Aku Akan Hidup Sesuai Keinginanku

Aku Akan Hidup Sesuai Keinginanku
Episode 15


__ADS_3

"Tapi Damien bolehkah kita pergi melihat makam ibu kandungku dan ibumu ? Atau ibumu tidak dimakamkan disini tapi di dunia sana ?". Kata Stella.


"Boleh Stella. Aku membuat makam ibuku di sini tapi abunya aku bawa ke dunia sana dan untuk kuburkan bersama dengan makam ayahku. Kamu kan tahu ayahku masih hidup jadi abunya ibuku di simpan di kamarnya ayah". Kata Damien.


"Baiklah, ayo kita pergi". Kata Stella.


Stella dan Damien sebelum pergi Stella memetik beberapa bunga dan meletakannya di makam Aisyah. Mereka pun pergi ke makam ibu kandungnya Stella.


Disisi lain, di dunia lain....


"Ayah, Ibu kalian harus lihat ini". Kata kakak.


"Kenapa ?". Kata ibu dan ayah bersamaan.


Kakak menunjukan sebuah mahkota bunga tergeletak di tanah. Kakak mengetahui bahwa mahkota bunga itu buatan Stella karena yang mengajarkan membuat mahkota bunga adalah kakak dan Stella sangat suka membuat mahkota bunga.


"Ayah, kita harus kerahkan pasukan untuk mencari Stella karena aku sudah mencarinya di istana tapi tidak ketemu". Kata kakak.


"Baik. Kamu yang pimpin pasukan". Kata ayah.


"Kalian hati-hati ya... Huhuhuhu". Kata ibu sambil menangis.


Kakak dan ayah memeluk ibu yang menangis dan berjanji akan menemukan Stella.


Di sisi lain..


Damien dan Stella sampai di muka makam ibu kandung Aisyah. Aisyah menangis dan terus meminta maaf karena kebodohannya. Damien berusaha menenangkan Stella namun, tidak berhasil sampai akhirnya Damien yang sudah muak pun berteriak dengan tegas "Kamu minta maaf sekarang juga tidak akan membuat ibumu hidup kembali. Kamu hanya harus menjalani kehidupan barumu ini. Menangis begini sangat percuma membuang waktu yang diberikan padamu. Kamu harus melangkah maju kedepan tidak boleh terkekang oleh masa lalu. Kamu sekarang juga sudah mempunyai keluarga baru kamu hanya harus berbakti pada mereka di kehidupan barumu ini".


Stella menghapus air matanya dan mengepal kedua tangannya. Stella berdiri, mengangkat sebelah tangannya ke atas dan menatap langit dengan ekspresi tersenyum sambil berkata "Aku akan membuat mereka membayarnya. Aku akan membuat mereka bertekuk lutut di depan makam Aisyah sambil memohon ampun".

__ADS_1


"Bagus Stella dan aku akan membantumu. Sepertinya kita harus kembali dulu tidak bisa tinggal di dunia ini sekarang karena kamu harus menenangkan keluargamu yang sedang membuat kacau di dunia lain". Kata Damien sambil memegang tangan Stella.


"Kok bisa kamu tahu ?". Kata Stella.


"Aku bisa tahu karena sihir yang kutinggalkan di mahkota bunga. Sihir mata jauh". Kata Damien.


"Oh, Damien aku ingin kamu mengajariku sihir bisa ?". Kata Stella.


"Akan kukabulkan tuan putriku". Kata Damien.


Stella tersenyum dan Damien mulai merapal sihir untuk kembali. Stella dan Damien pun kembali dan mereka berada di kamar Stella.


"Kamu harus cepat pergi dari sini sebelum ada yang menemukanmu". Kata Stella.


"Baiklah. Sampai jumpa lagi Stella". Kata Damien yang langsung melompat dari jendela.


Stella berlari ke arah jendela dan tidak ada tanda-tanda sesuatu jatuh. Damien menghilang. Stella mulai berpikir selama ini dia hanya tinggal di istana dan tidak tahu apa-apa tentang dunia ini. Dunia yang seperti fantasi karena memiliki sihir tapi dia tidak tahu apa-apa bahkan dia juga tidak tahu sihir apa yang dimilikinya. Stella selesai berpikir dan dia ingin segera mempelajari dunia ini dan segala hal yang tidak dia ketahui di dunia ini.


Stella pun bertanya pada pelayan dimana keluarganya. Setelah itu dia berlari ke tempat yang dikatakan pelayan.


"Stella ?". Kata keluarganya bersamaan.


Stella hanya tersenyum dan mereka berlari memeluk Stella.


"Kamu dari mana saja adik ? Kakak sangat khawatir". Kata kakak.


Stella pun menangis karena senang dia mendapat kehidupan baru. Dia senang diberikan keluarga yang begitu menyayanginya. Dia sangat senang sekali.


"Maafkan aku". Kata Stella.

__ADS_1


"Tidak apa-apa". Kata keluarganya bersamaan yang sedang ikut menangis.


Mereka akhirnya berhenti menangis dan masuk ke istana bersama. Mereka bersiap-siap untuk makan malam.


Di meja makan....


"Ayah ibu kakak aku ingin belajar sihir". Kata Stella.


"Tapi nak kamu masih kecil". Kata ayah.


"Ayah aku sudah besar mana ada anak yang sudah belasan tahun masih kecil". Kata Stella.


"Boleh nak". Kata ibu.


"Oke kamu boleh belajar sihir". Kata ayah.


"Baiklah biar kakak yang mengajarimu". Kata kakak.


"ehm kakak itu tidak perlu tapi terimakasih. Damien yang akan mengajariku". Kata Stella.


"Apa ? Damien ? Kakak juga bisa adik. Jangan Damien". Kata kakak.


"Kakak aku sudah bilang aku diajari sama Damien". Kata Stella.


"Iya iya iya". Kata kakak.


"Terimakasih semua sudah mau mengizinkan. Aku akan belajar dengan rajin dan menjadi ahli dalam sihir". Kata Stella.


"Ayo lanjutkan makanmu Stella". Kata ibu.

__ADS_1


"Baik bu". Kata Stella.


Mereka pun lanjut makan dan hanya kakak yang melanjutkan makan dengan sedih....


__ADS_2