
waktu terus saja berjalan, tanpa ingin berhenti sejenak, tidak pernah mau menunggu kapan akan seseorang sadar dan berakhir penyesalan, seperti saat ini wisuda sudah dilaksanakan beberapa hari kemarin dan hari ini adalah hari pernikahan mei dan kai.
sejujurnya mei sangat bahagia karena menikah dengan laki laki yang selama ini ia tunggu, cinta. yang selama ini ia pertahankan bahkan sampai bertahun tahun lamanya, meii tidak pernah sekalipun berniat untuk melupakan perasaanya karena baginya suatu saat penantian panjangnya ini akan memberikan harapan.
di hotel berbintang lima dengan dekorasi yang sangat mewah bernuansa putih bersih dan campuran pink muda ala istana kerajaan.
mei sudah di dandani dengan begitu cantiknya setiap mata yang akan melihatnya akan terhanyut akan mata indah miliknya, lekuk tubuh yang sempurna, wajah imut dan bibir tipis berwarna pink miliknya kini sangatlah mempesona.
aura kecantikannya kini telah terpancar, meskipun biasanya mei tidak berdandan akan tetap cantik, namun kini polesan make up yang tipis saja sudah membuatnya begitu sempurna.
gaunnya kini menjuntai panjang nan indah. bahu yang sedikit terbuka memperlihatkan bahu mulusnya.
" Astaga nona kenapa kau seperti bidadari saja ?? apa aku yang terlalu jenius mendandanimu atau kau memang sangatlah cantik ?? " ucap MUA yang seperti perempuan namun suaranya laki laki.
" nona ini memang sudah cantik incess, jadi di poles sedikit saja sudah sangat cantik, bahkan sekarang dia seperti bidadari .." ucap asistennya
" nona ini memang benar cantik, beruntung sekali yah calon suami mu mndapat istri bidadari sepertimu" ucap incess si MUA
mei hanya menunduk dan tersenyum, Yang ada di fikiran mei saat ini adalah apa benar kai mencintai ku ?? sama seperti aku mencintainya ? apa kai juga akan menerima ku jika ia tau kondisi ku ?? atau dia akan mencampakanku ?? begitu banyak pertanyaan di dalam hatinya.
tidak lama anita datang memanggilnya untuk turun karena kai sudah datang.
" sayang... kai sudah di bawah ayo kita turun ijab kabulnya akan segera di laksanakan." ucap anita sambil memegang pundak mei.
" mahh... kok memeii gugup yah.. ??" ucap mei sedikit bergetar dan mengeluarkan keringat padahal ac menyala.
" heheheh.. itu wajar sayang.. karena kamu akan segera menjadi istri, sekarang tenanglah semua akan berjalan dengan sempurna" jelas anita menenangkan mei.
"huuufffttt... baiklah.. "
__ADS_1
" ayo turun ayah mu sudah menunggu mu "
ucap anita dan mei mengangguuk.
mereka menuruni tangga dengan anggunnya, mei hanya menunduk tidak berani menatap orang orang.
semua mata tertuju pada pengantin wanita. ya itu meii, semua mata memandang dengan penuh kekaguman bayak dari mereka berkata " cantik sekali, dia benar benar seperti bidadari, wajahnya sangat bercahaya.. apalagi matanya.. yaa ampunnn indah sekali begitu menenangkan.." ucap para lelaki dan juga wanita yang melihatnya menuruni tangga.
mama anita juga tidak kalah cantiknya. sementara kai yang melihat mei dengan begitu cantiknya seakan di buat terpesona bahkan sampai tidak bisa berkedip, " kenapa semakin hari dia semakin cantik saja, dia sekarang seperti bidadari, matanya... seperti sangat familiar untukku, kenapa begitu tenang melihat matanya" ucap kai dalam hati sampai tidak menyadari mei sudah ada di depannya.
lamunannya terbuyar oleh bisikan para undangan yang menatap penuh takjub akan ke cantikan calon istrinya. ada rasa kesal dan emosi naman di tahannya karena sebentar lagi juga akan menjadi miliknya.
ijab kabul berjalan begitu khidmad dan begitu sakral, kai mengucapkan hanya dengan satu kali tarikan nafas dan sahhh..
kini mereka sudah sah menjadi suami istri, mei mencium punggung tangan kai, dan kai mencium kening mei begitu lembut.
mei menangis dan memeluk ayahnya
" ayah sangat bahagia sayang karena ayah masih bisa menikahkan anak ayah satu satunya.. berbahagialah sayang, hormati suami mu" ucap axel sambil memeluk erat putrinya.
setelah ijab kabul mereka pun kembali kembali ke kamar untuk istirahat karena resepsi akan di laksanakan nanti malam dan di laksanakan di pinggir pantai.
mei masuk duluan ke kamar untuk mengganti bajunya, di ikuti kai di belakang.
saat mei ingin membuka bajunya tangannya tidak sampai pada resleting gaunnya.
" aduuhh kok nggak sampai siihh, kok aku bisa lupa kalau ini terlalu jauh untuk ku jangkau,.. hemmm sepertinyq aku salah desain" ucap mei berusaha menjangkau resleting bajunya.
kai dari tadi menunggu mei keluar dari toilet namun tak kunjung keluar sudah setengah jam kai menunggu, akhirnya kai mengetuk pintu.
__ADS_1
" apa yang kau lakukan di dalam .. kenapa lama sekali... aku juga mau ganti baju." ucap kai sambil menemgetuk pintu.
mei kaget dan tidak tau harus bagaimana, dan akhirnya mei memutuskan akan meminta tolong, saat mei membuka pintu, kai kaget karen mei belum juga mengganti bajunya.
" astaga sudah setengah jam kau di dalam tapi belum juga mengganti bajumu ??? apa yang kau lakukan di dalam haaahhh ??" teriak kai
" maa... maaaff.. ini.. emmm itu.." ucap mei terbata
" emm anu.. itu.. apa sihh ??" kesal kai
" emm ini... aku.. emm tangan ku tidak sampai . aku kesulitan membuka resnya." ucap mei gugup dan menunduk.
kai merasa gemas dengan tingkah mei yang malu malu,.
" kau sangat merepotkan" ucap kai ketus namun hatinya begitu bahagia karena mei bergantung padanya.
mei berbalik dan kai seakan terpana melihat punggung putih mulus milik mei, kai susah payah menelan ludahnya.
" astaga kenapa dia begitu monggoda.." ucap kai dalam hati
kai menarik retsleting gaun mei dan nampaklah punggung mei yang begitu mulus terawat.
kai berusaha menutupi kegugupannya, karena memang belum pernah melihat mei seperti ini, tapi tidak bisa di pungkiri kalau di luar sana banyak wanita yang terang terangan mengajaknya untuk menghabiskan malam.
setelah selsai mei langsung masuk lagi dan berganti baju setelah berterima kasih, tidak lama mei sudah keluar dengan piyamanya yang terkesan tetutup.
kini giliran kai yang ganti baju tidak menunggu lama akhirnya kai keluar.
kai melihat mei sudah terlelap, yaa mei sudah tidur karena sangat lelah, kai yang melihat mei tidur pulas mengulaskan senyuman di bibirnya, ia merasa gemas karena mei tidur seperti kucing manis yang begitu tenang.
__ADS_1
akhirnya kai juga naik ke tempat tidur, berbaring di sebelah mei yang sudah mei batasi guling.
mereka tidur dengan nyenyaknya.