Ajari aku jadi istri sholeha yaa ustadz

Ajari aku jadi istri sholeha yaa ustadz
Bab 2


__ADS_3

"Ohh..jadi ustadz Ahlan itu kamu !" Ujar Helwa


Saat ini Helwa dan Ahlan tengah berada di Kantor sekolah,masih sepi sebab masih jam 6 pagi.Guru dan siswa siswi masih belom datang.Ahlan sengaja datang awal karena ada keperluan,sedangkan Helwa di perintah ayahnya untuk berangkat bareng dengan Ahlan setiap harinya begitu juga pulangnya,awalnya Helwa menolak dengan berbagai macam alasan,namun setelah melewati perdebatan panjang akhirnya Helwa pun ikut berangkat bareng Ahlan dengan memakai motor sport milik Ahlan.


" Ahlan Nadhil Fahradis !" Terdengar Helwa tengah membaca Biodata Ahlan yang terletak di meja guru khusus milik Ahlan."Aku baru tahu sekarang nama Ustadz,kalau ustadz sendiri tahu gak namaku?" Helwa melirik Ahlan yang masih sibuk dengan Laptonya.


"Helwatus Salwa!" Ujar Ahlan tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


"Kok tahu,padahalkan selama ustadz masuk ngajar kita belum pernah ketemu,sebab aku diskors !"Helwa menarik kursi lalu duduk di depan Ahlan.


"Atau jangan jangan....ustadz sudah tahu aku dari sebelum sebelumnya..lalu Ustadz naksir aku..lalu juga tahu aku akan menikah sehingga sengaja datang ke pernikahan ku agar ustadz yang di nikahkan denganku tetapi sebelumnya ustadz telah menyuruh orang untuk menculik Huffair sehingga...."


Helwa segera menghentikan ocehannya saat Ahlan dengan tajam menatap dirinya.Lama terdiam...


"Karena apa aku harus naksir kamu?" Akhirnya Ahlan bersuara


Helwa mengedip ngedipkan matanya tampak berpikir." Ya...mungkin karena aku cantik" jawab Helwa...dalam hati Ahlan membenarkan Helwa memang cantik.


"Lalu .karena apa aku harus nikahin kamu" Helwa kembali mengedip ngedipkan matanya mendengar pertanyaan Ahlan.


"Yaa..karena..karena..ya karena.."


" Karena Huffair calon suamimu tidak datang" potong Ahlan dengan cepat.Seketika Helwa tercengang dengan masih memandangi Ahlan. " Ia meninggalkanmu" sambung Ahlan.


Mendengar itu Helwa tiba tiba membenamkan wajahnya ke meja lalu menangis tersedu sedu.


Ahlan menoleh ke sembarang arah sambil tersenyum kecut,lalu kembali melirik Helwa" Kenapa nangis.. memang sesakit itu kah yang katanya di tinggal pas lagi sayang sayangnya?"


Mendengar itu Helwa segera mendongak kan kepalanya dan menatap Ahlan" Ini bukan masalah di tinggal pas lagi sayang sayang nya ustadz..tapi aku di tinggal pas lagi malu malunya..kebayang gak apa kata orang saat itu ketika Huffair gak datang ,br*ngsek banget gak sih tuh orang, gak mikir apa kalau aku tuh malu..malu pokok nya malu banget deh!" Teriak Helwa sambil menghapus sisa air matanya kasar.


" Gak usah teriak gitu..tenang aja stok malu kamu masih banyak,gak bakalan habis" ujar Ahlan santai


"Apa ?"


***


"Hampir jam setengah tujuh,pergilah ke kelasmu" Ucap Ahlan sambil kembali mengetik di laptopnya.


Helwa berdiri sambil membetulkan letak rok nya dan jilbabnya yang lepek karena menangis tadi,perlahan melangkah.....namun berhenti..kembali menatap Ahlan yang masih sibuk dengan laptopnya


Ahlan melirik sebentar" apa?"


" Ustadz lagi punya wudhu' kah?"


Pelan tapi pasti Ahlan menggeleng...Helwa mengulurkan tangannya ingin bersalaman


Agak ragu,Ahlan menyambut uluran Helwa" Ma'af ya ustadz..saya gk sengaja jadi istri ustad ! Ini terjadi di luar perkiraan saya!"


Setelah mengatakan itu Helwa segera melangkah menuju pintu,namun lagi lagi berhenti,lalu menoleh menatap Ahlan..perlahan menghampiri Ahlan lagi

__ADS_1


" Kenapa?" Tanya Ahlan


"Emhhhh ...itu ustadz, saya masih penasaran...itu ustadz tau dari mana nama saya?"


Ahlan menutup laptopnya" Ohhh itu..saya tahu saat akad nikah"


"Apa!! "Helwa membulatkan matanya" ishhh tahu gitu tadi aku...ahh ..entah lha."


" Kenapa?"


"Ya malu aja, tadinya dah mikir aneh aneh"


"Ya gak papa..sudah ku bilang stok malu mu masih banyak!"


"Haissh!"


***


"Semalem tidur seranjang gak Hel..sama ustadz Ahlan?"


Ara menghampiri Helwa yang tengah asyik menyeruput es boba di kantin,ia merupakan sepupu Helwa dan yang paling dekat dengan Helwa.


"Ia seranjang!" Jawab Helwa " Tapi gak maleman pertama!" Lanjutnya lagi


"Hah !! Kenapa?" Ara tergelak


Helwa menopang dagunya dengan sebelah tangan,semalem ia sempat membicarakan hal itu dengan Ahlan


Sekilas Ahlan melirik Helwa" Emang kamu ingin gimana?"


" Hah!!.."Helwa tergelagap "Ya..ya aku gak tau,aku emang sering pacaran tapi baru kali ini jadi istri"


" Yang kamu tahu jadi istri gimana emang?"


" Hah! " Lagi lagi Helwa tergelagap" ya...kalau anda mau ..aku gak bisa nolak dong! " Helwa segera memalingkan wajah nya ke sembarang arah setelah mengatakan itu,tiba tiba merasa malu sendiri.


"Itu aku tahu dari guru agama sebelumnya di sekolah " ujarnya lagi sambil duduk di pinggir ranjang dan menyisir rambutnya dengan tangan.


" Penawaranmu boleh juga" celetuk Ahlan," tapi tidak sekarang,takutnya nanti saat melakukan yang kamu bayangkan adalah Huffair" Ahlan tersenyum simpul sebelum kembali meneruskan kata katanya" itu tidak boleh, juga menimbulkan dosa..difinisi dari kata kata aku hanya punya ragamu tetapi hatimu milik Huffair!"


"Ishh!!"Helwa mendesih mengingat semalam ucapan Ahlan bikin jengkel.


" Ustadz Ahlan bilang tunggu masa iddah hatiku dulu dari Huffair..baru bisa ada nafkah batin!" Jelas Helwa pada Ara." Padahal aku udah gak banget sama si ber*ngsek Huffair,enneg malah" lanjut Helwa


" Memang pengen banget kamu ya Hel nafkah batin dari Ustadz Ahlan?" Tanya Ara


Belum sempat Helwa jawab tiba tiba " Gimana gak kepengen,orang dianya emang cewek gat*l "


Helwa dan Ara menoleh ke sumber pemilik suara yang tak lain adalah Hulya,sepupu Ara dan Helwa juga.

__ADS_1


"Ihhh..apaan sih kamu Hul..dateng dateng nyolot!" Geram Ara


"Ada apa sih buk KETUA OSIS!!" Ucap Helwa kalem namun gereget


" Ara,bilangin tuh sama sepupu tersayangmu namun gat*l itu, suka banget ya ngerebut punya orang" Ucap Hulya sambil melirik sinis pada Helwa


Helwa yang heran menjawab" Emang aku ngerebut siap?"


"Ustadz Ahlan..! " Tukas Hulya,seketika Helwa mengerutkan keningnya" kenapa..gak percaya ya? Ustadz Ahlan baru pertama kali datang ke sini sudah mau di jodohkan denganku,Abah ku sudah mempersiapkan,bahkan staff guru di sini sudah mengetahui semua bahkan setuju,tapi itu dulu sebelum ayahmu mengemis ngemis hingga berlutut pada ustdaz Ahlan supaya menikahi putrinya yang bur*k akhlak nya ini karena di tinggal calon suami nya saat akan akad ! " sambung Hulya sambil tersenyum sinis


" Sebenarnya aku sangat prihatin sama pak gunawan pamanku yang juga ayahmu sampai merendahkan diri di tempat u..."


" Stop Hulya..! " Dengan cepat Ara memotong ucapan Hulya" berani beraninya ya kamu mengata ngatain pak gunawan, ingat pak gunawan pemilik sekolah ini jadi kapanpun bisa mengeluarkanmu dari sini!" Tukas Ara


" Apa..mengeluarkan ku..emang berani..ingat sekolah ini menjadi harum hingga terkenal sebab aku..sebab prestasi prestasiku..aku lah yang sering membawa piala ke sekolah ini! " Setelah ngomong dengan angkuhnya Hulya berlalu,menyisakan emosi pada Helwa.


***


" Emang gak bisan banget ya Hel hari ini kamu gk bolos sekolah" Tanya Ara pada Helwa yang tengah memasukkan semua buku bukunya ke tas.


" Gak bisa Ra..aku males banget kalau harus ulangan matematika" jawab Helwa "mana semalem aku gak belajar lagi"


"Trus kalau ustadz Ahlan nyariin kamu buat ngajak pulang gimana?"


" Bilang aja gak tau, lagian aku liat tadi ia lagi keluar kayak nya lama soalnya bawa tas!"jelas Helwa


" Duh kamu nih Hel..kapan sih mau tobat nakalnya!"ujar Ara sebel


"Pasti tobat kok Ra..cuman lagi nunggu hidayah aja!"


Ara mendesis mendengar jawaban Helwa." Yaudah ya Ra..aku duluan bye bye....."


Helwa berlari lari kecil sambil mengendap ngendap memastikan situasi aman, ia mengedar kan pandangan,mencari satpam yang biasa tugas


" Tenang aja..satpamnya udah aku amanin kok"


Suara bariton khas laki laki mengagetkan Helwa,perlahan ia menoleh..." Duh kamu kak Chandra bikin kaget aja " Helwa bernafas lega ternyata pria itu Chandra,wakil ketua osis yang sering bantuin Helwa


Chandra tersenyum" Aman kok! "


" Hehehe...makasih ya kak, Helwa duluan" Helwa segera berlari menuju gerbang sekolah"Awas..jangan bilang bilang lho kak" sambungnya lagi ,yang hanya di balas senyuman oleh Chandra.


Setibanya di gerbang,seperti biasa..Helwa akan melemparkan tas nya terlebih dahulu baru nyusul dengan memanjat pagar.


Helwa ber aba aba 1.2.3..lalu melempar tas nya kuat kuat biar bisa keluar melewati pagar,lalu giliran dirinya manjat,saat kaki sebelah kirinya hendak nginjak tanah tiba tiba...


" Ini tas kamu..!"


Mendengar itu Helwa segera menoleh dan langsung mendapati Ahlan tengah memegang tas Helwa.

__ADS_1


***


__ADS_2