Aku Akan Hidup Sesuai Keinginanku

Aku Akan Hidup Sesuai Keinginanku
Episode 4 Jangan mendekatinya


__ADS_3

Sampai di kamar Stella pun duduk di pinggir jendela dan melihat keluar. "Eh apa aku salah lihat ya ? Masa Damien ada di sini sekarang ?". Kata Stella di dalam hati. Tiba-tiba Damien melayang dan naik ke ke arahku. "Jangan-jangan ini hantu kali karena malam-malam melayang". Kata Stella di dalam hati sambil menunjukan ekspresi ketakutan.


"Tuan Putri ini aku jangan tarik hordennya". Kata Damien.


"Hah ? Caca Dami". Kata Stella sambil membuka jendela.


Damien pun masuk ke kamar Stella lewat jendela.


"Ini sihir Tuan Putri". Kata Damien.


Stella melihat dengan sangat kagum dan kembali lagi Damien menepuk tangannya di depan Stella.


"Kamu suka sekali ya bengong begitu". Kata Damien.


"Hmph". Kata Stella.


Damien mengelus kepala Stella dan bergumam dengan suara kecil "Syukurlah kali ini aku akan menjagamu". "Ha ? Camu ilang apa ?". Kata Stella yang tidak mendengar jelas yang dikatakan Damien. Damien hanya tersenyum dan melihat Stella. "acu mau bobo". Kata Stella ke Damien sambil mengucek mata sebelah. Damien pun mencium dahi Stella dan pergi. Stella terkejut tapi karena dia sudah tidak kuat dia pun pergi tidur dan melupakannya.


Stella kembali memimpikan mimpi tentang kehidupan sebelumnya. Disitu Stella disiksa di gudang terbengkalai. Stella di ikat dan dipukul dengan cambuk. Dia tidak bisa melihat dengan jelas.


"Uh tidak, jangan. Kumohon jangan.... Kalian akan merasakan karma dari apa yang kalian lakukan padaku". Kata Stella di dalam mimpi sambil menangis dengan putus asa.


"Dasar anak yang bodoh. Oh iya aku lupa mengatakannya padamu. Aku harus mengatakannya sebelum kamu mati. Aku bukan ibu kandungmu. Ibu kandungmu adalah orang yang kamu anggap ibu tiri atau bisa juga di bilang adalah ibu kakak tirimu". Kata ibu Aisyah sambil mencengkram leher Aisyah.


"Ibu ? Itukah kamu ? Kenapa kamu berbuat seperti ini ? Dan yang kamu bilang adalah kamu bukan ibu kandungku ? Apa yang sebenanrya terjadi ini ?". Kata Aisyah.


"Puft ahahahahaha kamu sangat polos nak. Ku kira kamu akan berbeda dengan ibumu nyatanya sama saja. Kamu dan ibumu sangat bodoh. Aku akan membuat ibumu menyusulmu di akhirat". Kata ibu Aisyah.


"Itu kamu Erna. Kamu akan merasakan karma dari tindakanmu. Tante Rianti maksudnya ibu maaf aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memang anak yang bodoh maaf ibu". Kata Asiyah sambil menangis.


"Ahahahaha sangat lucu. Aku akan berhenti aku mau menemui anakku yang cantik dan berbelanja dengannya". Kata Erna sambil melepaskan tangannya yang mencengkram Asiyah dan mengelap tangannya itu.

__ADS_1


Asiyah menangis tersedu-sedu. Dia tiba-tiba merasakan sentuhan yang hangat lagi. Dia kali ini berusaha untuk melihat siapa itu tapi masih tidak bisa melihat dengan jelas.


"Maaf aku terlambat Syah. Kamu akan baik-baik saja. Aku akan menyelamatkanmu. Aku akan segera kembali". Kata orang yang mengelus kepala Aisyah.


Setelah itu Aisyah pingsan. Caesar dan Riska datang ke tempat Aisyah dikurung. Mereka membangunkan Aisyah dengan paksa.


"Oh sahabatku yang malang. Ahahahaha kamu sangat menderita sini aku akan membantumu biar kamu tidak menderita lagi". Kata Riska yang lagi mencari sesuatu di dalam tas.


"Ris...ka ternyata kamu juga terlibat. Aku tidak akan memaafkan kalian semua". Kata Aisyah.


"Kamu mau mati saja masih banyak omong. Nih makan". Kata Riska sambil membuka mulut Aisyah dengan paksa dan memasukan sesuatu.


"Um.... Apa yang kamu masukan padaku Riska ?". Kata Aisyah.


"Hanya sesuatu yang bisa membuatmu hidup dengan tenang. Oke selamat tinggal". Kata Riska.


"Bye-bye mantanku yang menyedeihkan". Kata Caesar.


"Tidak.... Kenapa bisa begini. Aisyah bangun kumohon. Jangan pergi. Aku akan membawaku ke duniaku". Kata orang itu.


Aisyah mendengar suara orang itu tapi dia sudah tidak bisa bergerak. Akhirnya dia terbangun dan menangis. "Ternyata aku mati karena mereka. Aku kira aku mati karena tidak sadarkan diri dan belum selesai berbicara pada Caesar dan Riska karena emosi yang memuncak". Kata Stella di dalam hatinya.


Bibi pengasuh pun masuk dan membawa sarapan Stella. Dia terkejut melihat Stella menangis.


"Jangan menangis tuan putri. Itu hanya mimpi buruk yang tuan putri mimpikan". Kata bibi pengasuh sambil memeluk Stella.


"Iya bi tidak apa-apa acuu cudah mendinlan". Kata Stella sambil menghapus air matanya.


Stella bangun dan makan. Dia melakukan yang selama ini dia lakukan. Dia pergi menemui ayahnya yang sedang bekerja. Dia sudah memantapkan hati bahwa dia akan kabur dari sini. Dia tidak mau menderita. Saat di perjalanan menuju Ruang kerja ayahnya dia bertemu Damien.


"Tuan putri mau kemana ?". Kata Damien.

__ADS_1


"Shut. Jangan bisik. Oh iya Dam cita pula-pula cidal cenal ya ?". Kata Stella.


"Kenapa ? Tapi aku akan ikuti keinginan Tuan Putri". Kata Damien yang langsung paham.


Akhirnya Stella melanjutkan pergi ke tempat ayahnya dan meninggalkan Damien.


2 Tahun kemudian Stella sudah berumur 5 Tahun. Dia sudah bisa berbicara dengan lancar. Dia dan Damien terus berhubungan dan bertemu diam-diam tanpa seorang pun tahu. Dia juga sudah mengumpulkan permata dan uang untuk kabur. Kakaknya berjanji akan mengenalkan temannya pada Stella saat berumur 5 tahun. Dan hari ini adalah hari dimana teman-teman kakak datang dan akan diperkenalkan padaku.


Aku bertemu Damien di taman saat mau menuju ke tempat kakak. Aku pun mengobrol dengan Damien. Aku tidak tahu bahwa ternyata disana ada kakak juga yang mau ke kamarku. Dia melihat aku dan Damien mengobrol dan kami terlihat dekat. Dia pun datang ke kami dan mendorong Damien.


"Beraninya kamu Damien. Kamu bertemu adikku tanpa aku tahu ? Dan juga kalian terlihat sangat dekat". Kata kakak sambil marah.


"Aku hanya tidak sengaja bertemu Tuan Putri. Kamu jangan marah". Kata Damien.


"Jangan mendekati adikku pergi dari sini. Kamu dilarang bertemu Stella". Kata Damien yang sangat marah.


"Kak kenapa sih ? Jangan bersikap seperti anak kecil". Kata Stella.


"Dik kamu tidak perlu ikut campur. Ini salahku karena ingin memperkenalkan teman-temanku padamu". Kata Kakak.


"Jadi Damien adalah teman kakak". Kata Stella.


"Iya. Aku sudah bilang kan sama kamu selama ini jangan dekat sama cowok. Biar dia teman kakak atau kenalan ayah sama sekali tidak boleh. Kamu harus menjaga jarak". Kata Kakak.


"Kamu terlalu berlebihan Daniel". Kata Damien.


"Tidak, aku tidak berlebihan. Ini kulakukan untuk kebaikan adikku". Kata Kakak.


"Jadi maksudnya kakak melarangku untuk suka sama cowok dan bahkan menikah ? Kakak sudah keterlaluan aku membencimu". Kata Stella.


Stella pun lari pergi meninggalkan Damien dan Kakaknya Daniel disana.....

__ADS_1


__ADS_2