
setiap hari kai dan mei bertemu di kampus tapi mei selalu menghindar, kai yang menyadari itu merasa aneh karena sebelumnya mei tidak begitu, ada perasaan yang tidak bisa di jelaskan kai. ia tidak ingin mei mnjauhinya tapi masih gengsi juga ,..
sampai kai benar benar tidak bisa menahan diri untuk tidak berbicara kepada mei.
saat mei mau masuk kampus kai dengan cepat menarik tangan mei,
mei yang kaget segera melepaskan tangannya.
" Kenapa kau menarikku ? " tanya mei melihat kai yang menariknya
" kenapa akhir akhir ini kau selalu menghindar pada ku ? apa aku punya salah ? " tanya kai
" Tidak, aku tidak merasa menjauhimu, bukannya selama ini memang aku seperti ini ? tidak suka di ganggu ? dan yaahh itu termasuk kamu !!! " kata mei menahan amarah karena merasa sakit pergelangan tangannya.
" jangan berpura pura untuk tidak menyukai ku mei. aku tau kau menyukai ku kan ? " tanya kai dengan percaya dirinya .
" Kau terlalu percaya diri kai, aku TIDAK MENYUKAIMU , dan tidak pernah mau MENYUKAIMU " kata mei menekannkan kata tidak menyukai dengan menahan tangisnya.
" benarkah ? kau yakin tidak menyukai ku mei ? " tanya kai belum yakin
"Bisa kah kau pergi sekarang kai ? aku benar benar tidak mau di ganggu sekarang " usir kai.
Kai mulai kesal karena barusannya ada gadis yang menolaknya bahkan tidak akan mau menyukainya. dari situlah kai bertekad untuk terus mengganggu mei.
" oke baiklah kita lihat saja sampai kapan kau tidak akan menyukai ku mei " kata kai mnyeringai dan berlalu pergi.
__ADS_1
sedangkan mei yang sudah melihat kai pergi ,, sudah menangis karena yang di katakannya tadi adalah kebohongan.
air matanya sudah tidak terbendung lagi, mei hanya bisa menangis karena ia benar benar harus menjauhi kai. ia tidak ingin terlalu dalam lagi mencintai kai.
mei lebih memilih pulang ia sudah tidak bersemangat lagi, mei pulang ke mentionnya sendiri.
ya mei memiliki mention yang sangat besar tanpa sepengetahuan ayahnya bahkan hanya asistennya yang tau. semua itu dari hasil butik dan juga perusahaan yang baru beberapa bulan di resmikan itu namun mampu bersaing dengan perusahaan papahnya dan juga perusahan milik ayah kai.
setelah sampai di mantionya, kepalanya pusing dan penglihatannya kabur... mei pingsan.
pelayan yang melihat bosnya pingsan segera membawa ke rumah sakit.
setelah di periksa oleh okter kepercayaannya , mei perlahan membuka matanya, melihat sisi ruangan. yah mei ada di ruangan dokter kepercayaannya.
" kau melupakan obat mu lagi memeii, kenapa selalu melanggar perintah ku heemmm ? ?" kata dokter rafa lembut dan sedikit mengelus wajah pucat mei.
rafa juga memanggil mei dengan panggilan masa kecil mei yaitu memeii
mei yang mendengar ucapan dokter rafa hanya tersenyum.
"Ia maafkan aku kak rafa, aku lupa " jawab mei namun terlihat sedih.
Rafa yang melihat mei sedih bertanya
" kenapa kau terlihat sedih memeeii, ??? apa sesuatu telah terjadi ?? " tanya rafa khawatir.
__ADS_1
mei menangis dan memeluk rafa, sedangkan rafa yang di peluk juga membalas pelukan mei dengan lembut dan mengusap pelan punggung mei yang terasa bergetar karena menangis.
" bicaralah, ada apa memeiii ??" belum melepaskan pelukannya
" kak... di ddiiaa kem... baaliii .. huu huu huu " ucap mei terbata dan menangis sesegukan.
" apa dia mengenalimu memeii ?? " tanya rafa sambil melepas pelukannya dan mengusap air mata mei yang terus mengalir tanpa hentinya.
" tidak kak, dia belum mengenaliku.. dan .. dan . akuuu tidak mau dia sampai mengenaliku ... " ucap mei yang terus menangis
" kenapa memeii, bukannya dia yang selama ini kamu tunggu ?? " tanya rafa memegang wajah mei dengan kedua tangannya.
" sekarang sudah berbeda kak, aku tidak bisa, karena biar bagaimana pun aku berjuang aku akan tetap kalah.. aku juga akan pergi .. huuu huu huuu " jelas mei denga tangisan pilunya.
" kau bisa menjelaskan semuanya tentang keadaan mu sekarang memeii dan dia pasti akan mengerti, bukankan dia juga sangat mencintaimu ?? " jelas rafa
" Ttii.. tiidak kak, Dia tidak boleh sampai mencintaiku lagi, aku sudah bersusah payah menghindarinya, .."
" tenanglah memeii kan aku sudah bilang kamu akan sembuh .. aku sendiri yang akan menyembuhkan muu dan tugas muu hanyalah berjuang bersama ku untuk kebahagiaanmu." kelas rafa yang kembali memeluk mei.
yaa.. mei sakit. dan hanya mei dan rafa yang tau, karena itu kemauan mei yang tidak ingin siapa pun tau tentang sakitnya, sekalipun itu ayahnya.
mei sakit gara gara kecelakaan 10 tahun lalu yang membuat hatinya rusak dan harus segera mendapat pendonor, namun selama 10 tahun ini belum ada yang cocok satupun bahkan tingkat kecocokan paling tinggi hanya 15% saja.
dokter rafa yang menangani mei dari 3 tahun terakhir ini melihat semangat sembuh dari sakitnya itu merasa sangat bahagia. selama ini mei belum pernah mengeluh sedikitpun tentang sakitnya. karena jika mei di tanya , mei hanya akan bilang," aku baik baik saja, bukan kah aku akan sembuh ? " hanya kata kata itu yang sering di ucapkan mei ketika rafa menanyakan kondisinya.
__ADS_1
setelah cukup tenang mei kembali tertidur karena pengaruh obat bius.