
Beberapa hari pun berlalu, kini keadan Alizya sudah lebih baik dan izinkan pulang. Namun Alizya bingung ia harus pulang kemana ia tidak tahu rumahnya dimana bahkan ia tidak yakin ia punya rumah.
Apa aku punya rumah? Pertanya Alizya membut Vano dan Bima menoleh. Sebab Bima dan Vano lah yang menjemput Alizya pulang.
Iya kamu punya rumah adik kecil jawab Vano.
Kamu maukan pulang bareng kak Vano ucap Vano yang merasa keadan nya lebih baik ia harus kuat demi Alizya. Alizya menatap Bima dan Bima pun menggaukan kepalanya sebagai jawabannya.
Alizya panggil Vano.
Iya k-kak jawab Alizya kikuk, ia berpikir pria yang mengaku sebagai kak nya ini adalah memang kak nya sendiri.
Setelah menempuh perjalan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di kediaman Vano mau pun Alizya.
Alizya yang melihat rumahnya kembali ia merasakan sakit kepala yang luar biasa.
Aaaaaaaa! Triak Alizya sambil memeggang kepalanya nya yang teramat sakit.
Vano yang baru keluar mobil begitu pun Bima langsung menghampiri Alizya.
Ada apa Alizya? Tanya mereka serempak.
Kepalaku sakit kak Bima jawab Alizya.
Apa mau kak Vano gendong, Vano memberikan saran.
Maaf kak Vano, beri aku waktu untuk mempercari semua ini bahwa kalian keluargaku ucap Alizya tidak enak hati.
__ADS_1
Vano hanya menghela nafas berat ia mengerti kondisi adik nya saat ini.
Kok tidak ada foto keluarga kak, atau kita bertiga? Tanya Alizya ia tidak melihat foto diri nya bersama kak kembarnya itu diruangan keluarga.
Bima pun merasa heran, kok aneh benget yah gak ada satu pun foto mereka bertiga batin Bima yang merasa bingung sama hal nya dengan Alizya.
Dikamar kamu banyak kok dek foto foto kak Vino, dan Vano dan Foto kita bertiga jawab Vano tersenyum.
Hemmm jawab Alizya
Ow iya kak Vano, kak Vino mana yah? kok gak keliatan dari tadi.
Ow itu kak Vino kan lagi sibuk kerja.
Yaudah yuk kita makan dulu ajak Vano. Lo juga Bim tambah Vano.
Dimeja makan itu ternyata makanan kesukan Alizya semua.
Kita mereka ingin menyendokan makanan kemulut ada menghentikan mereka.
Tungu! Ucap seseorang yang berteriak.
Mereka semua menoleh kebelakang, alangkah terkejut mereka saat mengetahui siapa menghentikan aktivitas makan mereka. Vano pun menatap tajam pria tersebut, dan yang ditatap hanya nyengir saja merasa tidak bersalah sama sekali.
Ada apa lo datang kemari ucap Vano datar.
Yaelah kak, jangan galak galak napa ucap Darren. Gue cuma mau ikutan makan doang tambah nya sambil mengambil tempat duduk didekat Alizya.
__ADS_1
Emang keluarga lo dah miskin sehingga numpang makan dirumah gue tambah Vano.
Yang ditanya malah hanya diam saja, seolah ia tidak mendengarkan perkatan Vano. Bukti nya saja ia makan dengan lahap tampah melihat kanan kiri.
Mereka mereka bertiga pun melanjutkan makan begitu pun dengan Alizya dan Bima. Alizya yang tidak mengingat Darren pun hanya cuek saja walapun Darren berusaha terus menyapa nya.
Sikip ruang tamu
Ow iya kak Bima, kata nya kemarin kan aku kecelakan kalau boleh tahu apa seseorang yang sudah menabarak aku itu sudah tangkap polisi.
Vano yang menyadari suatu hal pun lupa benar kata adik nya Alizya karena sibuk dengan keadan Alizya ia mencari pelaku yang sudah membuat adik nya seperti ini, yang tidak ingat dengan dia sama sekali.
Berbeda dengan Bima, ia sangat bingung sekali gus bingung untuk menjawab pertanya Alizya barusan.
Iya nih kata kakek kemarin lo yang udah sepupu gue ini dan itu otomatis lo tahu siapa pelaku yang udah nabarak Alizya tambah Darren yang juga penasaran seseorang yang telah menaberak Alizya.
Ow soal itu pelaku nya yang udah nabrak Alizya kan langsung bertangung jawab setelah kejadian dan dia juga yang udah bayarin rumah sakit selama Alizya dirawat. Jadi dia langsung di bebasin.
Memang sih sewaktu Vano mau bayar tagihan nya kata perawat nya udah ada yang bayar.
Tapi kok dia gak nemuin aku atau pun kakek untuk mintak maaf ucap Vano yang merasa heran.
Yaudahla gak usah diambil pusing ucap Alizya.
Alizya datang kesini sebenar nya mau kasih tahu kamu mulai besok kamu dah bisa masuk sekolah lagi, sebab kamu tidak jadi dikelurain dari sekolah karena semua tuduhan itu cuma rekayasa kamu ama anak itu doang ucap Darren yang masih kesel dengan sikap Alizya yang soalah olah membuat dirinya sendiri jadi penjahat.
A+ç
__ADS_1