
Kini Vano sedang berada diruangan Alizya. Kini Alizya sudah di pindah keruangan rawat. Vano yang baru saja sadar dari pingsan nya langsung menyanyakan kedanan Alizya, dan betapah bahagia nya hati Vano ketika kakek memberitahukan keadan Alizya.
Alizya baik-baik saja saat ini Vano kamu tahu kenapa, kena saat ini Alizya sudah mendapatkan donor darah ucap Himan yang sangat bahagia.
Apa semua itu benar kek? Tanya Vano belum yakin dengan ucapan kakek nya barusan.
Ia Vano itu benar dan kamu pasti tidak akan percaya siapa yang sudah mendonorkan darah untuk adik kecilmu itu ucap Himan.
Siapa yang sudah bersedia mendonorkan darah nya untuk Alizya kek.
Vino saudara kembarmu ucap Himan dengan tersenyum.
Vino ulang, Vano yang masih tak percaya dengan perkatan Hilman. Bagaimana mungkin seorang Vino yang notaben nya sangat membenci adik nya Alizya mau mendonorkan darah nya untuk Alizya guman Vano. Untuk saat ini Vano tidak perlu pusing memikirkan itu yang terpenting sekarang Alizya sudah selamat ucap Vano dalam hati.
kini di ruangan Alizya dirawat bukan hanya Vano saja, melainkan ada Vino, Hilman dan Darren juga.
Darren keadan Alizya oleh Hilman yang notaben kakek nya juga. Bukan tidak ada sebab Hilman memberi tahu Darren sebab ia juga tahu bahwa selama ini Darren juga berusaha mencari keberadaan Alizya.
Iza kapan bakalan sadar, lama banget kamu tidur nya. Apa kamu gak kangen sama kak Vano dan Vino ucap Vano lirih. Kak Vano mohon cepet bangun yah, kalau Iza dah sembuh nanti kak Vano janji akan selalu ada buat Iza, selalu nemenin Iza disaat Iza butuh kak ucap Vano sambil menggenggam tangan Alizya.
Vano yang masih menggenggam tangan Alizya merasakan sesuatu. Vano merasa tangan Alizya seperti begerak.
Kek, Vino panggil Vano. Merasa di panggil mereka berdua langsung menghampiri Vano. Ada apa Vano? Tanya Himan yang mewakili Vino. Tangan Alizya tadi merespon perkatan Vano barusan ucap Vano.
Darren panggil Hilman! Iya kek jawab Darren.
Tolong panggilkan dokter sekarang ucap Himan tegas. Darren yang tidak ingin membuang waktu ia langsung memanggil memanggil dokter.
Kini dokter telah sampai di tempat dimana Alizya dirawat. Tapi setelah sampai sana dokter merasa heran karena Alizya selalu saja memanggil nama Bima di dalam tidurnya.
Kak Bima, kak Bima ucap Alizya masih dalam keadan tidur.
Biar saya priksa dulu ucap dokter, dokter pun langsung memeriksa keadan Alizya.
Bagaimana dengan keadan adik saya dok? Tanya Vano yang merasa cemas sebab dari tadi Alizya terus saja memanggil nama Bima.
__ADS_1
Alhamdulillah tidak papa ucap dokter tersebut.
Semua mendengar itu pun merasa lega.
Kalau boleh saya tahu siapa itu Bima? Sebab dari tadi pasien selalu menyebut nama Bima, kalau boleh kasih saran tolong hubungin sesorang yang disebut oleh pasein sebab itu akan cepat membuat Alizya bangun dari tidurnya ucap dokter sebelum ia pamit untuk memeriksa keadan pasein lain nya.
Halo nak Bima, apakah nak Bima tidak sedang sibuk? Tanya Himan.
Tidak pak Himan jawab Bima.
Saya ingin mintak tolong bisakah nak Bima datang kerumah sakit!
Baik pak saya akan segar kesana.
Kini sudah berada diruangan Alizya, dan Himan sudah menceritakan keadan Alizya yang selalu memanggil namanya. Bima pun merasa kenapa Alizya selalu memanggil namanya seingat Bima ia baru beberapa hari mengenal Alizya.
Kak Bima,,,,,kak Bima panggil Alizya kembali.
Iya Alizya ini aku Kak Bima jawab Bima yang memegangi tangan Alizya. Alizya yang mendengar itu pun terus memanggil nama Bima.
Alizya merasakan sentuhan tangan sedikit demi sedikit membuka matanya, hingga sampai akhirnya ia benar- benar terbangun dari tidur panjangnya.
Kini Alizya sudah sadar sepenuhnya, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal sapa lagi kalau bukan Bima.
Kak Bima aku ada dimana? Tanya Alizya. Kamu sedang berada di rumah sakit, apa kamu ingat bahwa kamu mengalami kecelakaan? Tanya Bima. Alizya hanya diam saja ia tidak bisa menjawab pertanya Bima.
Alizya kamu sudah sadar dek? ucap Vano bahagia.
Alizya kamu akhirnya sadar juga tambah Darren.
Alizya memperhatikan mereka satu persatu, jujur saja dia tidak mengenali mereka semua kecuali Bima.
Hingga pertanyaan itu muncul dari mulut Alizya. Maaf kalian siapa? Tanya Alizya.
Adik kecil kamu jangan bercanda dong, masak sama kakak kamu sendiri kamu gak ingat ucap Vano sambil tertawa renyah.
__ADS_1
Iya Alizya ini masak sama sepepu nya sendiri lupa, dahla Alizya gak becanda gak lucu tau mentang mentang kita gak pernah akur langsung lupa gitu aja.
Maaf aku benar gak ingat sama kalian semua ucap Alizya. Alizya pun berusaha untuk mengingat semuanya tentang dirinya dan mereka, semakin ia berusaha mengingat maka ia sangat merasakan sakit kepala yang luar biasa.
Mereka yang melihat Alizya yang kesakitan pun langsung memanggil dokter.
Dokter pun segera memeriksa keadan Alizya. Setelah dokter tahu keadaan Alizya ia pun memberitahukan keadan Alizya kepada keluarganya.
Mereka semua sedikit menjahu dari Alizya, dan dokter langsung memberi tahu keadan Alizya bahwa Alizya mengalami hilang ingatan, sebagin memori ingatan nya hilang ucap dokter.
Bima tidak menyianyikan kesempatan ini untuk bertanya. Kenapa dia malah mengingat saya Dok? Kami ini baru mengenal baru beberapa hari itu pun karena dia berkerja dikantor saya, bahkan hubungan kami tidak sedekat itu dok ucap Bima yang masih bingung dengan keadaan.
Mungkin saja itu disebabkan karena kalian pernah bertemu sebelum ia sempat mengalami kecelakaan ucap dokter tersebut.
Alizya yang sudah diberikan obat penenang pun langsung tidur kembali.
Kini mereka semua terdiam. Tapi tidak dengan Vano ia terus menangis, setelah mengetahui keadan Alizya. Kek Alizya, kak Vino Alizya dia tidak meningat kita semua bagaimana ini? Aku tidak bisa seperti orang asing dimata nya. Apa ini hukuman buat aku karena selama ini aku selalu saja mengabaikan Alizya, selalu mengangab dia tidak ada ucap Vano kembali histeris.
Vano tenanglah ucap Vino. Kamu juga kamu mendengarkan perkatan doktet tadikan. Itu hanya sementara Alizya pasti sembuh ucap Vino yang mencoba menenangkan Vano.
Iya Vino kamu benar Alizya pasti sembuh, ucap Vano yang kembali tenang.
Nak Bima panggil Hilman. Iya pak! Jawab Bima.
Tidak usah sungkan seperti itu, panggil saja saya kakek seperti mereka ucap Himan yang menunjukkan ketiga cucunya itu.
Tapi pak
Tidak ada tapi tapian ucap Hilman. Begini nak Bima, disini kita tahu semua bahwa Alizya hanya mengingat kamu saja jadi saya mohon untuk itu kamu selalu harus ada buat Alizya kalau bisa sampai sampai Alizya sembuh ucap Hilman.
Tapi kek bagaimana dengan perusahaan saya? Tanya Bima ragu.
Kalau soal itu akan menjadi urusan saya ucap Hilman dengan tenang.
Bima tidak menolak hanya bisa menganguk dengan pasrah.
__ADS_1
Darren yang mendengar kakek nya meninta tolong kepada Bima hanya bisa menatap mereka berdua dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Ia tidak bisa lama lama berada dirumah sakit pun seger izin pulang kepada kakek nya, Sebab Darren besok akan sekolah tapi sebelum ia pergi ia menatap Bima sebentar Bima merasa ditatapun hanya pura pura tidak mengetahuinya.