
sudah 5 hari berlalu kami menjadi keluarga yang utuh. Kami selalu pergi piknik bersama sesudah kelasnya kakak berakhir. Aku pun akhirnya melupakan rencana awalku untuk kabur. Aku senang berada disini karena ada ayah, ibu, dan kakak yang menyayangiku. Di dunia ini terdapat sihir dan pelindung. Yang memiliki lebih dari 1 sihir adalah keluarga kaisar dan orang yang genius. Keluarga kaisar biasanya terdapat 2 sihir. Ayah punya punya 3 sihir. Ayah adalah satu-satunya orang di dunia ini yang berhasil membangkitkan 3 sihir. Sihir ayah yaitu cahaya, angin dan api sedangakan kakak memiliki 2 sihir yaitu angin dan api. Aku juga memiliki 2 sihir yaitu air dan api. Kalau sihir ibu masih misterius tidak ada yang tahu sihir ibu itu apa saja. Bahkan ada juga yang tidak tahu tentang asalnya ibu. Ibuku begitu misterius banyak yang masih belum kuketahui tentangnya. Asal ibu saja sangat misterius tidak ada yang tahu.
Aku pun karena terlalu banyak pertanyaan di dalam pikiranku maka aku pun pergi bertanya pada ayah dan ibu.
"Bi, ayah dan ibu ada dimana ya ?". Kata Stella.
"Kaisar dan permaisuri ada di Istana Yangxin Tuan putri". Kata bibi pengasuh.
"Okedeh bi. Aku kesana dulu ya bi". Kata Stella.
Stella pun berlari ke istana Yangxin.
"Eh kok kakak ada di sini ?". Kata Stella.
"Kakak lagi mau sparing dengan ayah". Kata Kakak.
"Wah sparing ya kak. Aku mau nonton kak". Kata Stella.
"Boleh kamu duduk disana sama ibu". Kata Kakak sambil mengelus kepala Stella.
"Siap kak". Kata Stella.
"Stella ayo sini duduk disini. Kita lihat ayah dan kakakmu sparing". Kata ibu.
"Baik bu". Kata Stella.
Stella pun duduk disamping ibu dan dia mulai mengajukan pertanyaan.
"Bu, kata orang-orang ibu sangat misterius. Banyak dari mereka tidak tahu apa-apa mengenai ibu. Ayah bagaimana ya bisa sampai kenal dengan ibu dan akhirnya menikah ?". Kata Stella.
"Hmm benar yang dikatakan orang-orang tapi ayah dan ibu bertemu hmm rahasia".
Saat itu Runa berumur 5 tahun. Runa melanggar aturan dan kabur melewati penghalang. Akhirnya Runa tidak bisa kembali ke rumah dan terus menangis di luar. Saat itu ayahmu berumur 8 tahun. Ayahmu bertemu ibu yang sedang menangis. Ayahmu itu sangat dingin. Dia bisa nelewati ibu tanpa bertanya kenapa ibu menangis. Akhirnya ibu marah padanya.
"Hei kamu tidak lihat ya ? Ada orang menangis disini bukannya tanyain alasannya malah main pergi begitu saja". Kata Runa.
"Siapa kamu ? Beraninya bersikap tidak sopan pada tuan muda ?". Kata pengawal yang langsung mengeluarkan pedang.
"Mundur, Merepotkan. Bukan urusanku juga untuk tahu". Kata Lucas.
__ADS_1
"Dasar punya muka tampan tapi hatinya jahat". Kata Runa sambil menghapus air matanya.
"Bukan urusanmu". Kata Lucas.
"Eh tunggu kamu mau ke Moonsky kan ? Aku boleh ikut ?". Kata Runa.
"Kamu sangat pintar beralasan ya ? Tadi nangis sekarang mau ikut aku ? Kamu tidak sayang nyawamu ?". Kata Lucas sambil menatap tajam Runa.
"Kamu jangan salah paham. Aku adalah putri dari Moonsky. Aku karena belum mencapai usia kedewasaan makanya aku tidak ada izin untuk masuk". Kata Runa yang sedang marah.
"Oke terserah saja". Kata Lucas.
"Tapi tuan ?". Kata Pengawal.
"Diam, merepotkan". Kata Lucas.
Mereka pun pergi bersama. Run berhasil masuk karena bersama Lucas.
"Sudahkan sana pergi jangan mendekatiku". Kata Lucas.
"Hmph. Terimakasih". Kata Runa yang langsung pergi.
"Tuan kita sudah terlambat". Kata Pengawal.
Ketika Runa masuk rumahnya ternyata sudah ada orang tuanya di dalam kamar menunggunya.
"Runa darimana saja kamu ? Kamu sudah pergi selama 6 jam. Kamu tahu kan orang luar tidak boleh tahu tentang kita apalagi kekuatan kita ?". Kata ibunya Runa.
"Lana sabar jangan terlalu emosi. Kamu tidak lupa kan ada perwakilan dari kekaisaran ?". Kata ayahnya Runa.
"Kamu terlalu memanjakan Runa. Lihat putrimu sampai melanggar aturan". Kata Lana.
"Ehem. Runa kamu ini jadi sangat nakal ya ? Kamu tahu tidak betapa khawatirnya kami. Kamu ini karena dimanja kamu jadi keras kepala". Kata ayah Runa.
"Ayah ini karena ibu marah jadinya ayah ikut marahin biar tidak kena marahnya ibu. Maaf ibu, aku hanya penasaran dan aku tidak akan mengulanginya lagi". Kata Runa.
"Nah Lana, Runa sudah minta maaf jadi jangan marah lagi". Kata ayahnya Runa.
"Kamu terlalu memanjakan Runa, Leon". Kata Lana.
__ADS_1
"Runa cepat bersiap kita akan menyambut tamu". Kata Leon.
"Siap ayah". Kata Runa.
Lana dan Leon pun pergi meninggalkan Runa di kamar sendirian. Runa pun mulai bersiap-siap untuk menyambut tamu. Runa selesai bersiap dia segera menemui ayah dan ibunya. Dalam perjalanan menemui ayah dan ibunya dia bertemu Lucas.
"Kamu lagi. Kenapa kamu selalu muncul didekatku ?". Kata Lucas.
"Kamu jangan salah paham. Ini adalah rumahku dan aku adalah putri di rumah ini". Kata Runa.
"Oh". Kata Lucas yang langsung pergi.
"Hmph... Dasar menyebalkan". Kata Runa sambil berteriak.
Runa pun melanjutkan pergi ke tempat ayah dan ibunya. Dia menduga bahwa jangan-jangan tamu yang dikatakan orang tuanya adalah Lucas.
"Akhirnya kamu sampak Runa. Kenapa lambat sekali ?". Kata Leon.
"Maaf ayah tadi ada ssesuatu". Kata Runa.
"Oke duduk sekarang". Kata Lana.
Runa pun duduk di samping ayahnya. Runa pun berbisik pada ayahnya.
"Ayah, ibu kenapa jadi tegas sekali ya ? Padahal biasanya tidak seperti itu ?". Kata Runa sambil berbisik.
"Ayah juga tidak tahu. Kamu sebaiknya jangan mengganggu ibumu". Kata Leon sambil berbisik.
Akhirnya tamu itu pun dipersilakan masuk dan ternyata dugaan Runa benar. Tamu itu adalah Lucas tapi Lucas bukannya menunjukan ekspresi bersalah atau panik dia malah tetap tenang seperti biasa. Dia tidak takut bahwa aku akan mengadu ke orang tuaku mengenai yang dia lakukan padaku. Lucas memberi hormat. Saat memberi hormat tidak sengaja Runa dan Lucas bertatapan tapi Lucas tidak peduli sedangkan Runa menjadi kesal karena Lucas bersikap dingin terus padahal disituasi seperti itu. Runa iri karena dia tidak bisa seperti Lucas.
"Dasar anak menyebalkan". Gumam Runa.
Lucas pun mendengarnya dan dia pun membalasnya dengan gerakan bibir sambil menundukan kepalanya.
"Bodoh". Kata Lucas.
Runa menyadarinya dan dia semakin geram sama Lucas tapi dia harus tetap tenang dan elegan karena dia seorang putri. Hormat pun selesai. Lucas dan ayah mulai berbicara. Runa mulai bosan tapi dia tidak bisa pergi begitu saja. Lucas yang menyadarinya menyeringai. Lucas pun sengaja menanyakan pendapat Runa mengenai masalah yang dibahas. Runa pun terkejut karena dia tidak memperhatikannya. Runa menjadi sangat marah sama Lucas dan dia pun menjawab "Aku tidak bisa memberikan pendapat sembarangan jadi aku akan mengikuti pendapatnya ayahku". Kata Runa setelah berusaha meredakan amarahnya. Mereka terus berbicara sampai 4 jam lamanya baru berhenti dan akan dilanjutkan besok.
"Tamu kita yang terhormat apa ada makanan yang tidak bisa dimakan ?". Kata Leon.
__ADS_1
"Kami bisa semuanya yang mulia". Kata Lucas.
Lucas dan pengawalnya pun pergi dan tersisa Runa dan orang tuanya.