
keesokan harinya kai ke kampus barunya, ia masuk ke halaman kampus dengan mobil mewahnya sehingga menarik perhatian orang orang. kai keluar dari mobilnya dengan ekspresi dinginnya, gayanya yang keren dan berkarisma, membuat wanita begitu mengaguminya.
"waah siapa itu keren sekali, sepertinya dia mahasiswa baru di sini?"kata orang di sekitar.
" iyya duuh ya ampun tampannya, aku mau dong satu yang kayak gitu." ucap para wanita yang melihatnya.
meira yang baru juga datang melajukan motornya menuju parkiran motor. mei membuka helmnya dengan sangat elegan, laki laki yang melihatnya selalu saja kagum padanya.
kai yang tadinya ingin masuk tiba tiba melihat ke arah mei, kai melihat mei melepas helmnya.
"bukan kah dia gadis yang ku lihat kemarin?, ternyata dia kuliah juga di sini?" gumam kai yang sedari tadi menatap mei dari jauh.
mei berjalan memasuki kampus masih memakai jaket kulit miliknya, rambut panjang yang tergerai indah, serta mata indah miliknya itu membuat kai merasa sangat tenang di hatinya.
"kenapa matanya membuat ku sangat tenang ? ada apa dengan perasaan ku ? gumam kai dengan menatap mata indah mei.
kai yang juga masuk ke kampus tiba tiba ada seorang wanita datang di hadapannya sambil memegang tangan kai. kai yang merasa di sentuh tangannya tiba tiba merubah wajahnya menjadi sangat dingin dan menatap tajam wanita itu.
"apa kau sudah tidak ingin hidup lagi? "ucap kai dengan wajah yang sangat menakutkan, membuat wanita itu melepas tangannya dan berjalan mundur. seketika tubuhnya bergetar hebat saking takutnya.
"ma.. maa maaf aa..aku u ti ti tidak sengaja" kata wanita itu tertunduk karena takut akan tatapan tajam milik kai.
"minggir dari hadapanku dan jangan pernah menampakkan wajah mu di depan ku lagi" teriak kai membuat semua orang yang melihat itu kaget. termasuk mei.
"satu lagi jangan berani menyentuhku karena aku tidak suka di sentuh wanita sepertimu !! apa kau mengerti ??" kai sangat marah membuat wajahnya memerah.
"iy iyya maaf kan aku" sambil pergi dari hadapan kai dengan menangis.
"semua wanita sama saja membuat ku sangat jijik melihatnya" gumam kai
mei yang melihat itu cukup kaget karena barusan ada laki laki yang bisa berteriak dan memarahi angel di hadapan orang banyak. bahkan membuat angel menangis.
ya yang di marahi kai tadi adalah angel salah satu wanita terseksi di kampus, belum pernah ada sebelumnya yang menolak angel karena ke seksiannya. berbeda dengan kai.
"laki laki itu cukup menarik" mei menyunggingkan senyumannya . kemudian pergi meninggalkan ke ramaian.
Kai masuk dengan perasaan marah karena yang barusan terjadi.
sesampainya kai di kelasnya dia disambut hangat oleh reihan. ya reihan adalah teman dekat kai sebelum kai ke jepang untuk belajar.
"hai kai gimana kabar lo ? kok mukanya kayak marah gitu ? " kata rei melihat kai dengan wajah masih merah padam.
"enggak apa apa ada masalah kecil tadi cuma sekarang udah nggak apa apa kok"
rei hanya mengangguk paham.
kai duduk di samping rei sambil menunggu kelas.
ketika kelas selesai kai dengan reihan ke kantin. kai yang asik berbicara dengan rei tidak melihat mei yang juga berjalan ke arahnya. mei juga tidak memerhatikan jalannya sehingga mei menabrak kai .
"auuuu. " pekik mei memegangi jidatnya yang terbentur di dada kai.
"apa kau tidak bisa berjalan dengan baik sehingga kau menabrakku ?? " mei masih mengelus jidatnya tanpa melihat kai.
__ADS_1
"maaf nona disini kau juga bersalah karena kau berjalan tidak melihat jalan" kai dengan wajah dinginnya
" apa ??? salah ku ? kau menyalahkan ku ???" mei mendongkak melihat mata kai
kai yang menatap mata indah milik mei membuat hatinya merasa aneh karena ini baru pertama kalinya melihat mei dari dekat.
"oh ternyata gadis ini yang menabrakku." ucapk kai dalam hati.
"ini kan laki laki yang tadi memarahi angel, jangan jangan dia juga mau marah karena aku menabraknya ".kata mei dlam hati
reihan yang melihat mei segera melerai keributan itu.
" kalian semua salah jalan nggak liat liat, tapi apa kau tidak apa apa mei ? " kata rei khawatir pada mei
"ohh namanya mei" ucap kei dalam hati sambil menatap mei.
"iyya aku nggak apa apa teman kamu nih nggak ada minta maafnya, harusnya kan ngalah sama cewe, ?" kata mei sambil melihat kai dengan tajam.
kai yang di tatap tajam hanya tenang.
" ku pikir kamu kenapa kenapa mei" ucap rei sudah tenang.
"sudahlah lain kali jalan hati hati aku tidak ingin minta maaf karena kita sama sama salah, lagian aku juga tidak suka minta maaf"
" aku juga tidak sudi minta maaf padamu tuan"
"sudahlah kai jangan ribut terus ayo ke kantin" rei menengahi.
" wahh sepertinya ada pangeran yang datang ke kampus ini yah kei ?" kata rania dengan wajah terpesona
" iya ran, duuh tampannya.. "kata keisya
"iihh apa apansih kalian bukannya belain malah terpesona sama makhluk satu ini. " ucap mei kesal karena lebih terpesona kepada kai.
"astaga mei apa kau tidak terpesona dengan pangeran ini ? apa mata mu yang indah itu mulai katarak ? sampai kau tidak bisa melihat betapa tampannya dia .." kata rania yang tak tau malunya.
"sepertinya matamu ini rania yang katarak, biasa aja kok di bilang pangeran" kata mei cuek.
kai yang mendengar kata kata mei sedikit kaget karena selama ini belum pernah ada wanita menolak pesonanya, kecuali gadis kecilnya dulu.
"gadis ini berbeda" kata kai dalam hati
"sudah sudah jangan berdebat terus, ayo ke kantin bukannya kalian mau ke kantin ? " kata rei menengahi perdebatan itu.
" ya udah ayoo kita semua satu meja aja" kata rania dengan semangat.
"apa kau sudah tidak waras rania ? bukannya selama ini kita selalu makan bertiga ? " kata mei heran karena mereka memang tidak suka di ganggu kalau lagi makan.
" Mulai sekarang kita selalu makan dengan kak rei dan juga pangeran ini" kata rania dengan tingkah centilnya.
"iyya mei aku juga nggak masalah kok, malah aku seneng banget bisa makan sambil liat wajah tampannya" keisya tidak mau kalah.
"terseraaah asal jangan ada yang mengngganggu ku." kata mei kemudian pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
kai dan reihan yang melihat tingkah mei hanya geleng geleng kepala.
mei yang masuk ke kantin membuat semua laki laki melihat ke arahnya.mei yang menyadari itu segera berbalik untuk kembali karena ia lupa memakai topi.
Namun saat berbalik mei kembali terbentur kepalanya di dada kekar milik kai.
kai yang di tabrak sama sekali tidak lengah kerna memang tubuh mei cukup mungil.
" Aduuh jalan liat liat dong "
"kamu yang nabrak nona" kai dengan tenang
" kamu kenapa mei " kata keisya
" Aku lupa pakai topi"
" astaga aku baru sadar mei" kata rania sadar.
"kenapa memangnya harus pakai topi apa rambutmu akan terbang ?" kata kai pada mei yang bingung.
"bukan begitu kakak tampan, tapi apa kau tidak melihat mata mereka yang seakan akan mau menerkam mei ?" kata rania sambil menunjuk laki laki yang melihat mei sangat terpesona.
kai langsung sadar, seketika ia menarik mei ke belakang punggungnya sambil menatap laki laki yang melihat ke arah mei. ada rasa tidak nyaman melihat mei di tatap seperti itu.
" jangan menatapnya jika kalian masih ingin hidup" kata kai dengan wajah yang menakutkan.
mei yang di tarik tiba tiba sangat kaget. dan hanya menurut.
laki laki yang melihat mei langsung memalingkan wajahnya.kai masih memegang tangan mei dengan erat.
"ayoo jalan mereka tidak akan melihat mu lagi" ucap kai menenangkan.
mereka pun berjalan menuju meja kosong.
mereka sudah duduk tapi kai masih belum juga melepaskan pegangan tangannya.
"apa kau akan terus memegang tangan ku ?" kata mei bertanya
seketika kai melihat tangannya dan melepaskan tangannya " ooh berterima kasihlah karena aku sudah menolong mu" kata kai dingin.
"aku juga tidak memintamu untuk menolong ku " ucap mei tidak mau kalah.
"sudahlah kalian ini dari tadi berdebat terus nggak malu apa di liatin banyak orang ?" kata rei mengingatkan.
"DDIAAMM " kata mei dan kai bersamaan.
"tadi berdebat sekarang malah kompak" kata rei sambil terkekeh.
"sudah jangan marah marah terus dong nanti kalian cepat tua " kata keisya sambil tersenyum ke arah kai.
"sekarang pesanlah makan baru kita pulang kelas hari sudah selesai " kata rania.
mereka pun memesan makanan, tidak lama makanan mereka datang dan makan tanpa berbicara. kai hanya sesekali melihat mei yang makan, kai merasa sangat gemas.
__ADS_1