ADAKAH AKU DI HATIMU WALAU SEDIKIT ?

ADAKAH AKU DI HATIMU WALAU SEDIKIT ?
Makan malam bersama


__ADS_3

Kai masih saja bergelut dengan pikirannya sendiri, Meira yang sebenarnya sudah tau kalau memang sahabat mamanya itu memiliki anak laki laki. Tapi Mei sama sekali belum pernah bertemu dengan kai sebelumnya.


mama kai yaitu anita, mengajak mei ke ruang keluarga untuk berbicara, karena memang mama anita juga heran kenapa mei bisa ikut ke rumahnya bersama kai.


" sayang... sini nak mama mau bicara .. " mama anita ke mei, kai juga ikut du belakang ikut bersma mei.


"iyya mah... kenapa ?"..


"kok kamu bisa ke sini sma kai ??"..


"ohhh... tadi waktu mei mau ke tempat teman mei nggak sengaja liat kai di tengah jalan, terus anehnya mah ... kaii marah marah gara gara ban mobilnya kempes .." cerita panjang lebar ke mama anita.


" teruss ??".


" Yahh mei samperin maunya siih tadi mau nawarin bantuan baik baik sma kai . tapi.. kainya malah suruh mei pergi.. jadi mei nakut nakutin aja kalau di tempat tadi itu sering terjadi yang aneh aneh, hehhehheh ..." kata mei dengan panjang sambil tertawa dengan keras. di ikuti mama anita


kai yang mendengar itu menatap tajam mei merasa sangat jengkel dan merasa dirinya sudah di tipu oleh mei,namun segera merubah wajahnya tenang, dan menampakkan senyum liciknya,


"oh ..... gitu... jadi kamu pura pura nakutin aku tadi... ??? ohh .. aku tau pasti karena supaya aku bisa boncengin kamu dan bisa pulang sama aku kan, ??? cciihhh.. cuma mau ambil kesempatan kan ???" kata kai dengan wajah liciknya.


mei yang mendengar itu langsung menatap mama anita . sedangkan mama anita hanya tertawa saja mendengar penjelsan mereka.


" kalian lucu sekali siihh, mama jadi gemmesssh sama kalian.." kata mama anita yang masih tertawa


"dari kecil sampai sekarang kalian masih sama, nggak ada yang berubah, selalu saja berdebat tidak ada yang mau mengalah." mama anita masih gemaaasshh.


kai dan mei yang mendengar itu seketika menatap mama anita seperti bertanya,


"maksud mama aku sama mei dulu pernah ketemu ?" kata kai penasaran. mei juga mengangguk tanda menyetujui pertanyaan kai.


" nanti kalian akan mengerti sendiri" kata mama anita tenang.


mama anita sudah menduga kalau kai dan mei akan terkejut seperti itu dengan ucapannya barusan. tapi menurutnya biar mereka berdua nanti yang akan mengingat kenangan mereka dulu.

__ADS_1


mama anita masih dengan senyumannya menatap kai dan mei bergantian.


"huuufft .. sudahlah.. nanti di bahas lagi .. sekarang telfon ayah mu mei... bilang kalau kamu akan makan malam di sini... bilang juga kai yang akan mengantarkan kamu pulang " jelas mama anita.


mei dan kai sebenarnya masih ingin penjelasan mengenai masa kecil mereka, karena seingat kai belum pernah bertemu dengan mei, berbeda dengan mei yang sudah sedikit paham dengan ucapan mama anita.


" Iyya mah, mei akan tlfon ayah dulu .." kata mei langsung menelfon ayahnya, setelah mendapat izin, mei dan mama anita kembali berbicara dengan mei seperti tidak ada habisnya pembahasan mereka. sedangkan kai sudah naik ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.


makan malam yang sudah tertata rapi di atas meja, lengkap dengan makanan kesukaan mei.


mereka sudah duduk untuk menyantap makan malam, sudah ada ayah kai juga. mereka makan dengan tenang, tidak ada pembicaraan apa pun. hanya kai selalu menatap mei dengan merasa penasaran.


setelah selesai makan mei permisi untuk pulang yang akan di antar kai.


" mah mei pulang yahh..., makasih banyak udah ajak mei makan malam di rumah mama anita " kata meu lembut sambil menjabat tangan mama anita.


"iyya sayang.. ,nanti kamu juga akan sering sering kesini kok .." kata mama anita


"nggak usah mah.. oh iyya dari tadi mei mau nanya sejak kapan mama anita pindah ?? prsaan mei baru ke sini ?" tanya mei


"ohh gitu.. ya udah mai pamit yaa mah pah ." mei pamit.


" kai juga pamit mah "


"iyya ... hati hati .. ingat langsung pulang jngan di bawa kemana mana anak gadisnya mama " mama anita dengan wajah menggoda kai.


ayah altezza yang melihat anak dan ibu itu hanya geleng2 kepala.


kai mengantar mei dengan mobilnya, tidak ada pembicaraan apa pun diantara mereka. sampai kai bertNya


"apa kau merasa kita pernah bertemu sebelumnya ? " tanya kai penasaran.


"mungkin" jawab mei dengan pandangan melihat ke luar jendela.

__ADS_1


" kamu tidak kaget kalau mama ku tadi bilang kalau kita dulu sering berdebat ?" kai masih terus bertanya.


" Tidak juga" mei singkat.


" jadi kau merasa kita memang dulu pernah bertemu bahkan sering berdebat begituu ""


" Munkin saja"


kai sudah lelah beratanya tapi jawabannya cuma mungkin dan tidak. kai sudah kesal


Sementara di dalam hati mei ingin sekali bercerita banyak, tapi menurutnya itu tidak mungkin.


"Andai kau tau bagaimana sikapmu dulu pada ku kai, apa kau akan tetap bersikap dingin pada ku ?? " ... dalam hati mei sambil sesekali melihat kai yang fokus menyetir namun terlihat kesal.


" sepertinya dulu aku juga tidak menyukai mu, karena kita sering berdebat " Gumam kai, namun mei bisa mendengarnya dengan jelas.


" Mungkin memang seharusnya perasaanmu seperti sekarang kai, kau lebih baik untuk tidak mencintai ku lagi... Cukup aku.. Cukup aku yang mencintaimu dalam diam ku, aku tidak ingin aku semakin tidak bisa memaaafkan diriku sendiri jika terlalu egois, jika aku menginginkan dirimu menjadi milikku seutuhnya." dalam hati mei yang sebenarnya tau semua tentang masa kecilnya bersama kai, tapi mei tidak ingin mengingatkannya. karena menurutnya sekarang sudah berbeda.


" aku tidak ingin egois kai, karena ada nanti saatnya dimana aku harus pergi, aku tidak ingin meninggalkan luka di hatimu seperti dulu. " ucap mei dalam hati sambil menahan tangisnya.


mei sangat ini ingin berteriak sekeras kerasnya untuk melepaskan sakit di dalam hatinya,


perasaan yang dari dulu tidak pernah berubah. sampai mei bertemu lagi dengan orang itu, tapi... apalah daya mei, karena memang sekarang sudah tidak bisa lagi.


" jangan mei, jangan semakin mencintainya, lupakan perasaan mu padanya, dia berhak bahagia, " teriak mei dalam hatinya sambil memukul dadanya pelan karena merasa sesak.


kai yang melihat itu sedikit bingung namun khwatir karena mei seperti menahan tangisannya, wajahnya memerah.


"kau tidak apa apa mei ? " kenapa kau memukul dirimu sendiri ?? apa aku menyakitimu mei ? " tanya kai khawatir


" nggak apa apa aku cuma mau cepet sampai rumah, aku lelah hari ini" mei berusaha menutupi perasaan sedihnya.


kai hanya diam dan melajukan mobilnya agar cepat sampai karena sebelum berangkat mei sudah memberi tahu alamat rumahnya.

__ADS_1


setelah sampai mei pun turun tanpa berbicara dan langsung masuk tanpa mengajak kai masuk.


kai hanya menaikkan bahunya tidak peduli meskipun ada sedikit perasaan khawatir karena tadi mei seperti ingin menangis.


__ADS_2