Akan Tetap Mencintai Mu

Akan Tetap Mencintai Mu
Bertemu Istri


__ADS_3

Drett.... Drett.....


Ponsel Alena bergetar. Nama Denis langsung muncul di layar. Ia pun mengangkatnya.


"Halo, Denis. Ada apa?"


"Kau pulang dengan selamat tadi malam?".


Wajah Alena langsung cemberut. Suasana pagi yang tenang di galerinya langsung terganggu ketika mengingat kejadian semalam. Pria iblis itu mengambil malam pertamanya dengan brutal. Nyawanya saja Selamat sudah termasuk keberuntungan. Tapi mana mungkin ia menceritakan kejadian semalam kepada Denis. Walaupun Denis temannya, masalah keluarganya tidak mau dia umbar ke setiap orang yang dia anggap teman. Ia menjawab dengan berbohong.


"Aku selamat sampai rumah. Kau tak perlu mengkhawatirkan aku".


"Syukurlah". Denis manarik nafas lega.


"Oh, ya. Aku ingin memperkenalkan mu kepada seorang kolektor lukisan asal Prancis. Jika dia berminat dengan lukisan mu, kau bisa menawarkan harga tinggi kepadanya".


"Sungguh". Alena merasa terharu, pria ini begitu baik padanya. Denis selalu ada saat-saat tersulit dalam hidupnya. Andaikan saja ia tidak pernah bertemu dengan Sabian, mungkinkah ia bisa jatuh cinta pada Denis yang baik ini. Namun ia tak berani mengharapkan cinta lagi dalam hidupnya. Cinta sepertinya tidak pantas untuk didapatkan dirinya ketika seluruh dunia ini seperti membencinya dan mengharapkan ia segera lenyap dari muka bumi.

__ADS_1


Denis tersenyum lembut. Ia sangat senang mendengar suara lembut dari Alena. Wanita itu sangat cantik luar dan dalam. Siapa saja laki-laki yang melihatnya pasti akan jatuh cinta pada pandangan pertama, termasuk Denis sendiri. Alena memiliki paras yang sangat cantik, wajahnya memancarkan kelembutan dan kehangatan. Ketika di pandang akan terasa menyejukkan hati. Sifatnya pun sengat sesuai dengan wajahnya. Ketika kuliah dulu, semua pria mengaguminya. Ia cantik dan sifatnya pun dikenal sangat ramah dan baik. Banyak sekali pria di kampusnya menyatakan suka kepada Alena secara terang-terangan. Namun sayang kecantikan fisik dan hatinya itu telah dihancurkan oleh citranya sendiri di dunia luar. Semua orang menganggap dia adalah wanita murahan yang bersikap sok polos dan baik. Ia dipandang sebagai wanita yang punya banyak tipu daya untuk menggoda tuan Ardhana. Kota itu juga mengenalnya sebagai wanita tidak tahu diri dan tukang selingkuh. Tidak ada hal baik tentang dirinya di mata orang lain. Beruntung Denis bisa kenal dan dekat dengan Alena. Jika ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi mungkin saja ia juga akan tidak menyukai Alena.


Alena adalah wanita yang baik dan berhati lembut. Denis bertemu dengannya ketika ia mengunjungi sebuah panti asuhan 2 tahun lalu. Alena terlihat sangat bahagia sekali ketika bisa membawa makanan yang banyak untuk anak-anak panti asuhan itu. Matanya sampai menyipit saking bahagianya. Panti asuhan itu ternyata adalah tempat dimana Alena pernah di rawat sebelum di angkat oleh keluarga Ribero sebagai putri mereka. Denis jatuh cinta pada pandangan pertama. Sejak saat itu ia sering mengunjungi panti asuhan hanya demi bertemu Alena, dan perlahan berhasil menjadi temannya. Ia ingin memiliki Alena tapi Alena sudah menikah. Memaksa Alena untuk bercerai dan menikah dengannya pasti akan membuat wanita itu membencinya. Jadi ia menahan diri sampai wanita itu bercerai dari Sabian.


"Minggu depan datanglah ke Florens Galery. Di sana akan ada pelelangan lukisan dan karya seni lainnya. Kau bisa memajang lukisan mu di galery itu selagi orang-orang melakukan pelelangan. Siapa tahu ada yang tertarik dengan lukisan mu kan".


"Baiklah. Terimakasih, Denis ".


"Sama-sama ".


Alena menutup telponnya. Ia kembali melanjutkan lukisannya yang tertunda tadi.


Wanita ini sangat sempurna luar dan dalam. Parasnya sangat menawan dengan rambut hitam kecoklatan bergelombang sepinggang dan mata hazel nya yang meneduhkan hati. Sikapnya yang hangat serta lembut membuat orang akan mudah jatuh cinta sampai mati padanya. Hanya satu kekurangannya, wanita ini tampak kesepian. Terkadang Tiffany tanpa sengaja melihat Alena menangis sendirian. Ia tak tahu apa yang di tangiskan wanita ini. Terlalu banyak masalah yang terjadi pada hidupnya dan tidak tahu bagian mana yang paling menyakitkan hingga membuat wanita ini menangis.


.


.

__ADS_1


.


Ting....


Bell pintu masuk berbunyi, menandakan ada orang yang masuk. Tiffany berjalan mendekati pintu untuk menyambut tamunya.


"Sela..."


Kata-katanya terjeda ketika melihat siapa orang yang datang itu. Pria yang menjadi dambaan bagi setiap kaum hawa di kota ini, Sabian. Pria itu adalah Sabian, suami dari nona Alena Ribero.


Sabian mengernyitkan mata ketika melihat karyawan di depannya ini seketika terdiam melihatnya. Apa dia terlihat seperti hantu hingga wanita ini begitu terkejut sampai bola matanya hampir keluar.


"Ehem...". Jack, asisten pribadi Sabian segera berdehem untuk mengubah suasana. "Tuan muda ingin bertemu pemilik galery ini" lanjutnya.


Tiffany segera menetralkan ekspresinya dan berkata dengan sopan. "Selamat datang tuan muda dan tuan-tuan semuanya. Sebelumnya saya mohon maaf, pemilik dari galery ini sedang tidak ada di sini. Dan juga pemilik galery ini tidak pernah menemui pelanggan secara langsung. Ia lebih suka merahasiakan identitasnya. Saya mohon untuk tuan menghargai privasi dan keputusannya".


"Aku bukan pelanggan. Aku ingin bertemu istri ku. Minggir!". Suara itu sangat dingin dan menakutkan. Rasanya seperti ketika jantung diremuk sangat kuat dan di lempaskan kembali. Sabian langsung mendorong karyawan galery itu dan berjalan menuju ruang pribadi Alena.

__ADS_1


Alena sedang beristirahat dari kegiatan melukisnya. Saat ini ia sedang makan siang dengan sepotong roti hambar yang sangat keras. Rasanya tidak enak, tapi makanan ini sangat murah. Roti panjang yang keras, ketiga digigitpun susah di telan. Ia harus mendorongnya masuk dengan air agar roti itu sampai ke lambungnya. Dengan begitu ia bisa bertahan hidup dan berhemat agar uangnya bisa terkumpul untuk membayar biaya rumah sakit. Galery ini bukan galery yang besar dan terkenal. Harga setiap lukisannya sangat murah dan pelanggan yang datang tidak banyak, tetapi cukup untuk membayar rumah sakit tiap bulannya jika ia berhemat.


"Alena..."


__ADS_2