Ajari aku jadi istri sholeha yaa ustadz

Ajari aku jadi istri sholeha yaa ustadz
Healing


__ADS_3

" Pagi bu Huyul..ini aku mengembalikan buku yang ku pinjam kemaren"


Helwa menyerahkan buku ke Hulya selaku salah satu penjaga perpustakaan


"Makasih ya..." Ucap Helwa dengan senyum sumringah yang ia sengaja p4merkan ke Hulya


Hulya yang mengerti hanya tersenyum slnis " Foto hasil cvrian aja bangga!" Sindir Hulya mengenai foto Ahlan yang di postingnya kemaren.


" Ini bukan sembarang nyvri soalnya..foto yang aku cvri,tapi hatinya yang ku dapat !" Helwa tak mau kalah


" Oh ya..kamu yakin?" Hulya berdiri mensejajarkan Helwa " kamu lupa apa beg0k sih,ustadz Ahlan nikahin kamu itu karena di minta ayah kamu,bukan karena suka sama kamu "


Helwa masih bergeming menunggu kelanjutan Hulya


" Saat itu Ayahmu meminta ustadz Ahlan menikahi kamu hanya untuk menutupi malu karena Huffair gak datang,tapi setelah ini ..." Hulya tersenyum sInis


" Siap siap aja kamu akan jadi j4nda" lanjut Hulya


" Kamu bilang gitu karena gak bisa dapetin ustadz Ahlan seperti aku kan ?" Helwa tersenyum tak kalah sinisnya dengan sebelah tangan bertengger di pinggang.


Hulya tertawa mengejek sambil mengelilingi Helwa" Jangan remehkan aku Helwa,kamu tau sendirikan aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan dengan cara apa pun !" Hulya berbicara dengan menatap Helwa tajam


" Tugas ustadz Ahlan hanya menyelamatkan keluargamu dari rasa malu tidak untuk menjadi


suamimu..jadi setelah itu ustadz Ahlan akan mencer4ikanmu !"


Helwa bergeming,ucapan demi ucapan Hulya saat ini mampu mempengaruhinya,entah kenapa tiba tiba ia merasa tak terima jika Ahlan akan mencer4ikannya.


Bayangan tentang Ahlan mengucap kan kata cer4i pada Helwa memenuhi kepalanya,karena tak tahan ia segera berlari keluar..melihat itu Hulya tersenyum puas.


***


Helwa berlari menelusuri koridor sekolah dengan dada bergemuruh


" Kak Chan...kaka tahu dimana ustdaz Ahlan ?"Helwa bertanya saat berpapasan dengan Chandra.


Dengan raut bingung Chandra menunjuk " Di Aula pertemuan sana,emang kenapa Hel..?"


Helwa tak menggubris pertanyaan Chandra,ia terrus berlari...setibanya,ia langsung membuka Pintu


" Ustadz..!" Panggilnya di ambang pintu dengan nafas terengah engah


Di depan sana Ahlan yang tampak sedang presentasi terkejut dengan kehadiran Helwa.


"Ustadz,aku ingin bertanya " emosi Helwa mulai tak terkendali sambil meremas ujung jilbabnya.


" Ma'af nanti bisa di tanyakan di kelas atau di kantor!"Ahlan tampak professional sambil ingin melanjutkan kegiatannya


" Tapi aku inginya sekarang ! " Helwa keras kepala..lalu kakinya melangkah mendekati Ahlan


" Sekarang gak bisa saya lagi ..!"


" Apa bener Ustadz mau mencer4ikan saya "


Ahlan yang terkejut campur bingung seketika langsung menatapi Helwa yang wajahnya tampak memerah,sesaat tiba tiba hening.Hingga..


" Hemhh. Mungkin pak ustadz Ahlan lagi ada masalah dengan istrinya !" Ucap seseorang


Helwa segera menoleh kesamping dan langsung mendapati pemandangan yang bikin ia malu seumur hidup.


Di sana terdapat para staf yayasan dan guru guru yang sedang rapat,Helwa merutuki keb0d0hannya kenapa ia tadi tidak menyadari saat pertama masuk cuman gara gara kekesalannya,bahkan di sana juga ia lihat ada ayahnya selaku ketua yayasan.


Keduanya menjadi pusat perhatian..Helwa menggigit bibirnya merasa kikuk,sedang Ahlan menggusar rambutnya pelan, tampak bingung...hingga Pak Gunawan buka suara


" Rapatnya kita tunda dulu,berhubung ini tepat jam makan!" Pak Gunawan mengambil kebijakan,untuk menyelamatkan putri dan menantunya.

__ADS_1


"Mari pak buk,kita makan siang dulu biar semangat nanti ngelanjutin rapatnya lagi, saya yang teraktir !" Lanjut pak Gunawan yang langsung di sambut girang oleh staf yayasan dan guru.


***


Saat ini Helwa dan Ahlan tengah duduk di bangku taman sekolah,Helwa mengeluarkan semua unek unek dan pertanyaannya.


Mendengar itu Ahlan hanya tersenyum" Tidak mencer4ikanmu itu adalah syaratku pada Ayahmu Helwa ! "


" Maksud ustadz " Helwa tampak bingung


Ahlan menghembuskan nafasnya lalu mulai menjelaskan


" Saat ayah minta tolong padaku untuk menikahimu,aku mengajukan syarat dengan tidak menjadikan pernikahan ini sebagai mainan,yaitu mencer4ikanmu setelah harga diri keluargamu terselamatkan dari rasa malu !"


" Jadi Ustadz gak akan pernah mencer4ikan aku ?..Yess !" Potong Helwa cepat dengan girang


Ahlan hanya tersenyum


"Jika dari awal memang ada niatan untuk mencer4ikanmu,aku gak mungkin menjadikan cincin sejarah milik keluargaku menjadikan maharmu!" Jelas Ahlan lagi


" Ahhhh ustadz..bikin meleleh hatiku aja deh..baper tau gak ustadz !" Ujar Helwa manja


Ahlan menoleh,menatap Helwa tanpa ekspresi,karena di tatap seperti itu Helwa mengedipkan sebelah matanya.


***


" Ustadz..pengen tahu gak,jalan pintas biar cepet nyampek rumah !"


" Apa ?" Ujar Ahlan sambil menaiki motornya


" Nanti aku bilangin...ikutin arahanku ya !" Helwa naik ke motor duduk di belakang Ahlan.


Saat motor mulai berjalan Helwa mulai memberi arahan,Ahlan yang memang kurang paham jalan kota tempat Helwa tinggal,sebab pendatang baru ia mau mau saja mengikuti Arahan arahan yang Helwa tunjuk.


Beberapa saat kemudian Helwa menyuruh Ahlan berhenti " Stop di sini Ustadz !" Helwa langsung turun.


Ahlan menoleh ke Helwa" Kau mengerjaiku Helwa ?"


Helwa hanya nyegir kuda sambil menunjukkan jari telunjuk dan tengah membentuk huruf V.


Ahlan menghembuskan nafasnya seraya memasang helm "Ayo kita pu.."


Belum sempat Ahlan menyelesaikan kata katanya Helwa sudah mengambil kunci motor Ahlan dan segera membawanya lari.


"Helwa kembalikan " perintah Ahlan seraya turun dari motor


Helwa berbalik " ayo dong ustadz..healing...sekali kali nyenengin istri gitu " Helwa terus berlari memasuki mall.


Mau tak mau Ahlan pun mengikutinya


***


Sesampainya di dalam mall,hal pertama dilakukan Helwa ialah mencari Hoodie couple.


Ahlan dengan setianya membuntuti Helwa ke sana kemari,berasa lagi ngawasin anaknya bermain.


" Ustadz..bagus gak?" Helwa menunjukkan Hoodie putih dengan ukuran yang berbeda


" Bagus " celetuk Ahlan sambil memasukkan kedua tangan kedalam saku celananya.


Lalu Helwa pergi ke ruang ganti,tak lama setelah itu keluar dengan memakai hodie.


Setelanya ia menyuruh Ahlan untuk memakai hodie satunya.


"Woowww !" Helwa terpukau saat Ahlan keluar dari ruang ganti " Suaminya siapa sih..kok ganteng banget"puji Helwa sambil menghampiri Ahlan.

__ADS_1


Ahlan membuang muka namun di bibirnya mengukir senyum.


Helwa menggandeng tangan Ahlan dan langsung membawanya ke tempat bermain Ice skating,dan mengajak nya bermain


" Tidak Helwa..aku gak bisa,aku tidak pernah yang namanya mencoba coba permainan,apalagi permainan seperti ini!" Ahlan hendak membalikkan badanya namun segera Helwa tarik


" Ihhhh cobak dulu ustadz,hari ini pokoknya kita senang senang!"


Helwa memasang sepatu seluncurnya


,juga memasangkan milik Ahlan di kakinya sebelum memasuki arena ice skating.


Helwa menuntun Ahlan yang berkali kali hampir jatuh.Dengan telaten Helwa mengajarkan tehnik tehnik memainkannya.


" Di sekolah ustadz guruku..tapi di sini aku lah guru ustadz !" Ujar Helwa di sela sela permainan,sepeti biasa Ahlan hanya tersenyum


" Ustadz..coba susul aku!" Helwa berseluncur menjauh dari Ahlan


" Gak bisa Helwa, aku takut jatuh" ujar Ahlan yang masih berdiri di tempat saat Helwa melepas pegangan tangannnya.


" Gak akan ustadz..ada aku di sini yang akan siap menangkap ustadz " Helwa mengulurkan kedua tangannya siap menyambut Ahlan


Ragu ragu Ahlanpun mencobanya..sedikit demi sedikit ia berseluncur menuju Helwa,namun semakin mendekat Helwa semakin menjauh,Ahlan kembali berseluncur dan Helwapun semakin menjauh


" Oh..jadi kamu mau bermain main denganku Helwa!" Ahlan yang merasa ter tantang segera menyusul Helwa.


" Kalau berani ayo kejar aku ustadz..." Tentang Helwa sambil meluncur dengan cepat.


" Ok.siapa takut ! " Ahlan mengejar Helwa yang berada di depannya" Kita t4ruhan !" Lanjutnya lagi


" Apa?"


"Kalau kamu menang aku akan mengabulkan permintaanmu tapi jika aku yang menang maka kamu harus mengabulkan permintaanku !" Jelas Ahlan


" Ok deal!"


Ahlan semakin laju mengejar Helwa,saat hampir mendekat Helwa semakin melajukan seluncurannya hingga Ahlan tertinggal jauh. Helwa terlalu mahir memainkannya


Ahlan kewalahan mengejar Helwa,dirinya bukanlah tandingannya yang baru saja belajar.


Yakin bahwa Ahlan tidak akan menang,tiba tiba ia punya ide untuk mengelabui Helwa.


"Akhhhh...Helwa tolong aku !"


Ahlan pura pura hendak terjatuh,Helwa yang panik segera menghentikan seluncuranya dan berbalik kebelakang,lalu tiba tiba...


"BbraKkkkk !"


Ahlan yang gak bisa ngerem mendadak men4br4k Helwa yang tiba tiba berhenti..untungnya Ahlan sempat merengkuh tubuh Helwa menukar posisinya sehingga Ahlan lah yang tertimp4 di bawah.


" Ustadz..ustadz gak papa !" Helwa segera duduk nampak khawatir,namun yang di khawatirkan malah tertawa lepas.


Helwa tertegun sejenak melihat Ahlan yang masih tertawa,baru kali ini ia melihatnya tertawa lepas seperti itu,biasanya Ahlan hanya tersenyum jarang menampakkan deretan gigi rapinya.


Helwa tak menyia nyiakan kesempatan ini..ia meraih Hp nya memotret Ahlan saat tertawa,mengabadikan di hp nya.


" Segitunya sih ustadz..kayak gak pernah ketawa aja" Helwa berucap seraya duduk di samping Ahlan.


Ahlan menoleh pada Helwa " Bisa jadi "


Helwa bergeming..Ahlan menselonjorkan sebelah kakinya,kedua tangannya menyanggah tubunya,dengan wajah mendongak ke atas.


"Terimakasih Helwa" Ujarnya pelan


Helwa masih bergeming sambil menatap Ahlan...lalu ia berpaling ,mengedarkan pandangan ke arena skating.Tempat itu tidak terlalu ramai pengunjung seperti biasanya,hanya ada sekitar belasan orang

__ADS_1


Helwa kembali menatap Ahlan yang masih mendongak kan wajahnya ke atas dengan mata terpejam...Helwa membvnvh jarak..dan secepat kilat ia mendaratkan hidung bangirnya ke pipi Ahlan.


__ADS_2