
Kai saat ini sangat kesal, entahlah perasaannya kini sangat kesal dan marah, dia tidak mau mei menjaga jarak dengannya, kai juga merasa bingung dengan dirinya sendiri, karena sebelumnya wanitalah yang datang menyerahkan diri padanya bukan malah dia yang terlihat mengejar, ada rasa marah yang meliputi pikirannya, kai belum sadar kalau ia menyukai mei tapi rasa yang barusan di tolak oleh gadis membuatnya merasa sangat marah,
" Aaaakkkkhhh... " teriak kai frustasi sambil mnarik rambutnya.
" aku akan membuat mu menyesal karena berani menolakku, kita lihat saja bagaimana kau akan menderita karena lebih memilih untuk tidak menyukaiku " kata kai seolah kai ingin sekali membuat mei menderita, rasa sayangnya kini membuat hatinya terttutupi oleh rasa marah karena di abaikan.
" Hahahahahaha..... " kai yang tertawa namun menyiratkan kemarahan, hatinya terasa bergemuruh dia tidak pernah merasakan namanya penolakan, itulah yang membuat kai begitu sangat ingin membuat mei menderita, tanpa tau yang sebenarnya yang di rasakan mei saat ini padanya.
di tempat lain mama anita dan altezza kini duduk di sebuah restoran ternama di kotanya terlihat sedang menunggu seseorang, tidak lama muncul sosok laki laki yang cukup berumur namun masih sangat terlihat tampan.
ya ... yang datang adalah ayahnya mei, setelah kedatangan mei di rumahnya membuat mama anita secepatnya ingin menikahkan anak mereka, karena kai juga akan wisuda begitu juga dengan mei yang juga akan wisuda hanya tinggal menghitung hari saja.
altezza dan anita yang melihat axell yaitu ayah mei segara menaikkan tangannya, axell yang melihat itu pun tersenyum dan menghampiri altezza dan anita,
" Sudah lama menunggu ? " tanya axell sambil menjabat tangan altezza.
" kami juga barusan datang kok bro.. " jawab altezza, yang hanya di angguki axell tanda mengerti.
" ya sudah kita langsung masuk aja yaah, tadi ayah kai sudah menyiapakan ruangan vip, supaya bisa lebih leluasa berbicara." ucap anita.
mereka pun masuk ke ruangan yang sudah di siapkan, mereka memesan makanan terlebih dahulu, tidak lama makanan pesanan mereka sudah datang.
" Kita makan saja dulu, kita bisa bicara leluasa setelah makan kan.??" jelas altezza
" Baiklah, " singkat axell.
mereka pun makan tanpa saling berbicara, hanya suara sendok yang terdengar saling beradu.
setelah selesai makan, altezza memulai berbicara.
" jadi begini bro, maksud kami mengajak mu bertemu itu ingin membahas soal anak anak kita" ucap altezza dengan hati hati
" memangnya kenapa dengan anak anak bro ?" tanya axell
__ADS_1
"begini kai beberapa minggu kmarin sudah pulang ke indo, jadi bagaimana menurutmu kalau perjodohan mereka kita percepat saja, karena bukankah mereka juga beberapa hari lagi wisuda kelulusan mereka ?" jelas altezza.
axell yang mendengar itu sudah paham arah pembicaraan altezza yang juga sahabat baiknya itu.
" aku juga sudah memikirkan itu, dan aku rasa memang seharusnya secepatnya dilaksanakan agar aku bisa tenang, aku juga sudah tua aku ingin cepat melihat memeii bahagia, dan aku yakin dan percaya hanya kai yang bisa menjaga dan melindungi putri ku" ucap axell yakin.
" Baiklah kalau begitu pernikahan akan di laksanakan 2 minggu lagi, karena wisuda anak anak juga sisa 4 hari lagi kan??? yahh .. cukuplah buat kita mempersiapkan segalanya " ucap anita sangat bahagia karena anaknya dan juga anak sahabat baiknya akan segera menikah.
" baikalah kalau begitu aku setuju" jawab axell.
altezza yang mendengar itu juga setuju dan mengangguuk.
" apa kai sudah mengetahui perjodohan ini bro ?" tanya axell
" belum, kami belum pernah mengatakan ini padanya, tapi kai pasti mau, bukan kah dulu mereka selalu bersama meskipun selalu berdebat ??" jelas altezza tersenyum mengingat masa kecil mei dan kai.
" ku harap mei juga begitu, nanti akan langsung ku bicarakan padanya, "
" Sepertinya belum, karena waktu mei ke rumah kai hanya memanggilnya dengan sebutan mei, sedangkan panggilan kai ke mei itu adalah memeii waaktu kecil, " jelas anita.
" Mungkin seiring berjalannya waktu kai akan mengingat mei, karena aku tau mereka saling mencintai" kata altezza di angguki oleh axell.
"baiklah, kalau begitu aku pulang dulu, pasti sekarang mei sedang sibuk di dapur dan menungguku di rumah." ucap axell sambil berdiri dan pamit
" Baiklah broo ... hati hati " .ucap altezza
axell pun pulang ke rumahnya karena memang mei sudah menunggunya di rumah.
sedangkan mei yang sedang menyiapkan makanan untuk ayahnya tiba tiba merasa pusing dan mengeluarkan darah dari hidungnya, mei yang merasa ada cairan hangat yang keluar dari hidungnya mengusap pelan hidungnya.
" astaga aku mimisan lagi.." ucap mei lalu berlari ke wastafel untuk membersihkan hidungnga.
beruntung tidak ada pelayan yang melihat mei mimisan. karena pasti akan membuat seisi rumah panik.
__ADS_1
" aku yakin ... aku pasti sembuh.." kata mei dengan percaya.
mei memang selama ini sangat semangat untuk sembuh karena selain kai ada ayahnya yang harusdia buat bahagia. karena mei sering melihat ayahnya menangis sambil memeluk foto mamanya. makanya mei bersemangat untuk sembuh untuk kai dan untuk ayahnya.
setelah sudah selesai dengan kegiatan memasaknya, tidak lama suara mobil dari halaman terdengar menandakan ayahnya sudah datang.
mei berlari menyambut ayahnya.
" ayahhhh... kenapa lama sekali.?? " Tanya mei sambil memeluk ayahnya.
" apa anak ayah ini sedang rindu dengan ayah yang tampan ini ???" goda axell kepada anaknya
" astaga ayaahh ...... sejak kapan ayah jadi narsis seperti ini siihh ??? tapi memei memang merindukan ayah " tanya mei sedikit kesal. namun tidak melepas pelukannya
" jangan rindu memeii, berat..., biar ayah saja.. kamu tidak akan kuat. " sambil melepas pelukannya dan memegang dagu mei dengan gemas.
" astaga ayaahh... selain narsis ternyata ayah juga pintar merayu" ucap mei sedikit tidak percaya denagn tingkah ayahnya.
" heheh..heheh.hehe " axell hanya tertawa melihat putrinya itu
" apa ayah dulu merayu mama dengan kata kata itu ??" tanya mei
" heheh.. hehhe nggak lah.. dulu ayah jarang sekali merayu ibumu dengan kata kata manis, ayah hanya menunjukkan dengan sikap ayah ke mama mu, bukan dengan kata kata sayang." jelas axell sambil mencubit hidung mei dengan gemasnya. menurutnya mei sangat mirip dengan istrinya, bahkan sifat dan sikap manjanya juga sama persis.
" ooohh gitu yaa.. " ucap mei mngerti.
" 'yaa ... sudah sekarang masuklah, karena ada yang ingin ayah sampaikan, dan ini sangat penting dan termasuk berita bahagia." kata axell dengan bahagia
" memangnya apa yaahh??" tanya mei penasaran
" masuklah dulu nanti ayah jelaskan "
mereka pun masuk ke dalam rumah, untuk makan malam.
__ADS_1