Ajari aku jadi istri sholeha yaa ustadz

Ajari aku jadi istri sholeha yaa ustadz
Berjilbab


__ADS_3

Setelah dua jam akhirnya selesai juga hukuman Helwa berjemur di bawah tiang bendera.


Lalu Chandra datang menawarkan minuman dingin" Duh gak usah repot repot kak Chan" Tolak Helwa


" Gak papa..minumlah..kamu pasti haus setelah dua jam berjemur"


Mendengar itu Helwa tersenyum malu,tapi melangkah maju mengambil minuman yang di ulurkan Chandra,,namun sebelum itu tiba tiba Helwa tejatuh sebab jalan yang tak seimbang


"Hel..kamu kenapa?" Chandra yang panik segera membantu Helwa berdiri dengan memapahnya


" Hehe..Helwa tiba tiba kehilangan keseimbangan kak,penglihatan kayak ada kunang kunangnya gitu" jawab Helwa sambil cecengesan


"Tidak di halalkan pria dan wanita yang bukan mahrom nya bersentuhan..apa lagi merangkul seperti itu"


Helwa dan Chandra serempak menoleh pada Ahlan yang berdiri tak jauh dari mereka.


Cahdra segera menjauh dari Helwa" maaf pak tadi saya hanya nolongin Helwa jatuh"


" Jangan melakukan hal yang bisa merusak nama sekolah,apalagi sekolah ini berbasis madrasah!" Ujar Ahlan lagi,Chandra kembali minta maaf ,lalu segera berlalu setelah memberikan minuman dingin yang tadi


Ahlan menatap Helwa" Duduk lah di sana"


Tanpa membantah Helwa melangkah ke bangku taman dekat lapangan.


" Minum lah.! " Ahlan menyodorkan Es boba yang tadi ia beli setelah mereka sama sama duduk di bangku


"Untukku !"


Ahlan mengangguk,Helwa segera meminum dan menyendok biji boba ke mulut, " Tahu aja ustadz aku suka boba" ujar Helwa dengan masih meminum boba,kandang Helwa heran dengan sikap ustadz bersetatus suaminya itu,tadi menghukumnya,sekarang membelikan es favorite nya.


"Ustad..!" Celetuk Helwa tanpa mengalihkan pandangannya dari gelas boba yang di minum


"Ustadz !"panggilnya lagi


"Hemhh!"


" Nanti kalau mau beliin lagi yang rasa taro yaa..aku suka beli rasa itu.."


Ahlan hanya tersenyum sambil mengalihkan pandangan..


Lalu mengambil sapu tangan di tasnya dan mengompres bibir bengkak nya dengan air dingin dari Chandra tadi,entah apa Ahlan tidak tahu isi tas Helwa,hingga bisa melukai bibir nya sampek bengkak saat Helwa lemparkan tadi.


"Itu bibir ustadz kenapa" Helwa melihat Ahlan yang tengah mengompres


" Menurut kamu?" Ahlan balik bertanya


Helwa tampak berpikir namun selanjutnya mengedikkan bahu " ya mana aku tahu" ujarnya sambil kembali menyendok biji boba


Ahlan tampak menghela nafas,kemudian berdiri dan melangkah pergi


" Aku pulang sekarang,kalau mau pulang juga ayok"


"Tapi boba nya belom habis!"


Ahlan tak mengindahkan teriakan Helwa malah semakin melangkah jauh ,membuat Helwa segera berlari ikut mengejarnya

__ADS_1


***


"Malem malem begini kamu minum es sebanyak itu,apa lagi cuaca hujan!" Ujar Ahlan melihat Helwa yang tengah minum Boba tiga gelas sekaligus sambil bersila di lantai kamar dengan pakaian terbukanya.


" Gara gara ustadz jemur dua jam tadi siang ,hausnya sampek sekarang" jawab helwa tanpa menoleh dan lanjut minum bobanya.


Ahlan pergi ke kamar mandi,tak lama setelah itu keluar dengan wajah basah


" Helwa,ayo sholat isya' dulu !"


"Ok ! " Jawab Helwa,segera beranjak dan mengambil mukenahnya


" Wudhu dulu sana !" Perintah Ahlan


"Lha..tadi maghrib kan udah !"


"Itu sudah batal,tadi kita gak sengaja saling bersentuhan!"


"Iya tapi tadi aku ngambil wudhu nya dua kali buat jaga jaga takut batal !" Keukeh Helwa


"Ilmu fiqih tidak sama dengan matematika Helwa!"


"Tapi..! Ishhh ribet bener punya suami ustadz..gak di sekolah gak di rumah gak di kamar di gurui muluk.."


Dengan perasaan dongkol Helwa melangkah ke kamar mandi sambil menghentak hentakkan kakinya


Melihat itu Ahlan hanya tersenyum,Helwa deg*l namun gampang di atur menurut Ahlan.


***


Selesai sholat dan berdoa,Ahlan menoleh pada Helwa Yang ada di belakang, mengulurkan tangannya untuk di salim oleh Helwa.


Ahlan tersenyum geli sambil mengusap usap pucuk kepala Helwa yang masih berbalut mukenah" Subuh masih lama lagian nantipun kamu bakalan tidur otomatis wudhunya batal juga!"


Helwa langsung ber 'oh' ria sambil mencium tangan Ahlan yang di susul Ahlan mencium ubun ubun kepala Helwa sambil membacakan suatu doa yang agak panjang


Setelah selesai,keduanyan sama sama terdiam sesaat..hingga akhrinya Ahlan buka suara...


"Helwa....!"


Helwa mendongakkan kepalanya menatap Ahlan"iya ustadz."


Lama tak ada jawaban..


Ahlan menatap Helwa" kamu cantik kalau pakek mukenah !"


" Masak sih ustdaz!"


Ahlan tersenyum" iya"


" Ahhh berasa gak mau di lepas deh mukenah nya!" Helwa menangkup wajahnya sendiri dengan kedua tangannya sambil mengedip ngedipkan matanya.


"Mau saran?" Tawar Ahlan


"Apa ?"

__ADS_1


" Terus lah pakek jibab seperti di sekolah!"


Helwa tampak berpikir tapi setelahnya langsung bilang Ok.


" Kemana mana terus lh pakek jilbab,keluar kamar juga biasakan,karena di rumah ini ada yang tidak bisa lihat aurat kamu selain orang tua dan saudara saudarimu,yaitu abang dan kakak ipar kamu" jelas Ahlan


" Kalau di dalam kamar ustadz ..?"


Ahlan menghela nafas panjang...perlu penjelasan panjang lebar untuk memberi pengertian bab suami istri pada Helwa.


***


Ahlan memarkirkan motor sport nya,dan melepaskan helm.


" Masuk lah dulu ke dalam sekolah,aku masih ada urusan sebentar!"


Helwa mengangguk di susul Ahlan melangkah pergi


" Gimana rasanya jadi PenCokOr?"


Helwa sempat kaget dengan kehadiran Hulya yang tiba tiba.


" Pencokor..?" Helwa bingung


"Iya..Pencuri Cowok Orang !" Tekan Hulya


Seketika Helwa tertawa renyah" yang mana cowok kamu?...Huffair..apa ustadz Ahlan ?"


Awalnya Hulya memang naksir Huffair,tapi malah jadian sama Helwa,walaupun tak ada niatan ingin pacaran sama Huffair,tetap aja Hulya merasa sakit hati merasa tersaingi oleh Helwa,tapi rasa benci pada Helwa berakhir saat kehadiran ustadz Ahlan di sekolahnya sebagai guru baru,apa lagi ustadz Ahlan sering di olok dan di jodoh jodohkan dengan Hulya dengan alasan serasi sama sama pinternya,Hulya yang sebelomya Lulusan pesantren Tahfidz dan jago bahasa arab.


Sehingga Abah Hulya ada keinginan ingin meminta Ahlan untuk bertunangan dengan Hulya dan menikahkanya 4 bulan ke Depan yang mana Hulya di situ telah lulus sekolah.


Namun semua harapannya musnah saat Ayah Helwa meminta Ahlan untuk menikahi Helwa


"Dengar Helwa..aku duluan yang menyukai Ustadz Ahlan..jadi apa yang sudah menjadi milik Hulya tidak akan menjadi milik Helwa " Hulya tersenyum sinis sambil bersedekap dada


" Oh ya..kamu yang menyukai..tapi aku yang jadi istrinya..lihat ini" Helwa memamerkan cincin mahar dari Ahlan


Melihat itu Hulya makin panas,cincin itu Hulya pernah lihat ada di sampul sosmed Ahlan dengan keterangan bahwa itu cincin turun temurun dari nenek Ahlan.


Waktu itu Hulya berharap ia lah yang akan memilikinya.


" Dan suatu saat itu akan menjadi milikkku Helwa,,kamu jangan bangga dulu,ustadz Ahlan tahu mana yang berlian mana batu kerikil!"


Senyuman Helwa lenyap seketika mendengar itu membuat Hulya merasa puas


" Kau tahu sendirikan..potensi kita jauh berbeda yang bisa membuat Ustadz Ahlan sadar bahwa kamu tidak pantas untuknya..semua orang banyak yang bilang aku lah yang pantas dan serasi,sama sama pniternya !" Hulya tersenyum sinis penuh kemenangan


" Helwa..! " Ahlan tiba tiba datang dan menghampiri Helwa


" Kenapa belom masuk?"tanya Ahlan


Helwa segera tersenyum" mau masuk kok.cuman nungguin ustdaz!"


Ahlan hanya ber oh ria sambil melangkah yang langsung di susul Helwa,namun sebelum itu Helwa sempat menghampiri Hulya yang masih berdiri di tempat

__ADS_1


" Maaf Hulya..kamu pinter tapi sayang cantikan aku..Selebeww,....!"


Helwa kembali menyusul Ahlan dengan berlari lari kecil.


__ADS_2