
Ke esokan harinya di kampus, saat mei baru saja akan pulang setelah kuliahnya selesai, tiba tiba dari belakang kai menarik tangan mei cukup cepat sehingga mei kaget.
" ikut aku .. " paksa kai
" leppaaass... kau menyakiti kuu ..." ringis mei
" jangan menolakku haaaa.h.. " bentak kai
" Apa hak mu melarang ku menolak mu haaaahh ???"
" karena kau akan menjadi milikku " seringai kai
" tapi baru akan kan ???" ucap mei sinis.
" ku bilang ikut dengan ku, mama menyuruh ku menjemputmu untuk ke butik" bentak kai menjelaskan. mei yang mendengar kata mama anita hanya pasrah meskipun masih merasa sakit bagian pergelanganya akibat tarikan kai.
padahal kalau kai bicara baik baik, mei akan dengan senang hati mengikut karena memang mei tidak keberatan, tapi cara kai yang kasar membuat hati mei sedikit sakit.
di dalam mobil mei hanya diam tidak ingin berbicara menurutnya kai sangatlah kasar, sedangkan kai yang melihat mei hanya diam dan lebih memilih melihat keluar jendela sedikit kesal, karena biasanya wanita lain akan berusaha merayu dan menggodanya seperti sedikit membuka kancing bajunya agar terlihat menggoda, tidak ada yang berani sampai menyentuhnya karena akan berakhir di seret turun dari mobil.
sedangkan mei hanya diam, pakaian yang di pakai mei memang tertutup karena memakai baju kaos dan jaket kulit tidak ada kesan menggoda, hanya sekedar menggoda dangan kata kata pun tidak bahkan besuara pun tidak sama sekali.
tiba tiba kai me ngerem mendadak membuat mei kaget.
" apa aku kurang tampan dan kurang kaya sehingga kau tidak melihatku bahkan berbicara pun tidak padaku haaahh ??" bentak kai
" aku tidak punya topik pembicaraan padamu kai, makanya aku diam " jawab mei datar sambil melihat keluar. kai yang melihat mei berpaling melihat keluar, segara menarik bahu mei dan menindihnya.
" kalau aku bicara tatap wajahku dan jangan berpaling " ancam kai, mei kaget akan perlakuan kai yang terkesan memaksa dan kasar.
" ka ... kaii.. kauu menyakitiku.. lepass kaii... " mei berusaha mendorong tubuh kai, namun masih kalah tenaga.
" ingat satu hal kau akan menjadi milikku, jadi menurutlah, aku tidak suka penolakan, dann saat aku dan kau berbicara tatap aku, jangan berpaling apa kau mengerti?? " ucap kai sedikit berteriak.
mei mengangguk" iy.. iyyaa. aku mengerti, sekarang lepaslah kau menindihku kau sangat berat." ucap mei sedikit gugup dan kaget karena teriakan kai.
kai pun melepaskan mei dan kembali melajukan mobilnya. mei masih sedikit syok akan perlakuan kai, waktu masih kecil kai tidak pernah berkata kasar dan berlaku kasar padanya. bahkan membentak pun tidak,
" sekarang dia sudah sangat berubah, dia sekarang jadi sangat pemarah, kasar dan pemaksa" ucap mei dalam hati.
__ADS_1
akhirnya mereka sampai, kai turun lebih dulu, Sedangkan mei mengikut di belakang. mereka masuk ke dalam butik, yahhh butik langganan mamanya kai adalah EIRA BOUTIQ, yaah butik milik mei, namun karyawan disana yang melihat bosnya datang hanya bersikap biasa saja seperti pelanggan lainnya karena sedari awal sudah di beri tahu kalau jika mei datang dengan seseorang anggap saja tidak kenal karena mei tidak ingin siapa pun tau tentang dirinya.
mei pun masuk mengganti bajunya dengan gaun rancangannya sendiri yang di pilihkan oleh mamanya kai. sangat pas di tubuh indahnya.
mei keluar dengan anggunnya, sedangkan kai yang masih sibuk dangan hpnya langsung melirik mei dengan tatapan kagum akan kecantikan mei. namun segera menormalkan wajahnya.
" ya .. ampunn saayangg kamu cantik sekali pakai gaun ini, dan ini pas sekali di tubuh mu sayang, seperti memang sengaja dibuatkan untuk mu " ucap anita memuji.
mei yang mendengar itu hanya tersenyum karena memang dia sendirilah yang merancang gaunnya itu, gaun berwarna putih campuran pink baby dan peach memberikan kesan mewah elegan , sudah seperti pakaian pernikahan ala kerajaan, karena memang gaunnya sangatlah besar dan mekar menjuntai panjang.
kai yang melihat mei memakai gaun itu membuatnya sangat terpesona dengan kecantikan mei, kulitnya yang putih bening dan bersih dan lekuk tubuh yang sangat indah membuat kai menelan ludahnyaa dengan susah payah.
" kenapa dia sangat cantik sekali memakai gaun itu, dan tubuhnya sangat indah membuat ku tidak tahan melihatnya, ingin aku habisi sekarang juga andai bukan di butik." ucap kai dalam hati masih dengan melihat mei tersenyum, membuat kai semakin menahan gairahnya.
anita yang melihat anaknya melamun sambil menatap mei menepuk pundak kai, kai pun tersadar dan langsung merubah ekspresinhya lagi menjadi datar.
" biasa aja kok di bilang cantik banget " ucap kai sambil melirik mei yang tertunduk.
" allaaaahh... paling juga kamu nggak mau ngaku kalau mei cantik, ya kan mei ??"ucap anita.
mei hanya tersenyum.
kai pun masuk mengganti bajunya, setelah cukup lama kai selalu melihat wajahnya di cermin apa dia sudah ganteng atau belum.
"aku yakin dia akan sangat terpesona dengan ku, " ucap kai percaya diri.
kai pun keluar mei yang melihat itu juga terpesona , namun masih menampakka wajah datarnya. kai yang melihat mei acuh merasa tidak senang karena tidak berhasil membuatnya terpesona.
"baiklah sepertinya bajumu juga pas,"
" mba tolong bungkus ini dan kirim ke alamat ini " ucap anita sambil memberi kartu card.
setelah selesai kai mengantar mei pulang. lagi lagi tidak ada percakapan di antara mereka hingga mei sampai di rumahnya.
mei turun tanpa mengucapkan kata kata. setelah mei keluar dari mobil di susul kai langsung menarik tangan mei.
" kau tidak ingin berterima kasih karena telah menjemput dan mengantar mu ? :" ucap kai
" ohh... makasih, " ucap mei singkat kemudian ingin melepas tangannya dan pergi, namun sebelum itu kai bicara
__ADS_1
" hanya terima kasih ? tidak ada yang lain ??" tanya kai dengan wajah liciknya.
" apa yang kau lakukan inginkan ??"
kai maju selangkah demi selangkah membuat mei sedikit mundur namun tubuhnya kini terpojok membentur ke mobil sehingga tidak bisa mundur lagi, kai masih terus melangkah hingga wajahnya sangat dekat dengan wajah mei.
kai yang menatap mata indah mei seakan terhanyut akan keindahan itu yang membuatnya tenang, kemudian mencium bibir tipis mei dengan lembut.
mei pun dapat merasakan nafas hangat kai yang menyentuh wajahnya, dan bibir tipis kai yang menyentuh bibirnya, mata mei membulat dan kaget akan serangan kai.
mei ingin melepas ciuman itu, namun dengan cepat kai menarik tengkuk mei sehingga memperdalam ciumannya.
kai sangat menikmati ciuman itu bahkan sangat bergairah melakukan ciuman itu, mei terus memukul dada kai dan terus memberontak.
kai yang di pukul malah semakin bergairah untuk melakukan hal lebih, padahal sebelumnya kai tidak pernah menyentuh wanita, bahkan sampai menciumnya.
setelah cukup lama, nafas mei sudah tersengal, menandakan mei kehabisan nafas akan ciuman panas itu, kai akhirnya melepasnya dan menempelkan jidatnya ke jidat mei nafas mereka saling beradu, kai tersenyum.
" kau sepertinya belum terbiasa berciuman yahh bahkan kau tidak bernafas " ucap kai sambil terkekeh.
mei yang mendengar itu segera memukul dada kai kesal
" puas kau mengambil ciuman pertama ku haaahh...?" ucap mei kesal sambil berteriak.
" oh... astagaa ini ciuman pertama mu ??? pantas saja kau sangat payah." ucap kai, sebenarnya ini juga ciuman pertamanya, namun gengsi.
kai sangat puas merasakan ciuman pertamanya, dia merasakan manis bibir mei yang tipis dan berwarna pink muda itu.
mei sangat marah, dan kesal karena telah berani mengambil ciuman pertamanya, yang menurutnya harus dengan persetujuannya.
" kenapa kau mengambil ciuman pertama ku haahhh ... ??" teriak mei
cup.. kai kembali mencium mei, mei kaget dan matanya membulat tidak percaya, untuk kedua kalinya.. kai melepas ciumannya.
" kau.... " belum sempat mei biacara kai kembali menciumnya dan terkesan memaksa karena mei sangat berontak. dan akhirnya kai melepasnya.
" jangan bicara lagi, kalau kau bicara aku akan menciummu lagi, dan bukan hanya ciuman yang akan terjadi .. ta..pi.... " kai menghentikan ucapannya dan menatap mei tajam.
mei yang mendengar itu takut akan di cium lagi, mei hanya menggelengkan kepalanya dan berlari pergi.
__ADS_1
" kita akan melakukan hal yang lebih dari tadi setelah kita sah " ucap kai berteriak melihat mei berlari masuk ke rumahnya.