Aku Akan Hidup Sesuai Keinginanku

Aku Akan Hidup Sesuai Keinginanku
Episode 7 Bertemu Ibu


__ADS_3

Aku sekarang sudah 14 tahun. Aku sudsh berhasil mengumpulkan banyak uang. Sekarang aku akan bertahan sampai tahun depan aku menginjak usia 15 tahun. Aku bercemin dan bukannya mau menyombangkan diri tapi aku terlihat sangat cantik. Hari ini adalah waktunya aku bertemu dengan ibu ini adalah seminggu sebelum ulang tahunnya kakak. Ayah dan kakak ingin sekali aku untuk menemui ibu dan aku pun ingin menemuinya karena Aku sedikit berharap bahwa ibuku di dunia ini akan menyayangiku seperti ayah di dunia ini dan kakak di dunia ini tapi aku takut bahwa bisa saja ibu membuangku. Di kehidupan lalu aku sudah berusaha menyenangkan semua orang namun, aku malah tetap dibuang. Aku awalnya sudah tidak berharap tapi sudah lama aku habiskan waktu bersama ayah dan kakak, aku jadi sedikit berharap. Aku sudah membuat ibu menjadi tidak sadarkan diri karena melahirkanku padahal tubuh ibu lemah. Aku terus saja memikirkan itu sampai ayah dan kakak pun menemuiku.


"Nak sudah waktunya untuk bertemu ibumu. Ibumu masih belum sadarkan diri. Kalau kamu datang melihatnya mungkin ibumu bakalan sadar". Kata Ayah.


"mmm". Kata Stella.


"Dik ibu sangat baik dan penyayang. Jadi pasti menyayangimu juga". Kata kakak.


"Kenapa kakak bisa tahu". Kata Stella.


"Kamu adalah adikku mana mungkin aku tidak tahu ?". Kata kakak.


"Makasih kak". Kata Stella.


Mereka pun pergi bersama. Sampai disana Stella terus tidak bisa mengalihkan pandangannya dari ibunya. Ibunya sangat cantik seperti peri.


"Kakak, ibu sangat cantik". Kata Stella.


"Benar Runa adalah wanita tercantik dan penuh kasih. Disaat orang-orang hanya menjaga jarak, memperiotaskan status dan mengagumi dari jauh, ibumu sangat berbeda jauh dengan mereka. Ibumu walaupun dia seorang putri dari negeri tetangga tapi dia sangat baik. Dia sangat peduli sama rakyat dan tidak membedakan orang-orang berdasarkan status". Kata ayah.

__ADS_1


"Benar kata ayah. Ibu sangat baik dan cantik. Sama juga dengan Stella sangat baik dan cantik". Kata Kakak.


"Hum baiklah kakak dan ayah makasih". Kata Stella sambil menunjukan ekspresi yang sangat bahagia sampai air mata pun mengalir karena terharu.


"Ibu ini aku Stella. Ibu maaf karena aku selama ini tidak menemuimu. Sekarang aku disini berkat ayah dan kakak yang membuatku akhirnya siap untuk menemui ibu. Ayah dan kakak bisa tinggalkan aku dan ibu sendiri ?". Kata Stella sambil menggenggam tangan ibu.


"Baiklah". Kata ayah dan kakak.


Ayah dan kakak pun pergi meninggalkanku dan ibu.


"Bu sebenarnya aku sudah menyiapkan rencana untuk kabur dari sini tapi sekarang aku menjadi ragu dengan rencana itu. Ibu kalau ibu bisa bangun sebelum ulang tahun kakak maka aku berjanji akan melupakan rencana itu tapi bukan melupakan selamanya, aku akan kabur jika saat itu semuanya sudah tidak menyayangiku lagi. Aku menceritakan ini kepada ibu karena aku percaya sama ibu. Jadi ibu kuharap kamu bisa cepat sadar". Kata Stella sambil memeluk ibunya.


"Aku sudah selesai bicara. Aku sekarang akan balik ke kamar sendiri". Kata Stella yang langsung pergi.


Aku benar-benar tidak percaya aku bisa menceritakannya kepada ibu. Kami baru saja bertemu tapi tidak sengaja aku jadi bicarakan semuanya dan tiba-tiba jadi percaya samanya. Apakah ini bisa dibilang auranya ibu ya ?". Kata Stella di dalam hati.


Aku pun sampai di kamar. Aku langsung berbaring di tempat tidur. Setelah dipikir-pikir


aku sudah akrab dengan orang-orang disini. Aku juga berteman diam-diam dengan Damien. Aku juga belum bertemu sahabat-sahabatnya kakak karena saat itu tidak jadi bertemu. Di ulang tahun kakak mereka pasti hadir karena selama ini kakak tidak mau sama sekali mengadakan ulang tahunnya. Dia hanya ingin merayakannya denganku bahkan ulang tahun kedewasaannya pun ditunda akhirnya tahun ini baru diadakannya ulang tahun kedewasaannya. Tiba-tiba kakak datang dengan tergesa-gesa menarikku pergi.

__ADS_1


"Dik ayo ikut kakak". Kata Kakak sambil berlarian menarik tanganku.


"Ada apa kak ?". Kata Stella.


"Kak ? kenapa kita ke ibu ? Bukannya tadi baru saja dari sana ?". Kata Stella.


Kakak hanya diam dan membuka pintu.


"Kamu Stella ?". Kata Runa.


Stella pun menangis dan lari memeluk ibunya.


"Iya Bu. Akhirnya kamu sadar Ibu". Kata Stella.


"Kamu sudah besar rupanya. Ibu jadi menyesal sekali karena tidak bisa melihatmu tumbuh". Kata Ibu.


"Tidak apa-apa Bu. Aku kan masih tetap bertumbuh jadi ibu masih bisa melihatnya". Kata Stella.


Ruangan itu pun menjadi ramai karena senang setelah sekian lama akhirnya bisa bersatu bersama lagi....

__ADS_1


__ADS_2