ADIK YANG TAK DI ANGGAP

ADIK YANG TAK DI ANGGAP
Bab 30


__ADS_3

Kini Hilman sedang berada di perjalan rumah sakit Harapan. Setelah salah satu anak buah memberi tahu kan bahwa Alizya mengalami sebuah kecelakan.


Baik dia maupun Vano sangat cemas setelah mendengarkan kabar tersebut. Kini mereka sedang tergesa gesa menuju ruang rawat Alizya setelah di beri tahu suster.


Hilman melihat seseorang yang sangat ia kenal, ia pun langsung menghampiri pria tersebut. Jadi kamu yang sudah menolong cucuku Alizya? Tanya Himan kepada Bima.


Bima yang di tanya pun langsung terkejut. Maksudnya pak Hilman? siapa yang tidak Hilman seorang pengusaha yang sangat berbakat walapun sudah memasuki usia rentah tapi ia masih lihat jika untuk membangun perusahan lebih maju.


Iya Alizya cucuku.


Deg


Jadi Alizya karyawan OB nya itu seorang cucu pengusaha yang sangat terkenal bahkan bisa dibilang nomor 1 bahkan kekayan tidak bakalan abis sampai tuju keturun sekali pun. Tapi dalam pikiran Bima kenapa Alizya harus berkerja kalau dia adalah orang kaya.


Terimakasih banyak kamu mau menolong seseorang yang tidak kamu kenal sekali pun.


Sama sama tuan jawab Bima sungkan.


Tidak usah sungkan seperti itu ucap Himan.


Celek pintu ruangan terbuka.

__ADS_1


Bagaimana dengan cucu saya Dok? Tanya Himan.


Adik saya tidak kenapa napa kan Dok? Tanya Vano.


Begini tuan pasien membutuhkan golongan darah AB negatif, sebab pasien banyak kehilangann darah. untuk saat ini golongan darah AB belum tersedia di rumah sakit kami ucap Dokter memberikan tahu keadan Alizya. Kalau pasein tidak segera di lakukan tranputasi darah nyawa pasein yang akan menjadi taruhan nya kembali Dokter itu memberi tahukan keadan Alizya. Kalau begitu saya permisi.


AB? Tanya Vano kembali.


Tidak kek Alizya gak boleh pergi! Alizya gak boleh tinggalin Vano. Ayah, Ibu maafin Vano" Vano gak bisa jagain adik kecil ucap Vano histeris ia takut kehilangan adik nya andai aja waktu bisa ia putar kembali pasti ia tidak akan pernah menyia- nyikan keberadaan Alizya selama ini.


Hilman yang bingung menghadipi sikap Vano langsung memanggil Dokter. Ia meminta dokter untuk memberikan obat penenang untuk Vano.


Vino yang saat ini berada dikantor sangat terkejut mendapatkan panggilan dari kakek nya tersebut. Pasti ada hal yang sangat penting menurutnya.


Halo kek jawab Vino.


Vino cepet kamu datang kerumah sakit Medikal Harapan sekarang setelah panggilan terputus.


Disini Vino berada sekarang ia berbicara pada kakek nya. Ada apa menyuruku datang kemari ucap Vino datar sebab hubungan nya dengan kakek kurang baik.


Apa kamu tidak tahu bahwa adikmu Alizya mengalami kecelakaan? Tanya Himan kembali.

__ADS_1


Deg


Kakek tidak ingin basah basi denganmu sebab kita tidak mempunyai banyak waktu. Adikmu Alizya ia membutuhkan golongan darah AB kakek ingin kamu mendonorkan darah kamu untuk Alizya ucap Himan.


Kenapa harus aku kek? Ucap Vino datar. Aku tidak mau memberikan darah pada seseorang yang menyebabkan kedua orang tuaku pergi selama lama nya tegas Vino kembali.


Apa kamu tidak punya rasa sayang walau sedikitpun untuk Alizya? Tanya Himan. Vino kalau Alizya tidak di berikan pertolongan segera maka nyawanya yang akan menjadi taruhannya ucap Himan kembali.


Hilman sangat Heran dengan sikap Vino yang membenci Alizya, pedahal tidak tahu apapun tentang kepergian orang tua mereka tapi selalu saja yang disalahkan.


Baik kalau kamu tidak mau mendonorkan darah kamu untuk Alizya. Tapi bersiap lah kamu untuk kehilangan saudara kembarmu Vano, kamu tahu sendiri bukan kalau Vano sangat menyayangi Alizya" Kamu liat saudara kembar kamu Vano sambil menujuk Vano yang terbaring lemah. Setelah ia mengetahui keadaan Alizya dia sangat histeris ucap Himan.


Vino baru sadar bahwa Vano sangat menyayangi Alizya. Setelah berpikir panjang Vino akhirnya bersedia mendonokan darah nya untuk Alizya. Ini semua ia lakukan demi kebahagiaan Vano semata.


Maaf pak Himan seperti nya saya harus pamit sebab saya masih banyak urusan yang harus saya selesaikan ucap Bima tak enak hati.


Saya ucapkan banyak terimakasih ucap Himan, sabah kalau tidak ada nak Bima saya tidak tahu bagaimana nasib Alizya.


Sama pak ucap Bima kalau begitu saya permisi.


Hilman hanya menganguk sebagi jawban nya.

__ADS_1


__ADS_2