Aku Akan Hidup Sesuai Keinginanku

Aku Akan Hidup Sesuai Keinginanku
Episode 16


__ADS_3

Keesokan harinya...


Stella menunggu Damien di taman. Saat menunggu kakak datang. Kakak memasang ekspresi kesal.


"Kak kenapa ?". Kata Stella.


"Tidak apa-apa. Dik, kakak boleh temani kamu belajar sihir ?". Kata kakak.


"Boleh kak". Kata Stella.


"Adik kesayangan kakak. Huhuhuhu kakak tidak akan membiarkan adik di rebut". Kata kakak.


"hm ?". Kata Stella.


Damien pun datang. Damien baru saja datang kakak memintanya untuk menjaga jarak dengan Stella. Stella marah pada kakak.


"Kakak kenapa begini ? Kakak pergi saja dari sini jangan mengganggu". Kata Stella.


Kakak pun pergi dengan wajah yang sangat sedih. Damien pun tertawa dan kakak berbalik badan menatap tajam Damien dan meninggalkan Stella dan Damien sendiri di taman.


Damien pun mengajari Stella sihir. Damien mengajarkan dasar-dasar sihir. Damien mahir dalam menggunakan sihir api. Damien pun mengeluarkan sebuah benda. Benda itu adalah botol kosong. Damien meminta Stella meletakan tangannya di atas botol dan fokus merasakan aliran yang mengalir. Aliran yang mengalir itu dipaksa untuk keluar dari telapak tangan. Stella mengikuti keinginan Damien dan tiba-tiba botol itu menjadi penuh.


"Kamu sudah boleh berhenti Stella". Kata Damien.


"Ugh bagaimana cara berhenti". Kata Stella.


Damien pun memukul tangan Stella dan tangan Stella terhempas dengan botol tapi Damien berhasil menangkap botol.

__ADS_1


"Ini adalah sihirmu Stella. Kita akan lihat kamu ahli di sihir apa ?". Kata Damien.


"Wah aku sudah tidak sabar. Ayo cepetan tunjukan Damien". Kata Stella.


"Oke". Kata Damien.


Damien membuka penutup botol dan sihir didalam botol pun keluar. Sihir itu membentuk sihir petir. Damien sangat terkejut karena dia mengira bahwa Stella akan mempunyai sihir air ternyata sihir petir. Sihir petir adalah turunan dari sihir angin.


"Wah itu petir. Aku memiliki sihir petir". Kata Stella.


"Iya, kamu harus rajin berlatih. Ini sihir yang sangat bagus". Kata Damien.


Damien mulai mengajarkan mengontrol sihir. Stella langsung bisa melakukannya dalam sekali coba. Damien pun melanjutkannya dengan cara Stella akan menggunakan sihirnya.


Waktu berlarut sangat cepat sampai matahri terbenam. Lea memanggil Stella untuk bersiap makan malam. Damien pun pamit pergi pulang.


Di kamar mandi. Lea sedang memandikan Stella....


"Baguslah nonaku. Saya turut senang mendengarnya". Kata Lea.


Stella terus senang sampai dia selesai bersiap dia pun segera bergegas ke ruang makan karena sudah tidak sabar untuk mengatakannya pada keluarganya.


"Lea aku sangat gugup untuk memberitahukannya pada mereka". Kata Stella.


"Tidak apa-apa nona. Jangan gugup. Nonaku sangat hebat mereka pasti akan senang seperti saya". Kata Lea.


Stella pun menjadi tidak gugup lagi karena perkataan Lea. Lea tersenyum bahagia melihat Stella yang sangat bahagia.

__ADS_1


"Akhirnya nonaku mulai terbuka pada keluarganya. Aku sudah melihat nona dari kecil sampai besar dan akhirnya nona bisa membuka hatinya pada keluarganya dengan bahagia. Saya sangat senang melihat nona yang sekarang. Ini berkat tuan Damien. Walau nona tidak pernah bilang pada saya tapi saya tahu bahwa selama ini nona selalu bertemu tuan Damien diam-diam dan selalu bermain dengan tuan Damien. Terimakasih tuan Damien. Saya senang sekali nona akhirnya bahagia". Kata Lea di dalam hati.


Stella dan Lea pun sampai di ruang makan. Lea pun pamit pada Stella.


"Baiklah nonaku, selamat menikmati makan malamnya". Kata Lea.


"Iya terimakasih Lea". Kata Stella sambil tersenyum bahagia.


Lea sempat terkejut sebentar dan membalasnya dengan senyuman. Lea pun pergi.


"Ada apa Stella ?". Kata ibu.


"Dik ada kabar baik kah ? Kamu terlihat sangat senang". Kata Stella.


"Hihihi". Kata Stella.


Akhirnya Stella tidak memberitahukannya. Mereka pun mulai makan malam. Stella berencana memberitahukannya setelah selesai makan. Stella pun menghabiskan makan malamnya dengan cepat. Dia pun memuji bahwa hari ini makanannya sangat enak sekali.


"Hem ini enak sekali. Aku suka". Kata Stella.


Para pelayan dan dayang bahkan koki pun sangat senang mendengarnya sampai menangis mereka. Stella pun tersenyum pada mereka. Mereka menghapus air mata dan membalas senyuman Stella.


"Karna semua sudah abis makan, aku ingin mengatakan sesuatu". Kata Stella sambil deg-degan.


"Ada apa Stella ?". Kata ayah.


"Aku memiliki sihir petir". Kata Stella.

__ADS_1


"Wah itu sangat bagus". Kata ibu, ayah dan kakak secara bersamaan.


Kakak pun memeluk Stella. Ayah dan ibu saling menatap dan tersenyum. Ayah dan ibu pun memeluk Stella bersamaan. Kakak sampai menangis bahagia. Malam itu menjadi malam yang sangat membahagiakan. Stella pun menulis malam itu di buku hariannya. Stella sangat tidak sabar untuk belajar sihir bersama Damien dan balas dendam. Stella pun akhirnya tertidur setelah selesai menulis buku hariannya. Stella mendapat mimpi indah...


__ADS_2