Ajari aku jadi istri sholeha yaa ustadz

Ajari aku jadi istri sholeha yaa ustadz
Rancangan masa depan


__ADS_3

Hari ini tepat hari kelulusan Helwa,ia tampak sangat mempesona dengan pakaian toga dan sedikit riasan di wajahnya.


Helwa segera turun dan menghampiri Ahlan yang duduk di barisan khusus guru setelah acara prosesi wisuda selesai.


Ahlan menyambut uluran tangan Helwa yang ingin salim" Selamat ya atas kelulusannya" Helwa tersenyum bahagia sambil mengajak Ahlan untuk berfoto foto.


Tiga hari setelah itu Ahlan mengajak Helwa berlibur ke kampung halamannya yang tak begitu jauh


Disana banyak hal yang Helwa lakukan yang tak pernah ia lakukan saat hidup di kota dengan kekayaannya.Dari pergi ke sawah,berbelanja di pasar akhir pekan,bermain di kali bahkan merumput,juga membersihkan kandang sapi milik paman Ahlan.


" Nak Helwa bisa masak ?" Tanya buk Eni yang merupakan bibi Ahlan


Helwa terdiam,ingin bilang tidak tapi malu sama paman juga sepupu Ahlan,akhirnya ragu ragu ia menganggukkan kepalanya


" Kalo gitu tolong masakin Alan telor ceplok dulu ya,suamimu itu paling suka telor ceplok,tadi bibi lupa masakinnya dan sekarang masih mau ke belakang dulu tiba tiba mules!" Ujar buk Eni sambil berlari ke belakang.


Helwa kembali mengangguk seraya pergi ke dapur,setibanya di sana ia langsung mengambil telor dan memilang milang nya tampak bingung,bagaimana cara mengeluarkan isinya dari dalam.


Di rumahnya ia tidak pernah yang namanya memasak ,jika ingin telor tinggal minta masakin sama ART nya beres deh,di rumah ia begitu di manjakan sejak lahir.


Dan sekarang...Helwa benar benar kebingungan cara mengeluarkan isinya,ingin nanya Google susah sinyal di kampung Ahlan,tiba tiba Helwa punya ide,dia mengambil ulekan cobek batu,menghitung 1.2.3 lalu langsung mengah4mtamkan cobek ke telor yang ia pegang hingga isinya muncrat keluar.


" Hahaha..." Ahlan yang sedari tadi ada di pintu masuk dapur tertawa melihat Helwa


Helwa menoleh pada Ahlan yang berjalan mendekatinya.


" D4sar tuan putri,ngeluarin isinya telor aja gak bisa" Ahlan tampak mengejek


" Emang ustadz bisa?" Helwa berucap dengan sebelah tangan bertengger di pinggangnya.


" Oh..kalau suamimu ini jangan ragukan lagi!" Ahlan mengambil telor yang tersisa,melemparnya ke atas dan menangkapnya lalu mengetukkan ke dahi Helwa hingga retak dan langsung menuang isinya ke dalam kuali yang berisi minyak


" Ah..ngeluarin telor aja banyak gaya ustadz..terus terus di apain itu?" Tanya Helwa


" Lalu di tamburin sedikit garam " Ahlan mempraktekkannya


" Terus teru...setelah itu apa lagi..?


Ahlan melepas spatula dan menatap Helwa


"Kalau semuanya aku yang ngerjain terus kamu ngapain !"


" Di sini aku yang akan ngeliatin ustadz dengan tatapan penuh cinta" Helwa mengedip ngedipkan matanya.


***


Helwa menatap menu yang ada di meja,Tempe tahu,ikan asin,sambel trasi dan sayur bening daun kelor.


Helwa melirik telor ceplok di piring Ahlan.Melihat itu Ahlan tersenyum sambil menggeser piringnya kehadapan Helwa.

__ADS_1


Helwa melirik Ahlan,memastikan bahwa piring berisi nasi dan telor itu untuknya.Ahlan mengangguk,,saat Helwa ingin menyuapkan ke mulutnya,tiba tiba..


" Lho..kok piring kamu di kasih ke istri mu lan.!"tanya Buk Eni sambil mencolek sambel terasi


Helwa terhenti sambil nyegir" Gak kok bik..saya hanya ingin menyuapinya " Helwa membelokkan arah tangannya ke mulut Ahlan yang awalnya mau di makan sendiri


Sambil menahan senyum Ahlan menerima suapan dari tangan Helwa.


"Masya Allah..romantis banget sih kak Helwa ini,perhatian banget sama mas Alan " Celetuk layla sepupu Ahlan yang masih duduk di bangku smp.


" Bikin jiwa jombloku yang baru lulus SMA ini pengen nikah juga " timpal Zen,sepulu Ahlan juga.


" Sok pengen nikah kamu nih Jen,kerja aja belom" Ucap paman Ahlan sambil mencipratkan air kobokan ke muka Zen


" Ya kerja dong pak,mau cari duit yang banyak baru setelah itu nikah...mas Lan..kasih tips dong biar dapet istri perhatian dan secantik mbk Helwa!" Ujar Zen pada Ahlan


" Iya..mbak Helwa tuh cantik banget,bikin geger kampung sini,aku aja pas baru pertama mbk Hel dateng terkejut,dikiranya Mas Alan lagi bawa bidadari nawang Wulan yang di tinggal saudari saudarinya, cantik banget,secara kan kita gak pernah tau istrinya mas Alan tuh kayak apa!" Sela Layla


" Mbak Helwa itu keturunan apa sih,kok kayak ada tampang bule ?" Sambungnya lagi Layla sambil menatap Helwa


" Bulepotan!" Timpa Helwa sambil senyum hambar


" Iya,cantiknya mbak Helwa tuh belepotan,kayak campuran gitu lho" Zen menyahuti dengan polos


Ahlan hanya tersenyum mendengar celotehan sepupunya.


Ahlan berdehem" Ya seperti yang Layla katakan tadi,Helwa ini bak bidadari Nawang Wulan yang di tinggal,lalu di temukanlah aku!"


Mendengar itu Helwa segera melirik tajam ke Ahlan,memberi isyarat agar tak melanjutkan ceritanya yang menurut Helwa sebuah Aib dirinya dengan Huffair yang di nikah kan karena ketahuan ber pelukan di taman sekolah.


" Gak usah bahas yang lalu lah, intinya sekarang makasih banget ya nak Helwa telah menerima ponakan saya Alan..dia yatim piatu sedari kecil,kami membawanya tinggal di sini,lulus SMA di pesantren,setelah lulus langsung dapat beasiswa kuliah di luar kota lalu setelah menwisudai S1 nya mau merantau katanya ikut temen di kota nak Helwa itu lah" paman Ahlan bercerita


***


Helwa mengahampiri Ahlan yang tengah duduk lesehan di kamar sedang menulis nulis di buku.


Menyadari kehadiran Helwa Ahlan segera menyudahi kegiatannya.


" Bicara serius boleh?"


" Apa?"


"Kamu ingin kuliah dimana?"


Helwa tampak berpikir " Gak kuliah boleh?"


Ahlan terkekeh sambil mengacak rambut Helwa


" Bisa aku minta sesuatu ?" Tanya Ahlan lagi.

__ADS_1


"Apa..nafkah batin..dengan senang hati!" Helwa mengedipkan sebelah matanya


" Aku ingin membawamu keluar dari rumah orang tuamu Helwa!" Ahlan berkata sambil menggenggam tangan Helwa,lantaran Helwa bergeming Ahlan melanjutkan kata katanya


" Aku punya niatan ini sudah dari sebelumnya ,cuman masih nunggu kamu lulus dulu,aku juga sudah nyiapin tempat tinggal kita,kecil sih!" Ahlan terkekeh sendiri


" Tapi insya Allah nyaman buat kita,nanti setelah kita pindah kesana aku akan pindah ngajar sekiranya deket dengan tempat kamu kuliah biar bisa anter jemput kamu,dan aku juga akan mulai kerja sampingan" Jelas Ahlan


" Kenapa repot repot,bukankan Ayah sudah ngasih jabatan ke ustadz,di kantor Ayah!"


Ahlan tersenyum" Aku ingin mandiri Helwa,memulai dari nol dengan usahaku sendiri..aku orang gak punya Hel,akan sulit untukku beradaptasi dengan keluargamu!"Jelas Ahlan,sejenak Helwa terdiam.


" Ustadz gak nyaman ya tinggal di rumah orang tuaku?"


Ahlan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya" nyaman kok,cuman...!" Ahlan menggantungkan kalimatnya


" Cuman apa..?"


" Cuman agar gak..!"


" Gak apa " Helwa mulai gak sabar


" Salah aku juga..karena jatuh cinta..insan seperti dirimu seanggun bidadari" Ahlan menyanyikan potongan sebuah lagu


Helwa senyum tersipu" Beneran ustadz jatuh cinta " Ahlan mengagguk


" Tapi kenapa kayak gak minat gitu nyentuh aku!" Helwa memanyunkan bibirnya


" Bukan gak minat cuman masih nunggu kamu lulus dulu,tiga bulan itu gak lama bagiku"


" Nah sekarang kan udah lulus!" Helwa menyantolkan kedua tangannya di leher Ahlan,menatap lekat wajahnya " Ayo lakukan!"


"Kamu gak ingin pakek alat kontrasepsi dulu ?"


Helwa segera geleng kepala" Di buat hamil juga gak papa,sekarang bebas bukan sekolah lagi!"


Ahlan tersenyum,tangannya menyibak rambut Helwa kesamping,perlahan membaringkan Helwa di kasur dan mulai membu-nuh jarak


Helwa menggerakkan tangannya kedada bidang Ahlan dan menahannya


"Aku lagi halangan"


Seketika Ahlan langsung menghentikan kegiatannya,menghembuskan nafas,dan perlahan menjauh dari Helwa yang tengah tertawa


" Kau mengerjaiku Helwa " Ahlan membaringkan tubuhnya di samping Helwa,menjadikan tangannya bantal


Helwa berhenti dari tertawanya,menoleh ke Ahlan yang tengah memejamkan matanya, perlahan ia mendekati Ahlan membisikan kata kata


" Ajari aku jadi istri sholeha ya ustadz..agar pantas bersanding selamanya dengan ustadz !"

__ADS_1


__ADS_2