Ajari aku jadi istri sholeha yaa ustadz

Ajari aku jadi istri sholeha yaa ustadz
Tamparan


__ADS_3

Pasca kejadian di mall kemaren,Helwa jadi rajin belajar di samping karena Ahlan yang nyuruh,bahkan tak segan segan Ahlan memberikan pelajaran tambahan di rumah,yang di tanggapi girang oleh Helwa sebab menurutnya bisa berduaan terus dengan Ahlan.


" Ini ustadz..tugasnya udah selesai semua" Helwa meletakkan buku tugasnya di meja Ahlan,lalu ikut duduk di kursi sebelahnya.


Ahlan beralih memeriksa tugas Helwa yang sebelumnya sibuk mengetik di laptopnya.


Sedangkan Helwa menopang dagunya dengan sebelah tangan sambil menatapi wajah Ahlan .


"Nilai matematika kamu bagus,bahkan paling tinggi di atas rata rata,tapi kenapa kamu selalu ingin bolos saat jam matematika ?" Ahlan bertanya dengan tatapan masih fokus meneliti tugas Helwa.


Helwa mengidikkan bahunya" Entah lah..aku bisa tapi aku tidak menyukainya !"


" Kok bisa?" Kali ini Ahlan menoleh


" Gak tahu..bahkan dulu aku sempat mau nyari sekolah yang sekiranya gak ada matematikanya di situ.!" Jelas Helwa ,


"Alasannya?"


" Gak punya..!"


Ahlan hanya menggeleng gelengkan kepalanya." Terus lah belajar ujian kelulusanmu sebentar lagi"


"Ok .siappp" Helwa mengacungkan jempol seraya menguap


Ahlan mengusap usap rambut Helwa" Tidurlah duluan aku masih mau menyelesaikan ngetik dulu !"


Helwa mengangguk.lalu beranjak menuju kasur dan menghempaskan tubuhnya.


"Ustadzz...!" Panggil Helwa sambil menatap langit langit kamar


" Hemhhh" Ahlan masih fokus mengetik


" Ustadz sering bikin aku baper tau...,yaa walaupun aku orangnya emang baperan sih" helwa ber celoteh.


" Tapi jujur ustadz..aku nyaman banget sama ustadz..gak tau kalau ustadznya ke aku gimana,secara aku nakal ya ustadz jauh dari ekspektasi ustadz" imbuh Helwa


" Benerkan ustadz..sampek ustadz pun enggan kayaknya untuk nyentuh aku"


Ahlan hanya menanggapi celoteh Helwa dengan senyuman,walaupun Ahlan tau Helwa tak kan melihatnya.


Ahlan menyudahi ngetiknya,membereskan berkas berkasnya lalu melangkah ke kasur membaringkan tubuhnya di samping Helwa.


Ahlan tersenyum ternyata Helwa sudah tertidur,ia membetulkan selimut Helwa,lama Ahlan memandangi nya...lalu Ahlan menarik Helwa,menidurkan kepala Helwa di bahunya.


" Sebenarnya tadi kamu menceritakan perasaanku Helwa" Ahlan meng3lus pipi Helwa lembut,dvsta memang jika Ahlan memungkiri bahwa ia tak memiliki perasaan pada Helwa.


Saat Helwa selalu bilang baper,sebenarnya Ahlan lah yang sering di baperin oleh Helwa.Dan untuk mengenai hal ke tak tertarikan untuk m3ny3ntuh Helwa..hanya Tuhan dan Ahlan yang tahu bagaimana Ahlan menahan diri untuk tidak meny3ntuh Helwa di setiap waktunya,terutama di malam pertama setelah akad dimana saat itu Helwa menampakkan lek4k l3kuk tubuh indahnya,yang merupakan hal pertamanya bagi Ahlan dan itu semua Ahlan punya alasan tersendiri.


***


" Ustadz mau kemana,pagi pagi udah rapi,hari minggu lagi"


Helwa menghampiri Ahlan yang tengah merapikan diri


" Aku mau keluar sebentar,ada urusan!" Ujar Ahlan sambil memasang jam tangan.


" Ikut ya" Helwa mengedip ngedipkan matanya


Ahlan hanya tersenyum sambil mengusap pelan pucuk kepala Helwa." Di rumah aja ya "


Seketika Helwa langsung manyun " Bosen ustadz!"


" Ya udah..nanti keluar juga pergi kerumah Ara biar gak bosen ?"

__ADS_1


Helwa masih manyun sambil melipat tangannya ke dada


" Atau kalau gak pergi ke mini market beli lah jajan dan minuman yang kamu suka" Ahlan membuka dompet dan mengulurkan sejumlah uang pada Helwa


Helwa menggelengkan kepala" Gak usah ustadz..aku ada kok uang jajan!"


" Dapat darimana?"


" Dari ayah !"


Ahlan tampak menghembuskan nafasnya,,lalu menarik Helwa untuk duduk di pinggir ranjang.


" Mulai sakarang jangan lagi terima uang dari ayah ya" nasehat Ahlan dengan lembut


" Memang kenapa"


" Karena sekarang kamu istriku,tanggung jawabmu sekarang aku" ujar Ahlan kalem sambil tersenyum,Helwa hanya ber oh ria.


***


Seperginya Ahlan,Helwa langsung ke mini market dengan bersepeda


Setibanya di sana Helwa langsung memilih aneka snack dan minuman,sedang asyiknya memilih tiba tiba..


"Helwa..!" Seseorang memanggil


Helwa segera menoleh" Huffair " ujarnya pelan,namun kaget,


Huffair sendirian tampak berbelanja ,Helwa segera memalingkan wajahnya tampak cuek


"Helwa.." panggil lagi Huffair yang kembali di cuekin oleh Helwa sambil sibuk memilih makanan


" Helwa...please com back to me !"


Helwa segera menoleh menatap Huffair" Aku ada penyakit alergi sama yang namanya mantan,ludah yang sudah ku lepeh tak kan ku jilat lagi "


Karena terburu buru,Helwa tak sengaja menabrak seseorang,dan ternyata orang itu Hulya sedang bersama seorang pria.


" Jalan itu pakek m4ta ya" ucap Hulya s3ngit


" Lha..kamu liatnya aku pakek tangan sambil nges0t gitu" Jawab Helwa tak kalah s3ngitnya.


" Ih..kamu tuh ya.." Hulya tampak ingin mend0r0ng Helwa namun segera di tahan oleh pria yang bersamanya.


" Udah dong sayang..lagian dia gak sengaja" ujar pria tersebut,lalu beralih menatap Helwa"Ma'afin calon tunangan saya ya mbak"


"Apa ?Gak salah dengerkan aku" Helwa tampak terkejut dengan ucapan terakhir sang pria,di pandanginya Hulya ingin mencari kebenarannya,namun Hulya hanya melengos tampak malas.


" Gak kok..kami memang mau tunangan,memang kenapa " Tanya sang pria tampak bingung


"Gak papa sih,cuman aku saranin jangan mau kamu sama Huyul,dia ini aslinya mak l4mpir versi wajah glowingnya !"


Setelah mengatakan itu Helwa segera berlalu


***


Saat istirahat,Helwa hendak ke kantin namun ia urungkan saat melihat di sana ada Hulya sedang bersama mamanya yang merupakan seorang dokter.


Namun tak beberapa lama Mama Hulya segera beranjak pergi,saat melihat Helwa berdiri tak jauh dari pintu masuk kantin.Helwa tak mengherankan itu,sudah jadi rahasia umun antara keluarganya dan keluarga Hulya tidak akur.


Hulya mengahampiri Helwa yang masih bediri dekat pintu kantin." Kenapa? "


Helwa tersenyum hambar" gak papa" lalu Helwa membalikan badanya hendak pergi

__ADS_1


" Oh ya.." Helwa kembali menatap Hulya" Selamat ya yang mau tunangan,di sini aku jadi orang yang paling seneng,melebihi orang yang mau bertunangan" Helwa tersenyum sambil mengulurkan tangan ke Hulya


Hulya menepis tangan Helwa dan membalas senyumannya "Jangan seneng dulu,aku akan bertunangan dengan pria lain tapi yang akan menjadi suamiku tetap Ustadz Ahlan"


" Oh ya..memang bisa?" Helwa berucap sambil melipat tangannya ke dada.


" Apa yang gak aku bisa Hel..mer3mas hatimu aja saat ini aku bisa..kamu ingin melihatnya !"


Hulya melangkah menuju depan kelas yang berdeketan dengan kantor sekolah,sejenak ia terdiam hingga saat nya tiba ustadz Ahlan keluar dari Kantor


"Akhhhhh..!!'


Hulya segera membuat dirinya se akan akan jatuh terpeleset hingga tubuhnya terbentur dengan ustadz Ahlan dan disela sela itu Hulya menyentuhkan biblrnya di pipi Ahlan.


" Maaf ustadz..maaf..tadi terpeleset" Alibi Hulya.


Ahlan hanya diam,ia menggeleng gelengkan kepalanya dan segera pergi meninggalkan Hulya.


Hulya menoleh dan tersenyum penuh kemenangan pada Helwa yang melihatnya dari kejauhan dengan mata yang tampak memerah.


****


Dengan sopir pribadi Helwa pergi kerumah Hulya,setibanya disana ia langsung masuk.


"Hulya nya ada mbok?" Helwa bertanya saat berpapasan dengan pembantu Hulya


" Ada neng..di taman belakang!"


Helwa segera melangkah nuju taman belakang,walaupun jarang berkunjung ke rumah Hulya Ia masih ingat tata letak rumah Hulya.


"Hulya..!" Panggil Helwa saat menemukan Hulya.


Hulya yang tengah menyiram tamanan menoleh


" Heyyy ,sore Helwa ..benar benar kejutan kedatangan kamu di rumah ini setelah lama tak kesini" Hulya menghampiri Helwa dengan senyuman palsunya.


" Ayo duduk du...!"


"PplaaaKkk !!" Helwa men4mpar ker4s pipi Hulya


" Itu untuk kamu karena telah kurang ajar sama suamiku!" Helwa menatap Hulya geram


Hulya tertawa" Helwa ..Helwa baru aku gitukan aja kamu udah seperti ini..bagaimana nanti kalau aku benar benar menjadi seperti sebutan yang kau berikan untukku,yaitu Huyul..si pencvri pasangan!"


" Silahkan ambil ustadz Ahlan dariku jika kamu memang bisa !" Ujar Helwa seraya tersenyum,ia yakin bahwa Ahlan mulai menyayanginya walau tak pernah Ahlan ungkapkan.


" Lagian..kamu ini wanita model apa sih..mau tunangan tapi ngincer suami orang!" Imbuh Helwa


" Aku ngincar sesuatu yang pantas jadi milikku Hewal..


dan...untuk bertunangan..itu hanya sebatas bisnis orang tuaku tidak lebih, aku hanya memanfatkan hubungan ini demi perusahaan ayahku agar bisa kembali mengambil perusahaan yang di rebut ayahmu." Jelasnya Hulya,dan bersamaan dengan itu tiba tiba terdengar suara tepukan tangan,Hulya segera menoleh ke belakang yang langsung mendapati calon tunanganya di situ.


" David..aku bisa jelasin " pinta Hulya,


David mengangkat sebelah tangannya " Tidak perlu..aku kesini hanya ingin membatalkan acara pertunangan kita" usai berucap,David segera melangkah pergi,namun sebelum itu ia menoleh ke arah Helwa " Terima kasih !"


" Jadi kamu sengaja Helwa?" Hulya bertanya setelah kepergian David


Helwa tersenyum " Kamu pantas mendapatkan ini Hulya!" Ujar Helwa sambil melangkah menjauh dari Hulya


"Tunggu !" Hulya menghentikan Helwa "aku ingin mengembalikan sesuatu" Hulya mendekati Helwa


" Apa?"

__ADS_1


"Plakkkk!" Hulya men4mpar pipi Helwa


" Kamu akan membayar atas semua yang kau lakukan padaku dengan David Helwa !"


__ADS_2