
Aku kembali ke kamar. Setelah sampai kamar aku pun mulai merasa perasaan yang tidak asing. Perasaan ini adalah rasa ditinggal.
Kehidupan sebelumnya aku bernama Aisyah perempuan yang lahir di keluarga berada. Ayahku seorang Aktor yang sangat tampan, banyak yang menyukai ayahku dan ibu kandung yang dimaksud ibu tiriku dia adalah seorang idol. Ibu tiriku adalah seorang aktris dia adalah junior ayahku dan lawan mainnya ayahku. Ayah dan ibuku pertama kali bertemu di perjamuan sosial. Ibu tiriku saat itu juga menyukai ayahku. Dia menjebak ayahku dan melakukan hubungan di hotel. Ayahku saat itu tidak sadar dan dia juga tidak ingat. Saat dia bangun dia menemukan bahwa dia sudah di hotel dan tertidur disana. Dia merasa heran karena dia tidak ingat bisa sampai hotel. Dia sendiri di hotel itu dan dia pun bertanya siapa yang sudah mengantarnya tetapi, tidak ada yang tahu.
Ayah dan ibu kandungku terus bertemu dan mereka menjadi dekat dan jatuh cinta. Aku dan kakakku pun lahir kami kembar tapi kami malah ditukar dengan anaknya ibu tiriku. Kakakku bertubuh lemah. Kalau dia tidak bertubuh lemah dia pasti akan terkenal karena dia sangat tampan, pandai berakting dan pandai bernyanyi namun, takdir sangat jahat membuatnya hidup dengan tubuh lemah. Sedangakan aku ingin menjadi idol. Aku sangat suka bernyanyi dan menari. Aku juga bisa berakting tapi tidak sebaik kakakku. Aku awalnya sangat bahagia saat kecil karena kakak menyayangiku dan saat itu aku tinggal bersama ibu tiriku dan kakak karena saat kami tidak tahu bahwa ternyata kami bukan anak kandungnya dan kami juga adalah anak sah bukan haram.
Ibu tiriku menyusun rencana untuk membuat ayah dan ibu kandungku bercerai. Awalnya gagal karena ayahku sangat mencintai ibu namun, ibu tiriku tidak mau menyerah dia pun menargetkan ibuku dan ibuku jatuh didalam rencananya. Ibuku yang menceraikan ayahku dan ayahku saat itu sangat putus asa dia pun akhirnya minum-minum dan mabuk. Ibu tiriku mengambil kesampatan dan tidur bersamanya. Saat bangun ibu tiriku pun mengatakan bahwa dia dulu juga pernah tidur bersama dan sekarang punya anak yang seusia dengan anak dari mantan istrinya. Akhirnya ayah terpaksa menikahi ibu tiriku. Sejak saat itu aku dan kakakku pertama kali bertemu ayah. Kami tinggal bersama akhirnya tapi ayah selalu jarang pulang dan kalau pulang selalu terlambat kecuali di hari ulang tahun kami. Aku mulai tahu bahwa aku punya saudara tiri dan dia lebih tua dariku. Aku awalnya membencinya tapi ibu tiriku meyakinkanku untuk menyayanginya. Akhirnya aku tidak bisa membencinya dan berusaha menyayanginya.
Saat berumur 9 tahun kakakku meninggal. Dia pergi meninggalkanku sendirian. Sebelum berumur 8 tahun kakak pernah mengingatkanku untuk jangan terlalu mempercayai ibu tiri dan dia juga selalu bersikap baik sama ibu kandung yang kami anggap ibu tiri karena dia adalah mantan istrinya ayah. Aku saat itu karena masih kecil jadi tidak mengerti. Kakak menyampaikan pesan terakhir dan pesan itu adalah kata-kata yang sama yaitu "Jangan terlalu mempercayai ibu". Tidak lama kemudian ibu membawa kakak tiri dan tinggal bersama kami. Ayah tidak keberatan karena dia merasa saudara harus hidup bersama. Aku selalu mengalah padanya dan ibu tiriku selalu memberikan kasih sayang padanya dan aku selalu iri. Aku disuruh bekerja dan saat itu aku ingin mengikuti seleksi untuk idol tapi di larang dan akhirnya aku pun tidak ikut. Sampai aku besar aku selalu bersikap mengikuti keinginan orang-orang. Aku pun lupa dengan mimpiku menjadi idol.
Orang-orang yang kusayangi semuanya mengkhianatiku. Aku sangat membenci mereka dan juga membenci diriku yang bodoh karena tidak bisa mengerti. Aku sekarang paham apa yang dimaksudkan kakak. Sekarang saat mereka mengkhianatiku aku menjadi mengerti semuanya. Bahwa selama ini aku hanya menjalani kehidupan yang bodoh dan hidup bersama orang asing. Bahkan aku baru tahu bahwa aku adalah anak yang sah dan anak dari mantan istrinya ayah yang kuanggap sebagai ibu tiriku ternyata ibu kandung. Aku pun berkata kecil di depan makamnya ibu kandungku dan saat itu hujan deras "Maafkan aku ibu sudah jahat sama kamu". Aku pun jatuh pingsan saat itu di makam ibuku hujan turun menjadi lebih deras. Saat bangun aku sudah di rumah dan harus pergi ke sekolah. Aku pun pergi dan mencari bantuan. Kukira pacarku bisa membantu ternyata dia juga berkhianat. Sahabtku juga berkhianat aku tidak punya siapa-siapa. Saat belum selesai berbicara aku menjadi tidak sadarkan diri. Disitulah aku mati.
__ADS_1
Kembali ke sekarang. Stella pun berpikir tentang kehidupan sebelumnya dan berkata
"Setelah dipikir-pikir kenapa dulu ayahku mengatakan aku adalah anak tidak tahu diri dan sangat sombong ya ? Saat aku berusia 15 ayah datang dengan kemarahan dan menampar pipiku". Kata Stella.
"Oh iya aku juga penasaran bagaimana kakak bisa menninggal karena tiba-tiba saja menjadi sangat lemah. Kakak memang bertubuh lemah tapi dia selalu dirawat dokter dan dia juga masih kelihatan baik-baik saja sehari sebelum hari ulangtahunnya yang ke 9". Kata Stella.
"Tapi kenapa aku terus bermimpi berada di sebuah gudang terbengkalai dan disiksa bahkan ada seorang anak yang sangat baik yang mengelus kepalaku". Kata Stella.
Stella berpikir keras tapi makin dia pikirkan selalu menimbulkan pertanyaan. Akhirnya dia pun ingin tidur karena tidak bisa menemukan jawaban dari semua pertanyaannya. Saat mau tidur dia tiba-tiba bergumam "Semoga aku bisa bertemu denganmu". Stella kaget karena dia Kenapa bisa bergumam begitu dan siapa yang ingin dia temui. Tiba-tiba air mata pun mengalir dan Stella mulai menangis tapi dia tidak tahu Kenapa dia menangis. Bibi pengasuh pun mendengar suara tangisan Stella. Dia pun membuka pintu dengan panik dan berlari memeluk Stella.
"Tuan Putri jangan menangis. Saya ada disini dan saya akan mengusir semua hal yang membuat Putri menangis". Kata bibi pengasuh dengan hangat.
__ADS_1
"Bibi bisakah kamu tidur denganku ? Aku tidak ingin tidur sendiri malam ini". Kata Stella.
"Tapi Putri saya adalah pengasuh tidak sopan untuk tidur bersama Putri. Bagaimana kalau saya menemani Putri sampai Putri tertidur baru saya pergi dan saya juga akan menyanyikan lagu pengantar tidur". Kata bibi pengasuh.
"Tidak apa-apa bi. Ayo tidur denganku dan aku juga ingin mendengar bibi menyanyikan lagu pengantar tidur untukku". Kata Stella.
"Baiklah". Kata bibi pengasuh.
Bibi pengasuh pun menyanyikan lagu pengantar tidur untukku. Aku pun tertidur dengan nyenyak dan bermimpi indah.
Waktu berlalu dan aku pun sudah berumur 14 Tahun....
__ADS_1