ADAKAH AKU DI HATIMU WALAU SEDIKIT ?

ADAKAH AKU DI HATIMU WALAU SEDIKIT ?
Pulang bersama


__ADS_3

mereka makan dengan tenang, kai sesekali melirik mei yang makan, kai merasa gemas.


"tunggu.. apa barusan tadi aku menyentuh mei ??"gumam kai seketika kai tersadar atas apa yang barusan di lakukannya.


"kenapa aku tidak merasa jijik saat menyentuhnya, justru aku merasa sangat tidak suka jika ada orang lain menatap penuh nafsu ke mei" kai dengan


pikirannya.


"aku pasti sudah gila, selama ini belum pernah ada wanita yang membuatku menyentuh kulitnya, dan ini bahkan aku dengan terang terangan melindunginya, aku pasti sudah benar benar gila." kai terus melamun dengan semua pertanyaan yang ada di kepalanya.


rei yang melihat kai menatap mei membuat rei bertanya tanya di dalam hatinya.


"kenapa kai menatap mei dengan tatapan seperti itu, tatapan itu belum pernah ku lihat sebelumnya."


"apa kai mulai menyukai mei?" rei yang menatap kai juga dengan pikirannya sendiri.


setelah makan dengan tenang, mereka pun pulang dengan arah yang berbeda.


di dalam mobil kai selalu memikirkan mei, bayang mei selalu saja muncul di dalam pikirannya.


"sial kenapa aku selalu mengingat wajahnya, ada apa denganku???,


tidak mungkin kalau aku menyukainya."gumam kai


tiba tiba ban mobil yang di pakai kai meletus dan membuat kai harus berhenti.


" siiall .... kenapa lagi ini ? " umpat kai emosi


kai turun melihat ban mobilnya.


"aaaahh ssiaall, kenapa harus kempes ssiihh,??"


kata kai kesal dengan menendang ban mobilnya.


mei yang juga kebetulan lewat di situ melihat kai sedang kesal dan memilih untuk menghampiri kai.


" kenapa kau marah marah di sini ? sampai menendang mobil mu ?? apa kau sudah tidak waras ??" mei dengan banyak pertanyaan.


kai yang melihat mei datang hanya menanmpilkan sikap dinginnya.


"sudah lah ini bukan urusan mu, urus saja urusanmu, sana pergi.. aku tidak butuh bantuanmu" usir mei.


"apa kau yakin tidak mau aku membantu mu tuan ?" tanya kai dengan sinisnya


"cciihh ... aku tidak suka di bantu wanita.. pergilah" usir kai lagi.


" ya sudah .. kalau tidak mau.. aku juga tidak memaksa.. lagian aku tau di tempat ini sering terjadi kejadian aneh " mei malah menakuti kai.

__ADS_1


kai yang tadinya terlihat dingin malah sekarang terlihat cukup takut pasalnya kai memang tidak tau daerah ini.


sebenarnya mei hanya menakut nakuti kai, karena kai sangatlah sombong menurutnya.


mei merasa puas menakuti kai langsung menyalakan motornya dan berniat meninggalkan kai.


"Tungguuu... " kai menahan mei.


"ada apa lagi siih .. aku buru buru " mei cuek


"Turun.."


"apa ? " mei bingung


" ku bilang Turun ... yaa turun.. " perintah kai dengan wajah dinginnya.


mei masih diam menatap kai


"apa kau yang akan memboceng ku supaya aku bisa memelukmu begitu ??" ucap kai dengan nada mengejek


" iiihhhhh... amit amit di peluk sama kamu. ogaaahh" mei denga merasa jijik.


"ya sudah sekarang turun.. aku yang bawa motor" perintah kai


" ya udah tapi awas yaa.. kalau kamu ambil kesempatan ?" ancam mei


mei sudah naik di belakang kai, tiba tiba melajukan motor membuat mei tidak sengaja memeluk erat kai di perutnya.


" ku rasa sekarang kau yang malah mengambil kesempatan padaku nona ." kata kai sedikit tersenyum.


"aku tidak mengambil kesempatan tuan, tapi tadi kaulah yang tiba tiba melajukan motornya" mei dengan santainya, meskipun mei juga merasa sangat terkejut.


" HEEMM alassan.."


"TER SE RAAHH" kata mei emosi.


tidak lama sampai lah kai di dpan rumah mewah milik orang tuanya. mei yang melihat itu tidak merasa terkejut karena memang sudah biasa melihat rumah sebesar itu, bahkan rumah mei jauh lebih besar tapi cuma mei dan asistennya yang tau.


mereka turun dari motor. mei yang berniat pulang seketika di tahan oleh kai.


"MASUK" perintah kai yang seolah tidak ingin di bantah


"nggak usah... aku buru buru" kata mei santai


kai tidak berkata kata lagi hanya menarik tangan mei masuk masih dengan memakai helmnya.


" Maaf tuan anda tidak sopan.. apa kau tidak bisa lembut sedikit kepada seorang gadis, ?? " kata mei yang merasa sedikit sakit di tarik paksa.

__ADS_1


kai hanya diam dan masuk ke rumahnya.


mama kai yang muncul dari ujung tangga melihat kai menarik seseorang yang berpenampilan seperti laki laki, karena mei masih memakai helm.


" Astaga kai, apa yang kau lakukan nak, ??? siapa ini ..??"


kai yang mendengar pertanyaan mamanya segera melepaskan tangannya ke mei. mei meringis dan segera membuka helmnya.


" Aduuhh ... maaf tante, tapi orang ini yang menarikku dan memaksaku masuk" kata mei sambil memperbaiki rambutnya yang berantakan.


mei yang sudah melihat mamanya kai merasa terkejut, begitu juga dengan mama kai yang melihat siapa yang datang.


" kamu mei ??.." tanya mama kai sedikit terkejut.


"tante ???.." yang juga sedikit terkejut.


kai yang melihat itu juga terkejut.


"kalian saling kenal ?? " tanya kai bingung


" iyya ini meira Anak sahabat mama, sini sayang sama mama..." kata mama kai sambil tersenyum kearah mei dan mengangkat tangannya, seperti ingin di peluk.


mei yang melihat itu segera berlari kecil memeluk mama kai, mereka berpelukan cukup lama, sehingga membuat kai merasa di campakkan, seperti melihat ibu dan anak yang baru bertemu.


" tante..... meira kangeen banget sama tante.." kata mei masih dalam pelukan mama kai, seperti enggan untuk melepaskan


"kamu tuh.. tante kan udah bilang jngan panggil tante.. panggil mama seperti kai " kata mama kai dengan lembut sembari mengelus punggung milik mei yang masih dalam pelukannya.


"hehheh iyya tan... ehh ma..ma.. " mei terkekeh masih terbata karena selama ini mei suka lupa dan belum terbiasa.


"iyya sayang, sekarang biasakanlah" sambil melepas pelukan yang cukup lama itu.


"EEE KKHEEEEMMM .." kai berdehem keras menyadarkan kedua wanita itu yang lagi saling temu kangen.


mama kai dan mei tersenyum langsung menoleh bersamaan.


"astaga.. mama lupa kalau ada kamu di sini kai .." kata mama kai dengan tersenyum


"sepertinya sekarang anak mama bukan aku lagi, tapi DDIAA." Tunjuk mei.


" haahahhahahaha " mama kai hanya tertawa melihat tingkah anaknya.


" Ini memang anak mama juga kai,... iyya kan sayang" sambil melihat mei.


mei yang mendengar itu hanya tersenyum.


sedangkan kai hanya berdecak kesal. Namun masih penasaran, kenapa mamanya sangat dekat dengan mei.

__ADS_1


__ADS_2