
Seperti yang kalian ketahui aku sekarang seorang bayi. Aku sudah mulai mengetahui orang-orang yang ada disini merawatku. Aku adalah anak kedua dari Kaisar dan Permaisuri. Ayahku, maksudnya Kaisar bernama Lucas Devianto. Sedangkan ibuku, maksudnya Permaisuri bernama Runa Lancester. Ibuku adalah putri dari negara tetangga. Ayah dan Ibu sudah dijodohkan sejak kecil. Biasanya di komik-komik kalau dijodohkan sejak kecil maka nanti kalau besar mereka bakal masing-masing dengan orang yang mereka cintai atau bisa juga bersama tapi tidak ada cinta diantara mereka atau bisa saja terjadi cinta yang tidak terbalas. Namun, kali ini berbeda sekali Ayahku dan Ibuku saling mencintai, tetapi orang-orang tidak tahu dan hanya orang-orang terdekat yang tahu. Mereka masih menganggap bahwa Kaisar dan Permaisuri menikah karena dijodohkan dan tidak ada cinta diantara mereka. Yang mengetahui hanya seketaris ayah, asisten ayah, dayangnya ibu yang sekarang menjadi pengasuhku.
"Stella kecil sudah lapar ?". Kata pengasuh.
"Aku tidak lapar". Kata Stella namun, yang terdengar hanya "Au au au au".
Stella sangat emosi karena dia tidak bisa berbicara sesuai dengan keinginannya.
"Oh ini kesalahanku. Kamu sangat lapar ternyata. Ini susunya tuan putri kecil". Kata pengasuh dengan sangat hangat.
Stella pun meminum susunya dan tertidur karena insting bayi kalau sudah kenyang.
"Wah dia sangat imut sekali". Kata Daniel.
"Umm". kata Stella yang baru bangun.
Dia adalah kakak laki-lakiku yang bernama Daniel Devianto. Dia adalah putra mahkota. Dia dengan rambut putih sama sepertiku dan bermata biru terlihat sangat tampan. Yang berbeda dari kami hanya mata. Mataku berwarna ungu. Dia selama ini selalu datang melihatku selesai kelas. Dia selalu berusaha mengajakku bermain, melihatku saja atau biasany dia berbicara denganku walau aku hanya bisa menjawabnya dengan "Au au au" karena tidak bisa berbicara dengan benar.
"Kamu tahu tidak dik ? Hari ini temanku datang dan dia membawa kue buatannya. Itu sangat enak aku ingin sisakan dan membawanya padamu tapi aku malah menghabiskannya. Aku juga ingin mengenalkanmu padanya". Kata Daniel dengan muka yang terlihat sangat senang.
"Ohohoho dia cewek pasti. Dia pasti orang yang kamu suka kan anak kecil ?". Kata Stella dalam hati.
"Oh iya aku punya 3 teman. Kamu pasti akan akrab dengan mereka seperti aku akrab dengan mereka. Mereka adalah orang-orang yang sangat baik dan aku percaya sama mereka. Cepat tumbuh besar ya Stella adikku yanvpaling manis dan cantik". Kata Daniel yang setelah berkata itu tertidur disamping Stella.
"Teman.... Aku sudah tidak ingin berteman. Teman yang kupercayai mengkhianatiku bersama pacarku. Aku sudah tidak ingin berteman. Aku hanya berharap kamu bahagia dengan temanmu itu dan berharap mereka tidak mengkhianatimu sepertiku, anak kecil". Kata Stella dalam hati dengan menunjukan ekspresi sedih dan akhirnya tertidur.
__ADS_1
Mereka tertidur dengan sangat pulas. Daniel memasang ekspresi senang dan memeluk Stella dan Stella yang biasanya kalau tidur bermimpi buruk akan kehidupannya yang lalu menjadi tenang setelah dipeluk Daniel. Dia mulai menunjukan ekspresi tenang dan senang dalam tidur saat dipeluk Daniel. Kaisar datang untuk melihat Stella dan melihat dia tidur bersama Daniel. Kaisar menjadi iri karena belum pernah tidur bersama Daniel.
"Bocah ini akan aku berikan pelajaran tambahan biar dia tidak bisa menemui Stella selalu. Andai Runa ada disini, dia pasti sangat senang melihat mereka tidur bersama dan dia pasti akan merawat Stella langsung". Kata Kaisar sambil menunjukan ekspresi sedih.
"Ummm siapa yang berbicara dengan nada sedih ini ya ? Aku ingin melihatnya, tetapi mataku tidak ingin terbuka". Kata Stella didalam hati.
"Ah Kaisar, Salam Hormat saya pada...". Kata bibi pengasuh yang belum sempat berbicara karena dihentikan oleh Kaisar.
"Shut tidak perlu memberi salam nanti Stella terbangun". Kata Kaisar.
Kaisar pun pergi dan bibi pengasuh tersenyum bahagia karena Kaisar, Kakakku Daniel dan Aku terlihat saling menyayangi.
"Syukurlah mereka saling menyayangi. Aku berharap Permaisuri bisa cepat sadar dan berkumpul lagi bersama mereka bertiga. Huft". Kata Bibi pengasuh dengan pelan sambil menghela nafas.
Tahu-tahu sekarang sudah 3 Tahun aku hidup disini. Aku sudah bisa berbicara dan berjalan. Walau bicaraku masih salah sih. Saat ayahku bekerja aku selalu mengikutinya karena ingin mengetahui tentan dunia ini dan menyusun rencana untuk kabur dari sini.
"Hah Apakah kalian bercanda ?" Kata Stella didalam hati.
"Kaisar kami sudah selesai menyusun pertanyaan paling sulit untuk penerimaan masuk di akademi dengan ini pasti menghasilkan banyak anak-anak yang berkualitas". Kata seorang pejabat yang sedang menyerahkan kertas ke Kaisar.
"Hmmm boleh juga, bagus teruskan. Dengan ini kita bisa tahu potensi generasi muda". Kata Kaisar yang terlihat sangat puas.
Stella yang melihat pertanyaan di kertas itu sangat terkejut karena pertanyaan dikatakan sulit adalah pertanyaan untuk anak sd. Stella pun menarik tangan Kaisar sambil berkata
"Acu inin celja". Kata Stella.
__ADS_1
"Kamu ingin melihatnya ya Stella ? Boleh kok. Kamu tidak akan mengerti melihat ini nak. Kamu masih belum besar. Ahahahahaha". Kata Kaisar yan tertawa sambil mengelus kepala Stella.
"Yang mulia jangan memberikannya pada putri. Putri pasti akan merobeknya karena dia masih kecil". Kata Para Pejabat.
"Diam. Aku tidak menyuruh kalian membuka mulut kalian. Berani sekali kalian membuka mulut kalian dan berkata seperti itu pada putriku ? Kalian ingin mati ya ?". Kata Kaisar yang sangat marah.
"Ampun Kaisar, kami tidak bermaksud begitu. Silahkan kalau Putri ingin melihatnya". Kata Para Pejabat.
Stella pun melihatnya dan mengambil alat untuk menulis. Setelah selesai menulis semua wajah orang yang ada disitu sangat tercengang karena melihat anak yang baru berumur 3 tahun sudah bisa mengerjakan soal paling sulit.
"Ah aku sudah melakukan kesalahan besar". Kata Stella dalam hati.
"Maafkan acu Atah. Aku bersalah". Kata Stella.
"Eh Stella kamu tidak perlu meminta maaf dan satu lagi jangan memanggilku Ayah panggil saja papa". Kata Kaisar.
"Hmm". Kata Stella sambil mengangguk.
"Ayok kita kembali Stella, kamu pasti laparkan ? Dan Kalian yang ada disini jangan coba-coba mengatakan apa yang kalian lihat hari ini. Kalau sampai ketahuan aku akan memenggal kalian dengan seluruh keluarga kalian". Kata Kaisar.
"Ole". Kata Stella sambil tersenyum.
"Baik Kaisar". Kata Para Pejabat.
Kaisar pun pergi meninggalkan ruangan dengan Stella sambil menggendong Stella. Stella terus memasang ekspresi menyesal. "Kenapa aku tadi mengerjakannya ? Padahal aku ingin kabur dari sini". Kata Stella di dalam hati...
__ADS_1