
" siaal.. itu ciuman pertama kuu.. " teriak mei di kamarnya.
" aaaaakkhhhh... dasar mesum.. bahkan dia berteriak tadi, katanya bisa berbuat lebih.. aaakkhh " ucap mei berteriak sambil menarik rambutnya frustasi.
" aku memang mencintaimu tapi jangan memaksaku, aku tidak suka di paksa.. "
" kata orang di kampus kai tidak pernah mau di sentuh wanita, tapi ini.... dia dengan mudah mengambil ciuman pertama ku .. bahkan dia menciumku sampai 3 kali.. dasar kai messuumm... " umpat mei
setelah capek mengumpat, mei lelah untung tadi tidak ada yang melihatnya, kalau sampai ada mei pasti sangat malu.
sedangkan kai yang sudah ada di kamarnya, masih terus membayangkan betapa manisnya bibir mei saat menciumnya, bahkan sangat manis dan lembut, kai sangat menikmatinya.
ingin sekali kai mencium dan ********** lebih lama, namun di tahannya karena mereka juga akan melakukan itu setelah menikah bahkan lebih.
sejenak kai melupakan niatnya untuk menyakiti mei yang telah menolaknya.
kai terus tersenyum jika mengingat ciuman pertamanya bersma mei.
waktu terus berjalan sehingga tidak terasa pernikahannyaa akan di laksanakan besok.
mei sudah rapi ingin ke restoran bertemu teman baiknya itu.
tidak seperti biasanya penampilan mei kini lebih feminim, memakai dress selutut berwarna peach, sehingga memperlihatkan betis mungil nan putih itu, dan sedikit belahan di punggungnya sehingga menampilkan punggung dan bahu mulus miliknya, dengan polesan sedikit make up dan rambut yang tergerai indah, sehingga kini penampilannya sangatlah menawan dan sangat imut.
mei melajukan mobilnya, yaa mei pakai mobil sport pemberian ayahnya. saat sampai mei memarkir mobilnya da keluar dengan elegannya. sehingga yang melihat mei sangat kagum dan terpesona.
mei masuk ke restoran dengan cantiknya, menuju tempat yang telah ada rania dan keisya.
tidak lepas dari itu ada sepasang mata yang melihat mei datang hingga sampai ke tempat dimana rania dan keisya duduk, bahkan melihat semua laki laki yang menatap mei dengan begitu terpesona. ia sangat kesal dan marah. yaaaa yang melihat mei adalah kai.
kai mengepalkan tangannya dan terus menatap tajam ke arah mei.
" maaf yahh aku telat" ucap mei kepada temnnya
" waahh cantik banget kamu mei, tumben pake dress?" tanya rania kagum
" yahh lagi pengen aja, " jawab singkat mei.
" astaga kamu cantik banget pake dress, jadi iri dehh aku " celetuk keisya
" ahh udah ahh, aayoo pesan makan, aku yang teraktir hari ini SE PU AS NYAA " ucap mei.
" haa... benarkah ?? kalau begitu aku akan makan banyak hari ini .." kata rania antusiasnya. begitu juga keisya.
mereka pun makan dengan selingan tertawa, kai yang melihat mei teratawa begitu lepas membuat kai merasa tenang namun juga kesal karena mei belum pernah tertawa selepas itu jika bersamanya.
saat sedang makan tiba tiba ada sosok laki laki yang menyentuh pundak mei, mei refleks berbalik dan menoleh .
" astaga kak briaaannn... kakak ngagetin aja sihh ??" ucap mei
ya yang datang adalah brian teman kampus mei yang sangat menyayangi mei namun tidak ingin memaksa.
" hehhe maaf meii " ucap brian sambil mengacak rambut mei. mei hanya cemberut dan memanyunkan bibirnya sehingga sangat menggemaskan.
" astaga kakak jangan mengacak rambutku, kan jadi jelek nihh " ucap mei kesal sambil merapikan rambutnya.
"kakak ngapain di sini ?" tanya mei
" tadi ketemu sama temen di sana, ehh waktu mau pulang liat kamu, makanya aku samperin." ucap brian yang kini sudah duduk di samping mei.
" ohh gituu " kata mei, keisya dan rania bersamaan.
__ADS_1
" oh iyya mei, kamu kok cantik banget siihh hari ini ??" tanya brian sambil mencubit pipi mei dengan gemas.
" kak jngan mencubit ku, nanti bedaknya luntur tau ggak..?" ucap mei kesal, brian hanya terkekeh
" biar pun kamu nggak make up kamu tetap cantik kok mei " ucap brian
" yeeee.. gombal aja lu kak, dimana mana laki laki tu sukanya kalau cewenya make up." ucap keisya di angguki oleh rania yang terus mengunyah.
" tapi nggak semua kok, buktinya aku .. yang akan terus mencintai mei walaupun ggak make up" tunjuk brian pada dirinya sendiri.
"lebay loo" ucap rania. mereka pun terkekeh mendengar celoteh rania dan keisya yang tidak mau kalah dengan brian.
tanpa mereka sadari sedari tadi kai yang melihat kedekatan mei dan brian , membuat kai sangat marah. kai mengepalkan tangannya melihat tangan brian menyentuh punggung mulus milik mei, mengacak rambut mei bhkan sampai mencubit pipi mei.
kai sudah tidak tahan melihat itu, sampai akhirnya kai menghampiri mei.
kai menarik paksa mei darii kursi untuk keluar, mei yang tiba tiba di tarik membuatnya terkejut.
" leppaaass .... sakiitt... " ucap mei meringis karena pegangan kai sangatlah kuat karena emosinya.
brian yang melihat itu sangat marah karena tidak suka jika melihat mei di sakiti.
" lepaskan dia.. kenapa kau memaksanya ??" ucap brian
" kai leppaass,.... sakitt" ucap mei ingin melepaskan tangannya.
" DDIAAMM " Bentak kai, membuat mei takut.
" astaga apa yang terjadi ?? kenapa kai begitu marah ?? " tanya keisya pada rania berbisik.
" gue juga nggak tau, kan dari tadi mei juga belum cerita apa ap ke kita " ucap rania juga berbisik.
" tuan tolong lepas tangan mu .. kau menyakitinya.." ucap brian dengan hati hati.
namun kai sudah sangat marah.
" DDIIAAMMM, jangan mencoba mengajariku." ucap kai menunjuk brian. mei hanya menunduk merasa kesakitan.
" Dan jangan mencoba menyentuh mei, karena dia adalah milikku, aku tidak sudi barang milikku di sentuh orang lain " bentak kai.
mei yang mendengar kata "barang" membuat hatinya sakit.
" apakah aku seperti barang bagimu ?" ucap mei dalam hati.
kai menarik mei dengan begitu kasarnya, mei hanya meringis kesakitan, hatinya begitu sakit, bukan karena tarikan kai yang yang kencang tapi ucapan kai.
brian yang melihat kai terus menyeret paksa mei berusaha menghentikannya.
" lepaskan dia, lihatlah .. dia kesakitan." ucap brian menunjuk mei yang meringis.
" ku bilang jangan urus urusan ku.. kamu tidak berhal memerintahku. dia ini calon ISTRI KU.. dan aku tidak suka dia bergaul apalagi di sentuh laki laki lain termasuk kamu.. " ucap kai emosi dan sengaja menekan kata ISTRI KU pada brian.
brian kaget akan kata kata kai.
" apa maksudmu dia milikmu ? dan calon istri ??
meii. tolong katakan dia berbohong " tanya brian tidak percaya
" dia memang calon istriku dan mulai sekarang aku melarang keras dia bertemu dengan mu" ucap kai
" meii. tolong jawab... bilang kalau ini tidak benar kan.??? "
__ADS_1
" Tidak kak brian, kai benar besok aku akan menikah dengannya, aku datang kesini ingin menyampaikan ini pada rania dan keisya"
ucap mei hampir mengeluarkan air matanya.
rania dan keisya sangat kaget, namun tidak mampu protes karena melihat kai begitu marah.
" kamu dengar sendiri kan, ?? kalau kita besok menikah ?" ucap kai
kemudian melepas jas miliknya dan menutup punggung mei yang terbuka. dan kembali menarik mei ke keluar, meninggalkan brian dan temannya yang masih belum percaya.
mereka sudah di dlam mobil kai.
haaaaaaaaahhhh...
kai menghela nafas panjang, ia sangat kesal dan marah. berkali kali memukul stir mobilnya.
" Aaakkkhhh... " kai teriak.
mei yang melihat itu kaget dan hanya menangis.
" Jangan pernah keluar rumah memakai baju yang terbuka, aku tidak suka melihatnya, kau seperti perempuan penggoda" bentak kai
" atauu jangan jangan kamu memang sengaja memamerkan tubuhmu ini ??" ucap kai meraba paha meii.
PLAAAKK...
mei menampar kai dengan keras.
" Cukup kau permalukan aku di dalam tadi, dan sekarang kau bilang aku perempuan penggoda yang sengaja memamerkan tubuhku ??" lirih mei sambil menangis.
kai mencekeram wajah mei dengan kasar.
" lalu apa sebutan yang pantas untuk mu haaaahh. ?? " bentak kai memuncak karena mendapat tamparan.
kai menarik paksa baju mei sampai sobek bagian depannya hingga memperlihatkan belahan dadanya.
mei semakin takut,
" ja.. jangan.. ku mohon jangan ... berhenti... " ucap mei terbata karena takut.
sedangkan kai terus saja menarik paksa baju mei amarahnya kini semakin memuncak karena mendapat penolakan, kai sangat tidak suka di tolak. kemudian melihat mei
" kau menolakku sedangkan yang kau sebut kak brian itu bebas menyentuhmu begitu ??" ucap kai dengan penuh amarah.
" ti.. tidaak .. tidak begitu dia tadi tidak sengaja. percayalahh, aku juga tidak tau kalau dia akan menyentuh bahu ku" gemetar mei ketakutan
" selain bahu mu, apa lagi yang di sentuh haaahh.. ???" bentak kai
" apa dia juga menyentuh yang lain ?" ucap kai
" ti ..tidak.. "
kai semakin mendekat dan mendaratkan ciuman di bibir mei, awalnya lembut namun menjadi kasar karena mei memberontak tidak terima, kai semakin kasar dan mencium bahu mei dengan kasar bahkan menggigitnya.
" itu balasan karena kau berani di sentuh oleh laki laki lain, lain kali jika ada yang menyentuhmu lagi selain aku, bukan hanya bahumu yang ku gigit, tapi semua tubuhmu yang telah di sentuh laki laki itu. "
" Kau mengerti ??"
mei hanya mengangguk dan meringis kesakitan karena di gigit.
" aku sengaja menggigit bahumu yang di sentuh laki laki itu, karena aku tidak mau ada bekas sentuhan laki laki lain di tubuhmu," ucap kai datar dan melajukan mobilnya.
__ADS_1