Hatinya Mendidih. Itu Karena Dari Kemarin Dia Hanya Berurusan Dengan Wanita dan wanita.
Di Rumahnya Ada nenek sihir Yang Ribet Dan Di Kelasnya secara keseluruhan Adalah Wanita. Entah Kehidupan Apa Yang Akan Dia Jalani. Tapi Dia Berfikir Baik, Mungkin Ini Cara Tuhan Untuk Menunjukkan Kedamaian Padanya, Namun di sisi lain Tangannya Terasa Gatal sebagai seorang penyuka tawuran.
Dia Ingin Memukul Seseorang Dan Itu Selain Wanita. Wanita itu sangat tidak pantas untuk disakiti, itu keyakinannya.
Di Dalam Kelas, Mereka semua Semakin Dekat, Tidak Lupa Keahlian Reza Dalam Berdusta sedang Dalam Mode On. Mereka Semua Ternyata Baik Kepada Reza, Tidak Seperti Para Mahasiswa Di Luar Ruangan yang Memandangnya dengan Sebelah Mata, Mereka Lebih Menyambut Pria Itu Dengan Lembut Dan Nyaman.
Membuat Reza Tidak Meneruskan Untuk Mengutuk Seseorang Pertama Kali Dalam Hidupnya. Mereka Pun Mulai Berbaur Seperti Teman Akrab Yang Seakan Telah Lama Saling Kenal.
"Tiga Puluh Menit Lagi Kita Di Minta Berkumpul Di Lapangan. Mungkin Eza Belum Tahu Kalau Kemarin Kita Sudah Berkumpul Bareng Untuk Membahas Perlombaan Selama Orientasi Study. Kita Juga Sudah Sepakat Memakai Kaos Yang Seragam. Awalnya aku Kira Tidak Akan Ada Pria Yang Masuk Ke Jurusan PG-PAUD, Makanya Aku Sebagai Seorang Yang Di Percaya Untuk Membeli Kaosnya Memilih Warna Pink Seperti Ini Dan Masih Ada Sisa Satu Untuk Stoknya. Apa Eza sendiri Mau Memakai Bareng Kami? Biar Senada gitu. Hehe" Tanya Eva Ragu.
Dia Tahu Kebanyakan Pria Sangat Enggan Dengan Warna Yang Terkesan Mendominasi Wanita itu.
__ADS_1
'Apa-apaan Seragam Ini. Warnanya Kayak Banci? Argggh, Masak Gua Harus Pake Kaos Gitu Sih. Dan Tulisannya Itu Loh Bikin Jijik 'cute Girl' .Tidak, Tidak Gentle Seorang Ketua Gangster Kek Gua Makek Gituan. Tapi Kalau Gua Nolak Nanti Kedepannya Mereka bakalan Musuhin Gua. Empat Tahun Cuy. Gua Mesti Gimana, Tapi Kalau Gua Pikir Harus Keluar Pake Kaos Kebalik Gini Juga Bakalan Di Ketawain. Mental gua Uda Down Hah! sekarang Makin Down. Kenapa style Cewek-cewek Ini Kacau Sekali Sih! Sabar Reza,Sabar! Inget Harta Mu Yang Sedang Tersenyum Menunggu. "
"Ga - Gak Apa-apa Kok. Aku Pakai Seragam Kaos Yang Sama Saja. " Senyum Reza Getir. Batinnya Sebenarnya Menolak Keras.
Eva Memberikan Kaos Tersebut Kepada Reza Dengan Hati Riang. Tanpa Pikir Panjang Reza Menaruh Kopyah Putih Dan Membuka Kaos metal Terbaliknya Dengan Cepat. Membuat Para Wanita Berteriak Histeris.
"Aaaaawwwwwr! "
Beberapa Gadis Yang Malu Berteriak Sambil Menutup Matanya serta Memalingkan Wajah. Sementara Tidak Sedikit Juga Yang Terpana Melihat Tubuh Reza Yang Kekar.
Memang Benar, Selain Gigi Kelincinya Yang Menonjol Besar, Penampilan Reza Lebih Mirip Dengan Oppa-oppa Korea Yang Digandrungi Cewek-cewek Jaman Sekarang ketika membuka kopyahnya.
Reza Bingung Setelah Memakai Pakaiannya. Banyak Ekspresi Nano-nano Yang Di Tunjukkan Teman-teman Barunya Kepadanya. Dia Kemudian Sadar Dengan Kata Religi.
'Shitt! Gua Salah Lagi. '
Reza Segera Menggunakan Baju Pink Nya. Baju Itu Tidak Simetris Dengan Bentuk Badannya Yang Tegap Berotot. Di Tambah Kaos Tersebut Memang Di Khususkan Untuk Wanita Yang Memiliki Tubuh Kecil, Membuat Reza Seolah Menjadi Banci Pengkolan.
'jirr... Gini Amat.. Gua Mesti Gimana Nih. ' Gumamnya di dalam hatinya.
"Maaf ya, aku lupa kalau tempat ini mayoritas cewek, tadi aku buka....."
"Gak papa kok Eza, kita tadi spontan kaget. Cuma memang baju itu cute banget buat kamu nya, kayak oppaku. Cocok kok. " Puji savira membandingkan Reza dengan artis Korea kesukaannya.
"Mas Tinggal operasi gigi saja kok. Nanti bakalan cakep sumpah sweer, badan kamu juga bagus hihi. " Sela diah namun segera mulutnya di sumpali buku oleh Eva.
"Hemmm.. Ngomong nya! . Itu juga ciptaan Allah. Gak boleh gitu. "
"Hehe.. Maaf aku lupa. Terbawa suasana tadi he. "
Mereka bersama-sama keluar dari kelas menuju lapangan dimana penerimaan mahasiswa baru akan di resmikan. Tidak lupa ratusan mata seolah memberi penghakiman pada Reza di saat itu. Dalam pikiran mereka serentak ada tiga kata,
__ADS_1
Ada banci disekolah..