Aku Akan Hidup Sesuai Keinginanku

Aku Akan Hidup Sesuai Keinginanku
Episode 14


__ADS_3

"Tunggu dulu setelah ku pikir-pikir, ini di dunia kebidupanku yang lalu dan sekarang aku berada di makamku tapi bagaimana bisa aku disini perasaan tadi aku lagi di taman sama Damien". Kata Stella.


Kejadian sebelumnya....


Stella dan Damien sedang berada di taman berdua. Mereka sedang bermain bersama. Stella melihat wajah Damien yang ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak ia katakan daritadi. Stella menunggu Damien untuk berbicara. Seketika Damien pun mulai serius dan mulai mengangkat obrolan.


"Stella, ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu". Kata Damien sambil mengajak Stella berdiri berhadapan.


Stella diam dan hanya mengikuti Damien. "Jangan-jangan dia mau nembak aku ? Tapi kita kan sudah temenan dari lama dan dia adalah satu-satunya sahabat terbaikku. Aku tidak ingin kehilangannya karena harus menolak cintanya". Kata Stella di dalam hati.


"Stella ini adalah rahasia yang aku pendam dan sekarang aku akan mengungkapkannya". Kata Damien.


Stella hanya mengangguk dan berkata dalam hati "Aduh aduh tunggu aku masih belum siap ini. Aku belum mau kehilangan sahabat baikku".


"Jadi Stella aku...." Kata Damien yang belum selesai berbicara dipotong Stella.


"Tunggu Damien. Aku gak bisa dengar ini aku tau akan menyakitkan tapi aku gak bisa dengar". Kata Stella.


"Sabar bentar Stella. Jadi kamu udah tahu ?". Kata Damien.

__ADS_1


"Iya aku tahu". Kata Stella.


"Maafkan aku Stella aku tidak bisa membantumu padahal kamu meminta tolong padaku". Kata Damien dengan ekspresi yang sangat menyesal.


"Iya iya aku bakal maaf....in ? Tunggu apa ? Minta tolong ? Kapan ?". Kata Stella sambil heran.


"Eh bukannya kamu sudah tahu?". Kata Damien.


"Sabar jadi ini salah paham ?". Kata Stella.


"Salah paham ? Jadi maksudnya yang kita bicarakan ini maksudnya berbeda bukan sama ?". Kata Damien.


"Hahahaha kamu sangat lucu Stella". Kata Damien sambil mengelus kepala Stella.


Damien pun mulai menceritakan rahasianya...


"Stella aku adalah Andrey. Andrey adalah nama yang aku pakai saat berkenalan dengan Aisyah. Aku tidak perlu menjelaskan tentang Aisyah kan ? Kamu sudah tahu maksudku. Jadi aku dulu pernah tidak sengaja menyebrangi dunia. Aku tiba di duniamu saat aku berumur 5 tahun. Saat itu aku sedang meneliti tentang keberadaan ibuku. Ibuku setelah melahirkanku dia menjadi sering melamun. Dia mengatakan hal-hal yang tidak bisa aku pahami. Mereka berkata ibuku gangguan mental, tetapi aku rasa tidak karena yang dikatakan ibuku seperti sudah melihat masa depan. Dia pernah memperingatiku untuk tidak dekat dengan sepupuku. Aku awalnya tidak mendengarnya aku tetap dekat sampai akhirnya aku melihat sisi aslinya. Kukira dia baik padaku karena benaran menganggapku keluarga ternyata tidak dia ingin mengambil posisiku. Yang mengetahui tentang hal itu hanya aku dan ibuku. Mulai sejak itu aku mendengar kata ibuku namun, ibu tiba-tiba keluar rumah dan tidak pernah kembali. Ayah menjadi putus asa karena tidak bisa menemukan ibu. Saat itu aku baru saja menginjak 4 tahun saat ibu menghilang. Aku menemukan catatan harian ibu. Disitu terdapat mantra dan kata-kata yang tidak jelas. Setelah ku teliti ternyata itu bahasa dari kaumnya ibu. Ibu berasal dari kaum Tinxi yang kuno yang ahli dan hebat mengenai mantra dan satu rahasianya yaitu hanya satu orang keturunan asli yang bisa melihat masa depan dan takdirnya yaitu mengubah masa depan. Karena aku juga keturunan kaumnya ibu, aku jadi bisa membaca mantra di buku harian ibu. Aku sempat heran tapi menurut catatan istana soal kaum itu yaitu keturunan mereka akan selalu bisa membaca tulisan kaum mereka walau belum pernah belajar bahasa mereka. Aku pun mulai mengucapkan mantra tersebut dan akhirnya aku berpindah ke duniamu Aisyah maksudku Stella. Saat aku membuka mata di duniamu ternyata ibuku sudah menungguku dia pun berkata "Kamu cukup terlambat nak. Tapi tidak apa-apa karena kamu sudah ada disini. Maaf ibu pergi meninggalkan kamu. Ibu mencintaimu sayang". Kata Ibu sambil memelukku. Ibu aku sudah berumur 5 tahun. Kata ku sambil tersenyum bahagia. Aku dan ibu mulai tinggal bersama. Tapi hanya 3 tahun aku bersama ibu karena ibu meninggal saat mau merayakan ulang tahunku. Dia berjanji akan datang bersama temannya serta anak temannya namun, dia malah mengalami kecelakaan mobil dan meninggal di hari itu. Saat mendapat kabar aku mulai menangis dan lari entah kemana. Aku pun tersesat dan hanya bisa duduk di jalan. Saat itulah aku bertemu denganmu Aisyah. Kamu menghampiriku yan sedang menangis dan mendengar ceritaku serta menghiburku. Setelah itu aku mulai menggunakan sihir untuk mencari tahu tentangmu dan ternyata kamu adalah anak dari temannya ibu yang katanya akan datang di hari ulang tahunku. Ibumu juga yang membantuku memakamkan ibuku serta membayar semua biaya. Ibumu membantu biaya hidupku. Tapi yang kuherankan kenapa ibumu tidak sadar bahwa kamu sebenarnya adalah putrinya dan yang dikira putrinya adalah penipu. Saat itu kenapa kamu bisa bertemu denganku karena kamu ditinggal sendirian di jalan sama ibu tirimu, tetapi kamu malah mengira semua salahmu karena tidak mendengarkan ibumu. Yang kamu anggap ibu itu sebenarnya adalah ibu tirimu yang jahat. Maaf aku tidak mengatakannya sampai kamu menutup mata sebagai Aisyah aku tetap tidak mengatakannya. Aku senang karena saat hari ulang tahunku orang yang kutemui adalah kamu bukan anak dari ibu tirimu itu. Ibu kandungmu juga karena sibuk dengan masalahnya juga dia juga lupa memperkenalkan putrinya tapi aku senang karena artinya ibu kandungmu tidak memperkenalkan anak dari ibu tirimu kepadaku sebagai anak kandung. Alasan mengapa aku bisa mengetahui fakta itu karena berkat sihir dan berkat aku adalah keturunannya ibuku". Kata Damien sambil menangis.


"Jadi maksudnya.....". Kata Stella yang terdiam saat belum menyelesaikan kata-katanya.

__ADS_1


Stella mulai menangis selama beberapa jam. Stella mulai berhenti menangis dan menghapus air matanya. Stella mulai berbicara.


"Damien, aku berterimakasih kamu sudah mau menceritakan rahasiamu walau berat kamu tetap menceritakannya. Aku tidak membencimu bahkan marah padamu setelah mendengarnya. Aku malah berterimakasih sudah menceritakannya dan aku senang kamu tetap mencariku saat aku menjadi Stella. Aku senang kamu menjadi orang pertama kali aku percayai saat menjadi Stella dan mau menjadi temanku lagi serta tidak meninggalkanku". Kata Stella sambil memeluk Damien.


Damien mulai menangis kuat sekali saat mendengar Stella. Damien pun mulai bangkit dan mengatakan "Kamu percaya sama aku kan Stella ?". "Iya aku percaya". Kata Stella. Damien pun memegang tangan Stella dan Damien menutup mata Stella.


Damien pun melepaskan tangannya yang menutup mata Stella. Stella perlahan membuka matanya dan dia merasa heran dan bingung.


Itulah yang terjadi. Kembali ke kenyataan sekarang. Baru kali ini aku menjadi sangat tidak percaya bahwa aku mengunjungi makamku sendiri dengan wujud kehidupanku yan baru.


"Ugh aku mulai merasa sakit karena mengingat hal yang ku alami saat menjadi Aisyah". Kata Stella.


"Tidak apa-apa Stella. Aku akan membantumu membalas dendam. Jadi apakah kamu mau membalas dendam ?". Kata Damien.


"Aku mau tapi bagaimana dengan keluarga baruku disana ?". Kata Stella.


"Tenang saja Stella aku sudah meninggalkan pesan kepada keluargamu dan mereka tidak bisa ke dunia ini karena yang bisa melakukan ini hanya kaum Tinxi. Aku adalah salah satu keturunan kaum Tinxi yan masih hidup hanya aku sendiri. Jadi yang bisa kesini hanya aku dan kita sekarang berada di 1 tahun setelah kematian Aisyah. Aku bisa mengatur waktu saat datang ke sini. Makanya saat aku balik ke duniaku aku kembali ke masa lalu saat aku baru berumur 4 tahun berkat itu aku bertemu kamu yang baru terlahir kembali. Awalnya aku merasa ragu tapi saat aku menguburkan Aisyah aku memberikan sihirku padamu agar mayatmu tetap awet. Saat melihatmu menjadi Stella, aku sempat merasakan bekas sihirku walau samar dan saat kamu tidur aku masuk ke dalam ingatanmu dan menjadi yakin kamu adalah Aisyah". Kata Damien.


"Baiklah ayo bantu aku untuk balas dendam kepada mereka". Kata Stella.

__ADS_1


__ADS_2