
Di tempat lain laki laki tampan itu sudah berada di bandara, ia adalah kai. Dengan Gagahnya ia berjalan menuju mobil yang di sediakan ayahnya untuk menjemputnya. raut kebahagiaan terlihat sangat jelas di wajahnya karena sedari tadi dia tersenyum.
Kai seperti bernafas lega menatap langit " Akhirnya aku kembali " kai kembali tersenyum
setelah sampai depan mobil yang menjemputnya ia melihat orang suruhan ayahnya
" Pak kita akan langsung pulang atau menemui ayah ku dulu ?" kata kai kepada pengawal ayahnya.
" Kita langsung kerumah dulu tuan sesuai permintaan tuan besar" ucap pengawal itu menunduk.
" Huuufft baiklah ayo kita pulang, aku sudah tidak sabar bertemu keluarga ku " ucapnya sambil membayangkan sesuatu.
Dengan segera mobil itu melaju membawanya membelah kota menuju rumahnya, di perjalanan pulang lumayan macet sehingga ia sangat bosan di mobil, kai memalingkan wajahnya ke jendela mobil tanpa sengaja melihat sosok laki laki dengan motor besarnya yang berada di samping mobil yang kai naiki, karena memang saat ini lagi lampu merah. Namun saat ia ingin memalingkan wajahnya, kaca helm yang di pakai laki laki itu terbuka.
kai memperhatikannya, kai kemudian mendengar suara laki laki itu, kai cukup kaget karena suara laki laki itu seperti wanita dan membuatnya seakan mengingat sesuatu.
" Kenapa suara itu seperti tidak asing bagiku? " dengan wajah bertanya.
" Ternyata dia perempuan tapi penampilannya seperti laki laki, beda dari wanita lainnya " Gumam kai yang di dengar oleh sopir yang membawanya.
Gadis itu seperti menerima telfon dari seseorang " Sabarlah rania aku juga akan sampai, tunggu 5 menit oke ? " lalu mematikan panggilan telfonnya.
Kai masih memperhatikan gadis itu sampai lampu lalu lintas berubah berwarna hijau, dengan cepat gadis itu melajukan motornya, itu tidak lepas dari pandangan kai.
Ya yang di lihat kai tadi adalah Meira.
Kini meira sudah sampai di kampus ia membuka helm miliknya dengan sangat elegan ia Menyibakkan rambut panjangnya yang tadi tertutup helm. laki laki yang menatapnya penuh dengan kekaguman meskipun sudah melihat meira setiap hari begitu. Namun tidak pernah bosan melihat wajah manis milik meira.
Meira menuju kelasnya dengan buru buru seketika meira terjatuh karena ia di tabrak laki laki yang juga sedang buru buru sampai tak memperhatikan jalan
" Aduuh " meira meringis memegangi kepalanya yang terbentur di dada laki laki yang menabraknya.
" Kalau jalan hati hati dong" ucap meira merapikan buku yang dibawanya bahkan belum sempat melihat wajah laki laki itu.
Tiba tiba meira melihat uluran tangan di depannya, meira langsung Mendongkak melihat laki laki itu
" Duuuuhh kak brian jalan liat liat dong kan jadi nabrak meira " ucap meira sambil menerima uluran tangan itu.
" hehheheh iya mei aku minta maaf tapi kamu juga tadi buru buru kan nggak liat jalan juga " ucap brian sambil terkekeh. kemudian mengacak rambut meira yang sedang kesal.
" iiihhh kak brian jangan gitu mei bukan anak kecil, suka banget sih ngacak acak rambut mei, kan jadi berantakan nih " ucap mei kesal
brian masih tertawa menurutnya mei sangatlah manis jika sedang kesal.
" Ya udah ke kelas gih nanti telat loh tadi aku liat Dosennya udah dateng" kata brian
__ADS_1
mei menepuk jidatnya
" astga aku hampir lupa ini semua gara gara kakak" mei langsung jalan buru buru menuju kelasnya.
Brian yang melihat itu hanya tersenyum
" Biarkan dulu seperti sekarang mei, aku ingin kamu nyaman berada di dekat ku seperti sekarang" gumam brian melihat kepergian mei.
yahh brian sangat menyukai meira tapi meira selalu menganggapnya sebagai kakaknya saja karena memang meira anak satu satunya.
brian memang tidak pernah memaksakan perasaanya kepada meira karena menurutnya inilah cara terbaik agar bisa selalu dekat dan melindunginya.
"Hampir aja telat" ucap mei melihat temannya itu.
" tumben banget lo telat mei biasanya juga lo yang paling rajin" ucap keisya di angguki oleh rania
" iya mei tumben banget" ucap rania juga.
" hehehe nggak apa apa sih " ucap mei tersenyum, meira memang jarang membicarakan masalaj pribadinya.
Tidak lama dosen masuk dan memberikan materi
setelah selesai. sekarang sudah waktunya makan siang
"Mei ke kantin yuuk laper nih" ucap rania
" Ya udah ayo tapi tunggu aku pakai topi dulu" ucap mei sambil mengambil topi di dalam tasnya.
"orang cantik maah gini, kenapa sih mei lo selalu menutup diri lo buat laki laki ? " ucap keisya
" aku cuma nggak suka aja melihat pandangan mereka ke aku seakan akan ingin menerkamku."
" hehhehehe emang lo apaan pake di terkam?" kata rania dengan tawanya
" mangsa kali yang di terkam" ucap keisya ikut tertawa.
" udah deh jadi makan nggak nih ? ngomong mulu " kata mei
" ayoo" ucap rania dan keisya bersamaan.
Mereka berjalan menuju kantin sambil sesekali tertawa entah apa yang mereka tertawakan.
sampai di kantin mereka langsung pesan makanan.
" eeh mei setelah lulus dari sini rencana lo apa ?" kata keisya di ikuti anggukan rania.
__ADS_1
" rencananya mau bantuin ayah ku soalnya kan anaknya cuma aku siapa lagi coba yang mau bantuin kalau bukan aku ??"
" iyya sih mei, eeh tapi mei lo nggak rencana ambil s2 ? ucap rania
" Maulah tapi nanti kalau aku udah bisa ngehendel kerjaan ku yang di sini baru nanti mikirin kayak gimana" kata meira
"emang sekarang lo udah kerja di mana aja mei sampe bilang ngehendel kerjaan lo di sini ?" kata keisya
seketika mei menjadi bingung
"hehehe yah banyak lah kan bantuin ayah ku nanti di kantor" ucap rania asal sambil senyum memperlihatkan gigi putihnya karena memang rania menutupi semua pekerjaannya kepada teman temannya.
"ohhh gitu " ucap keisya dan rania bersamaan.
"kirain ada yang lain mei" ucap keisya. yang hanya di balas senyuman oleh mei.
setelah bicara makanan pesanan mereka pun datang, mereka mulai makan.
Tiba tiba ada laki laki duduk di samping meira, membuat meira kaget
" Bisa pindah dari sini nggak ? tuh banyak kok kursi kosong !" kata mei melihat laki laki itu.
" hehhhe galak amat sih, kan gue sukanya duduk dekat kamu mei" ucapnya sambil memberikan senyuman manisnya.
" Duuhh kak reihan kayak nggak tau aja sih sifatnya mei, udah giih sana pindah jangan ganggu mei" kata keisya karena memang dari dulu tidak suka di ganggu.
" atau kak rei duduk disini aja " kata rania menunjuk kursi yang ada di dekatnya.
" ya udah deh, aku pergi yaah, aku tu ke sini cuma mau liat mei kok mastiin kalau mei baik baik aja" ucap reihan sambil senyum melihat mei. namun mei sama sekali tidak mempedulikannya.
" Emang siapa yang berani nyakitin mei ??" kata rania bingung.
" palingan juga kak rei yang suka gangguin mei " kata keisya. mei dari tadi cuma mendengar dan makan saja tanpa mempedulikan mereka yang dari tadi bicara.
Rei kemudian berdiri dan menepuk sebentar pundak mei " aku pergi mei jaga diri baik baik yahh" kata rei lalu pergi. mei hanya diam tak bicara apa pun.
" mei kenapa sih kak rei kalau ketemu sama lo pasti selalu bilang gitu sama lo, emang lo kenapa ?" kata rania penasaran.
" apa sih ran nggak ada apa apa kok dianya aja yang lebay" kata rania cuek. sambil makan.
" tapi kok kak rei kayak khawatir terus sama lo mei ? terus lo juga emang kenapa sih kayak ngehindar gitu sama kak rei ? " kata keisya juga penasaran.
" Aduuh kei nggak apa apa, dianya aja yang lebay, dan aku bukannya ngehindar cuma aku kan emang dari dulu nggak pernah terlalu dekat sama cowok" kata mei panjang lebar sambil menampakkan senyuman manisnya.
rania dan keisya hanya mengangguk karena begitulah jawaban mei kalau ditanya soal dirinya yang selalu menghindar dari laki laki yang selalu mendekatinya.
__ADS_1
mereka melanjutkan makan sambil sesekali tertawa. namun mei hanya sedikit tersenyum saja.