Aku Akan Hidup Sesuai Keinginanku

Aku Akan Hidup Sesuai Keinginanku
Episode 13


__ADS_3

"Kalian disini ? Kalian seharusnya menonton saja disana disini berbahaya". Kata Kakak.


"Benar kata Daniel". Kata Ayah.


"Tidak apa-apa kan ada aku". Kata Ibu.


"Tapi...". Kata Ayah.


"Ayok kita pergi piknik keluarga". Kata Stella.


"Piknik....keluarga ?". Kata Kakak dan orang tua Stella secara bersamaan.


"Iya". Kata Stella.


Akhirnya mereka merencanakan piknik keluarga. Piknik keluarga pada hari jumat minggu depan di taman kerajaan. Stella sudah tidak sabar menunggu minggu depan.


Sehari sebelum piknik.


Stella dan Damien bermain bersama. Damien masih terus merahasiakan soal dirinya dari Stella. Stella selalu merasa tidak asing dengan Damien. Seolah-olah dia sudah mengenal Damien di kehidupan sebelumnya, tetapi dia tidak ingat kapan dia bertemu Damien. Damien adalah sahabat pertama Stella setelah dilahirkan kembali. Damien memiliki rasa lawan jenis kepada Stella. Stella tidak mengetahuinya.


Saat Damien dan Stella sedang bermain bersama, Damien mengalami kejang akibat kekuatannya yang akhirnya pulih setengah. Kekuatannya seakan meledak di tubuhnya karena tubuh yang masih muda dan belum bisa menanggung kekuatan yang hebat ini walau hanya setengah.


"Damien, kamu kenapa ?". Kata Stella.


"A...ku tidak apa-apa. Kamu bisa tutup mata sebentar ?". Kata Damien.


"Oke-oke akan aku tutup mata". Kata Stella.


Stella pun menutup mata dan tidak mendengar suara Damien. Stella membuka matanya kembali. Damien ternyata tidak ada. Stella mencarinya di sekitar namun, tidak ketemu. Dia akhirnya kembali ke kamarnya dan terus memikirkan keadaan Damien.


Hari piknik pun tiba. Stella masih mencemaskan keadaan Damien. Semua mengkhawatirkan Stella karena terus murung padahal dia adalah orang yang sangat menantikan piknik.


"Stella ayok sini makan. Ibu membuat banyak makanan enak yang akan Stella suka". Kata ibu.


"Stella setelah makan kita pergi main mau ?". Kata kakak.

__ADS_1


"Baiklah". Kata Stella.


Stella pun mengambil makanan dan makan.


"Hum enak ibu. Aku sangat suka. Aku mau nambah lagi boleh ?". Kata Stella.


"Boleh nak sini ada banyak. Kamu bisa memakan semuanya". Kata ibu.


"Makasih ibu". Kata Stella.


Setelah makan Stella pun pergi bersama kakak. Mereka berjalan-jalan disekitar. Pemandangan yang sangat bagus dan memukau.


"Stella kamu mau buah itu ?". Kata kakak.


"Mau kak tapi buah itu pasti beracun". Kata Stella.


"Tidak dik. Kalau kamu tidak percaya, kakak akan menggunakan sihir untuk mengeceknya". Kata kakak.


"Asik". Kata Stella.


"Makasih kak". Kata Stella.


"Iya makan yang banyak ya dik biar cepat besar". Kata kakak.


"Huh kakak ini. Aku sudah besar kak masa masih dianggap kecil". Kata Stella sambil menggembungkan pipi". Kata Stella.


"Iya iya adik kakak sudah besar". Kata kakak sambil mengelus kepala Stella.


Stella pun melupakan soal Damien dan menghabiskan waktu bersama keluarganya dengan sangat senang.


Tidak disangka waktu berjalan begitu cepat. Sudah mulai gelap Stella dan keluarganya pun kembali ke istana. Setelah sampai di istana Stella langsung ke kamarnya dan berbaring.


"Tuan putri ku mohon jangan begini. Anda harus bersiap-siap untuk makan malam". Kata Lea.


"Lea kali ini saja aku begini. Tolong sampaikan pada keluargaku bahwa aku tidak akan makan malam bersama". Kata Stella.

__ADS_1


"Baiklah tuan putri". Kata Lea.


Lea pun pergi menyampaikan pesan Stella dan meninggalkan Stella sendirian di kamar. Stella tertidur. Stella sangat lelah karena piknik keluarga.


Ada seseorang yang menangis. Dia seorang perempuan.


"Ugh, tolong..... Aku hanya ingin bahagia". Kata perempuan itu.


"Tolong lepaskan pakaianku". Kata Stella.


"Kamu sudah bahagia sekarang ? Kamu ingin mengulangi yang pernah terjadi di Aisyah terjadi padamu ? Kamu benar-benar tidak bisa berubah". Kata perempuan itu.


"Kamu siapa ? Dan bagaimana kamu tahu nama di kehidupan laluku ?". Kata Stella.


"Hahahahahaha...... Kamu akan kembali hancur dan menderita karena itulah takdirmu. Kamu ditakdirkan untuk merasakan penderitaan. Kamu akan mengalami tragedi di kehidupan lalumu itu hahahahahahahaha.....". Kata perempuan itu.


"Ugh.... Kakak, ibu, ayah kalian dimana ? Aku takut, tolong aku !!! Kenapa semua ini harus terjadi padaku. Ini sangat tidak adil. Dewa Ernix kamu sangat tidak adil dalam memberikan kebahagiaan. Aku sudah tidak percaya padamu lagi dewa Ernix". Kata Stella.


...(Dewa yang dimaksud disini adalah kepercayaannya mereka)....


..."huh...huh...huh". Kata Stella yang terengah-engah....


"Huft hanya mimpi". Kata Stella.


Stella terus menangis sendirian di kamarnya. Dia pun akhirnya kembali ke rencana pertamanya untuk melarikan diri setelah usia kedewasaan (debut).


(Debut yang dimaksud adalah upcara kedewasaan atau usia yang mencapai dewasa).


Stella pun mencari uang yang dia kumpulkan. Ternyata uangnya sudah banyak, cukup untuk bertahan 2 tahun dan dia akan mencari pekerjaan. Stella mulai menyusun lanjut rencananya untuk melarikan diri.


Stella berpikir bahwa semua akan berjalan sesuai keinginannya namun, ternyata tidak.


"Ini Kenapa aku berada di dunia kehidupanku yang lalu ?". Kata Stella.


"Apa yang terjadi ? Kenapa aku bisa disini dan ini adalah makamku, maksudnya makamnya Asiyah". Kata Stella.

__ADS_1


__ADS_2